Jadi Horor

575 71 3
                                        

Minggu-minggu horor karena uas sudah berlalu. Hari senin mereka semua kompak berdiam di rumah tidak ada yang pergi ke kampus. Bersyukur nya tiap malam begadang belajar bersama membuat nilai mereka memuaskan tidak ada yang perbaikan bahkan diantara mereka sudah bimbingan dengan dosen pa nya tinggal pulang kerumah saja. Kalok kata Haechan saat ini adalah minggu santai untuk hibernasi. Kini mereka semua berkumpul bersama di ruang tengah menunggu Nagyung dan Hyunjin yang menyiapkan sarapan.

"Kalian pernah merinding nggak sih ama pohon di halaman samping?" Heejin bertanya dengan suara pelan sudah mirip gumaman saja membuat Haechan yang duduk agak jauh dari nya harus meminta nya mengulang pertanyaa.

"Pohon itu serem Chan," ulang nya menunjuk pohon alpukat di halaman samping yang terlihat dari dalam rumah .

"Lo pernah liat sesuatu?" Karina bertanya was-was. Gawat jika rumah ini horor terpaksa Karina akan memilih pindah meskipun sudah nyaman.

"Kemaren gue jam 12 malem waktu mau ke kamar mandi liat putih-putih anjir," jelas Heejin membuat Yeji yang duduk paling ujung langsung berpindah ke tengah menyeruak antara Seoyeon dan Jeno.

"Yeji ini pagi hari gak bakal ada hantu," gerundel Jeno karena harus menggeser duduk nya yang udah pewe.

"Gue tu gampang takut Jen hehe."

"Tapi gue sering duduk di gazebo sana gak ada apa-apa kok," sanggah Sunwoo. Diantara mereka semua Sunwoo memang paling sering yang berada di halaman samping, udara nya sejuk katanya.

"Mungkin lo salah lihat Jin bisa jadi awal nya lo emang udah ngerasa merinding terus itu kayak bayang lo doang," sahut Jeno yang tidak mempercayai hantu.

"Gue juga pernah denger suara aneh ," celetuk Soobin membuat yang lain langsung diam. Kalau satu orang mungkin bisa salah lihat tapi kalau dua orang bukankah tanda-tanda.

"Seriusan?" tanya Haechan penasaran.

"Udah agak lama si waktu itu jam 3 malem gue haus terus kedapur tapi di halaman belakang berisik banget gue yakin kalian semua udah pada tidur waktu itu," Soobin sengaja menjeda ceritanya untuk melihat ekspresi teman-teman nya raut penasaran benar-benar dominan.

"Terus lo cek langsung?" Karina mencoba tetap tenang tapi dirinya juga sedikit merinding.

"Iya gue langsung cek."

"Terus lo liat apa hantu?" Yeji langsung memajukan tubuh nya saat bertanya bahkan dia dan Seoyeon sudah berpegang tangan erat.

Keadaan tiba-tiba hening mereka semua fokus menunggu kelanjutan cerita Soobin. "Pas gue liat ternyata tupai." greget dengan cerita Soobin yang diluar ekspetasi Yeji langsung maju memukul Soobin diikuti oleh Heejin dan Karina.

"Soobin kampret gue kira lo liat hantu," umpat Seoyeon kecewa.

"Aduh aduh ampun Ji, Jin sakit woy!!" pukulan dua cewek itu rupanya kuat juga sampai membuat Soobin meringis kesakitan.

"Sia-sia waktu gue denger cerita lo," dengus Haechan.

"Biar tau rasa," geram Heejin melipat kedua tangan nya.

"Anjjjng si Soobin gue kira liat hantu beneran," umpat Jeno.

"Heh heh ada apa ini kenapa ada kekerasan Yeji Heejin berhenti" lerai Nagyung yang baru saja selesai memasak.

Nagyung dan Hyunjin membawa masakan dari dapur dan meletakkan nya di tengah-tengah mereka semua.

"Wih menu pagi ini sambal telor," ujar Haechan antusias.

"Soobin iseng banget ngibulin kita semua," rengek Heejin pada Nagyung.

"Udah sekarang sarapan dulu biar tambah kuat mukul Soobin," sahut Hyunjin ikut bergabung bersama mereka.

Ruber 00lTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang