Soobin hanya menarik nafasnya lelah. Kini dia menatap Seoyeon dan Heejin yang sangat terlihat jika tidak akur. "Seyeon Heejin Kalian ada masalah apa. Kenapa kalian sering ribut di rumah."
"Gue gak tau salah gue apa tapi Heejin yang diemin gue dulu. Tiap gue tanya dia malah natap gue sinis," aku Seoyeon membuat Soobin langsung menatap Heejin meminta penjelasan.
"Yakin lo gak sadar salah lo apa?" balas Heejin sinis. Bahkan Haechan langsung merapat pada Hyunjin. "Baru kali ini gue liat Heejin kek gitu," bisik Haechan membuat Hyunjin mengangguk.
"Gue selalu tanya baik-baik ya sama lo! tapi lo malah buat masalah terus sama gue." Seoyeon yang terpancing emosi jadi geram sendiri menghadapi Heejin. Yeji yang berada di samping Seoyeon langsung menenangkannya agar tidak ada keributan baru.
"Lo nusuk gue dari belakang! Lo tau kalok gue deket sama Felix tapi lo malah sering jalan sama dia selalu post foto ama Felix lo sengaja!" cecar Heejin membuat Seoyeon kehilangan kata-kata.
"Hah jadi karena Felix gue ama dia gak ada hubungan apa-apa lo tau sendiri dia ama gue satu jurusan gue cuman anggep dia temen doang. Dan lagi kalok lupa gue udah punya pacar!" pekik Seoyeon tak habis fikir jika Heejin memusuhinya hanya karena lelaki.
"Bullshit!" umpat Heejin membuat Seoyeon langsung naik pitam ingin membalas Heejin. Haechan dan Hyunjin yang sejak tadi jadi pengamat langsung heboh memisahkan mereka berdua yang saling adu mulut. Karina dan Nagyung mereka memilih untuk diam saja tidak ingin ikut campur. Sedangkan Yeji dia sudah kehabisan suara menyuruh mereka berhenti. Heejin yang selalu menantang dan Seoyeon yang keras kepala mereka berdua tidak ada yang mau mengalah.
"STOPP!!" Bentak Soobin membuat semua nya langsung terdiam. Nagyung yang terkejut langsung bersembunyi di belakang Jeno yang duduk di samping nya. Ini adalah kali pertama mereka mendengar Soobin berbicara dengan nada tinggi, cowok paling sabar di rumah sekarang sudah mulai lelah menghadapi mereka semua. Bentakan Soobin membuat Seoyeon berhenti dan mengatupkan rahang nya. Nafas Heejin pun memburu dia masih kesal dengan Seoyeon.
"Gue ngumpulin kalian semua buat nyelesein masalah ini bukan malah makin ribut!" hilang sudah Soobin yang biasanya berkata santai kini Soobin berbicara dengan tegas memandang mereka semua satu per satu.
"Kalian udah gede harus nya mikir kita ini tinggal bareng! kalok diantara kalian ada yang punya masalah pribadi segera di selesaikan jangan bikin suasana rumah gak enak." Soobin menarik nafas nya lelah jujur saja mereka sangat kekanakan malam ini.
"Malam ini semua masalah harus selesai. Gue gak mau keadaan rumah jadi aneh kayak gini. Heejin dengerin penjelasan Seoyeon lo jangan egois, Seoyeon lo jangan mudah emosi kalok kalian berdua gak ada yang mau ngalah gimana mau selesai. Jeno Nagyung kenapa kalian gak coba obrolin pelan-pelan jangan pake urat. Dan buat lo Karina kita perlu bicara berdua. Silakan obrolin masalah kalian!" putus Soobin final tak terbantahkan.
Membuat Haechan saling lirik dengan Sunwoo sedangkan Sunwoo hanya mengangguk saja.
"Lo ikut gue." Semua mata disana melihat bagaimana Jeno menarik tangan Nagyung kedalam kamar nya dan menutup pintu kamar dari dalam.
"Mereka gak bakal aneh-aneh kan," celetuk Hyunjin.
"Palingan entar si Jeno kena jambak," sahut Haechan santai menyandarkan punggung nya pada sofa.
"Karina ikut gue," ujar Soobin berdiri dan menuju teras. Karina malas sekali mengikuti nya jika ada pilihan lain.
Melihat semua sudah pergi Seoyeon juga berdiri menuju halaman samping tanpa sepatah kata pun. Jika memang Heejin mengikuti nya maka dia akan lebih lunak jika Heejin tidak mau ya sudah dia tidak akan memaksa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ruber 00l
FanfictionSekumpulan mahasiswa semester 4 yang udah nyaman dari maba belajar online dan mager mau cari kosan.Waktu maba mereka udah dapet kosan di sekitar kampus tapi berujung kuliah online akhirnya pulang ke rumah lagi. Dan ternyata di semester 5 ini perkuli...
