Pertunangan

421 41 7
                                        

Nagyung

Chan nanti jam 8 kerumah gue pake baju yang rapi

Haechan mengucek mata nya melihat jam yang terpasang di dinding kamar nya pukul setengah 8 ternyata sehabis maghrib tadi dia ketiduran dan pandangan nya menyipit saat melihat chat Nagyung. "Tumben amat nih bocah," gumam nya.

Haechan langsung kekamar mandi mengambil wudhu dan sholat isya jangan salah meskipun kelihatan nya serampangan begini kalau urusan ibadah Haechan tetap menjadikannya nomor satu.

Pukul 8 kurang Haechan sudah sampai di rumah Nagyung dan melihat tante Yoona yang sering bolak-balik kedapur dan Om Donghae yang membawa banyak gelas ke arah taman membuat nya mengernyit memang nya mau ada acara apa batinnya.

"Bang, Nagyung ada?" ranya Haechan pada Taeyong yang sedang menuruni tangga.

Taeyoong menatap Haechan sebentar kemudian mengangguk. "Dia di kamar."

"Gue kekamar nya ya Bang." Haechan langsung melesat ke kamar Nagyung di lantai dua.

"Na lo didalam?" Haechan mengetuk pintu kamar Nagyung saat mendapat sahutan dari sang pemilik kamar yang memperbolehkan nya masuk dia langsung membuka pintu kamar Nagyung. "Anjing lo mau jadi kunti dimana?" celetuk Haechan saat melihat Nagyung berdiri di pinggir jendela dengan gaun putih nya.

Nagyung langsung memutar bola mata nya malas melihat tingkah Haechan. Tidak mendapat respon dari sahabat nya membuat Haechan mengernyit bingung tumben Nagyung gak ngegas balik. Haechan langsung berjalan berdiri di samping Nagyung melihat ke arah Jendela. Jendela Kamar Nagyung langsung menghadap ke arah taman di belakang rumah nya membuat kedua insan itu melihat kesibukan yang terjadi di taman.

"Taman lo di hias gitu mau ada acara apa?"

"Tunangan," sahut Nagyung cuek.

"Siapa yang tunangan elo?" celetuk Haechan asal tapi kedua bola mata Haechan langsung membulat sempurna saat Nagyung mengangguk. "HEH SERIUS LO MAU TUNANGAN? KOK GAK NGASIH TAU GUE SIH!"

Nagyung berdecak malas saat mendengar teriakan Haechan di dekat telinganya. "Yakan ini udah gue kasih tau."

"YA HARUS NYA LO BILANG DONG DI CHAT LO TADI!! KAN GUE GAK SALAH KOSTUM!"

Nagyung melihat Haechan dari atas sampai bawah dia menghembuskan nafas lelah. "Lo yang bego gue udah bilang di chat PAKE BAJU YANG RAPI BUKAN GEMBEL KAYAK GINI!" sembur Nagyung ikut kesal juga karena Haechan sejak tadi berteriak.

Siapapun yang ingin membeli Haechan mari cod dengan Nagyung dia lelah menghadapi makhluk hidup satu ini yang sial nya menjadi sahabat yang ia sayangi seperti saudara. Sejak pagi mood nya benar-benar hancur karena Renjun yang tidak bisa di hubungi di tambah ibu nya yang selalu memaksanya untuk ini itu di hari pertunangan yang tidak ingin ia lakukan dan sekarang kehadiran Haechan justru membuatnya tambah frustasi.

"Ck pantes aja tadi waktu dateng Om, Tante sama Bang Taeyong ngeliatin gue segitu nya ya mereka udah pada rapi semua gue cuman pake kaos makin dekil dah gue," gerutu Haechan membuat Nagyung di sebelah nya mengangguk setuju.

"Ck pantes aja tadi waktu dateng Om, Tante sama Bang Taeyong ngeliatin gue segitu nya ya mereka udah pada rapi semua gue cuman pake kaos makin dekil dah gue," gerutu Haechan membuat Nagyung di sebelah nya mengangguk setuju

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ruber 00lTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang