Sekumpulan mahasiswa semester 4 yang udah nyaman dari maba belajar online dan mager mau cari kosan.Waktu maba mereka udah dapet kosan di sekitar kampus tapi berujung kuliah online akhirnya pulang ke rumah lagi. Dan ternyata di semester 5 ini perkuli...
Para lelaki sedang bermain bulu tangkis di halaman samping. Heejin dan Seoyeon menjadi supporter duduk di pinggir ruangan melihat mereka semua bermain. Haechan satu tim dengan Soobin. Jeno bersama Sunwoo dan Hyunjin menjadi wasit.
"Yang kalah traktir bakso kak Yoyo," teriak Heejin agar mereka semua mendengar.
"Setuju," balas Jeno dan Hyunjin bersama karena mereka berdua sama-sama pandai bermain bulu tangkis.
"Ah gue agak jelek main nya ogah ah," tolak Haechan kemudian mulai pemanasan.
"Santai aja main nya Chan, yang penting gak kalah," sahut Soobin yang berada di samping Haechan. Haechan hanya melirik nya sinis. "Itu namanya ambis bangsul."
***
"Perasaan gue aja atau emang Nagyung sekarang lebih sering di kamar ya Kar?" tanya Yeji pada Karina. Mereka berdua sedang memasak sarapan bersama.
"Mungkin lagi banyak tugas," sahut Karina sambil menggoreng nasi.
Yeji hanya melirik Karina sekilas. Karina kan memang lebih suka di kamar. Sebenarnya banyak yang ingin Yeji katakan tapi ia urungkan dan memilih untuk menyiapkan piring.
"Sarapan nya udah belom sih laper nih gue," Haechan datang ke dapur dengan penuh keringat setelah bermain bulu tangkis.
"Ih mandi dulu sana bau keringat," usir Yeji.
"Keringet gue wangi," ujar Haechan kemudian mendekati Karina dan melihat apa menu sarapan pagi ini.
"Wangi dari mana anjir," geram Yeji mengetuk punggung Haechan dengan spatula.
"Chan mandi dulu sana bau keringat," Karina juga ikut mengusir Haechan. Sedangkan Haechan langsung cemberut padahal perut nya sudah lapar niat nya ingin sarapan dulu baru mandi tapi sepertinya itu hanyalah niat.
"Yang lain juga masih mandi kalik Chan sono lo antri kamar mandi," celetuk Seoyeon saat memasuki dapur untuk mengambil air minum.
"Gue makan aja dulu deh," Haechan mengeluarkan jurus melas nya. Tapi Yeji langsung menggetok kepala Haechan dengan centong sayur. Membuat Haechan langsung mengaduh kesakitan. "Sakit woy tadi gue biarin lo malah mulai lagi."
"Lo tuh bau keringat sadar diri kek mandi dulu sana kalok nggak mau gak usah sarapan," ujar Yeji galak.
"Dasar cewek ribet," tak mau memperpanjang perdebatan Haechan langsung keluar dapur dan saat dia sampai di kamar mandi ternyata semua kamar mandi sudah penuh padahal ada 3 kamar mandi luar di rumah ini.
"Gesit banget sih lo pada masuk kamar mandi," gerutunya kemudian masuk ke kamar untuk mengambil handuk.
"Na sarapan," Heejin mengetuk pintu kamar Nagyung mengajak nya sarapan sudah beberapa hari ini Nagyung jarang sekali keluar kamar setelah kuliah pun dia langsung masuk kedalam kamar.
"Gue nyusul nanti ya Jin mau mandi dulu," sahut Nagyung dari dalam kamar.
"Nagyung kenapa sih dia ada masalah?" tanya Seoyeon kepada seluruh penghuni rumah.
Semua nya melirik Jeno meminta jawaban bahkan Haechan sampai menghentikan acara makan nya. "Kalian sembunyiin sesuatu dari gue ya?" tuduh Haechan pada Jeno.
"Nggak ada apa-apa mungkin emang Nagyung lagi pengen sendiri biarin aja dulu," jawab Jeno santai tapi matanya langsung menatap salah satu cowok di ruang itu karena dia lah penyebab Nagyung berubah.
"Udah ayo buruan sarapan gak pada kuliah lo pada," Hyunjin langsung memulai mengambil nasi goreng agar yang lain mengikuti.
***
"Karina cantik bareng gue aja yuk berangkat nya," Jeno yang duduk di kursi teras langsung berdiri saat Karina keluar rumah.
Karina hanya melirik Jeno sekilas dan lanjut berjalan ke motor nya. Bukannya menyerah karena di abaikan Karina, Jeno justru menyusul Karina dan mengambil alih motor Karina. "Hari ini bareng gue aja si biar motor gue gak kesepian."
"Jangan ganggu gue. Gue gak mau telat," ketus Karina kemudian mendorong Jeno agar bergeser.
"Kar ayolah sama gue aja," paksa Jeno dengan wajah memohon. Jeno selalu mengajak Karina berangkat bersama tapi Karina selalu menolak nya tapi kali ini Jeno tidak akan membiarkan Karina lolos lagi kali ini.
"Jadwal kita hari ini bareng loh entar pulang biar sama gue juga," imbuh Jeno.
"Ada ya sepesies play boy kayak lo." sindir Karina. "Lo tu udah ada pacar mikir kek gue gak mau ya di labrak pacar lo."
Mendengar itu Jeno hanya tersenyum kecut. "Mangkannya jangan di kamar mulu gak tau kan lo gue sama Shuhua udah putus."
"Terus lo anggep gue pelarian abis putus dari Shuhua lo langsung deketin gue."
"Kar gue tulus sayang sama lo. Gue sama Shuhua pacaran karena permintaan Shuhua yang pengen lepas dari mantan nya, gue gak ada perasaan sama Shuhua jadi lo bukan pelarian," jelas Jeno dengan sungguh-sungguh.
Karina melihat jam di pergelangan tangan nya sebentar lagi kelas nya di mulai. Dia menatap Jeno dengan lelah. "Udahlah gue mau berangkat kuliah."
"Kar lo gak bisa apa buka hati lo buat gue. Gue beneran sayang sama lo Kar hampir setahun kita tinggal bareng lo gak peka juga kalok gue suka sama lo!" ujar Jeno menggebu-gebu sedangkan Karina hanya terdiam tak menyangka jika Jeno akan langsung berterus terang.
"Dari awal gue udah suka sama lo. Tapi ternyata lo suka sama orang lain. Gue selalu berusaha deketin lo tapi lo selalu ngehindar. Lo benci sama gue ya?"
Karina langsung menatap Jeno dan menggeleng. "Gue gak benci lo. Gue gak terlalu suka deket sama cowok yang udah punya pacar," cicit Karina. Tak hanya Jeno saja yang Karina hindari bahkan setelah tahu jika Soobin mempunyai pacar pun Karina langsung menjaga jarak. Karina memiliki kenangan buruk dengan teman lelaki yang mempunyai pacar itu sebab nya dia selalu membatasi diri.
"Jadi karena itu lo ngehindar. Harusnya gue jelasin ke lo dari dulu tentang hubungan gue sama Shuhua biar lo gak ngindar terus."
"Udah ya Jen berhenti disini gue mau kuliah." Karina dengan cepat langsung menaiki motor nya dan menyalakan nya meninggalkan Jeno yang terdiam melihat Karina semakin jauh.
"Tadi gue udah ungkapin perasaan gue tapi Karina gak jawab sama sekali ini gue di tolak atau gimana," monolog Jeno kemudian kembali masuk kedalam rumah untuk memanggil Hyunjin agar berangkat bersama.
Bohong jika Karina tidak perduli dengan perkataan Jeno. Karena Karina tidak sebodoh itu dia juga mengerti perhatian Jeno selama ini kepadanya. Tapi Karina lebih memilih pura-pura tidak tahu karena sejujur nya Karina tidak memiliki perasaan apapun untuk Jeno. Tapi setelah pengakuan Jeno tentang perasaan nya secara gamblang Karina juga bingung harus bersikap bagaimana. Dia tidak mungkin berpura-pura lagi tidak tau bertemu Jeno pun pasti akan terasa canggung.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.