15 - Nikitheís

4 3 0
                                        

Sudah satu minggu lebih sejak Igvir mengamati Allandor. Selama itu pula, terjadi banyak perubahan lanskap di kedua sisi dari perbatasan. Treaston dan Allandor kini ibarat koloni lebah dan tawon yang hendak

Tak terhitung berapa jumlah makhluk hidup yang ada di sana. Rasanya bahkan... lebih besar dari pertempuran-pertempuran sebelumnya—walau faktanya justru berkata sebaliknya. Pertempuran yang belum dimulai itu kemungkinan besar akan terjadi di Dataran Esmeuse, wilayah tersebut tidak lebih besar dan luas dari yang pernah terjadi di Korrona. Dataran yang diapit oleh Pegunungan Tisford itu juga dikelilingi oleh hutan yang tersebar luas. Bahkan, untuk telinga jeli seperti makhluk berbulu, tak heran jika terkadang mereka dapat mendengar suara riuk laut yang berada di balik gunung di sisi selatan. Perpaduan antara panasnya hawa laut dan ademnya pegunungan tidak akan pernah bisa menyatu seperti air dan minyak.

Saat ini, Igvir sudah bersiap di gerbang perbatasan. Di kejauhan, ada pertemuan yang terjadi antara Jenderal Selena dan Ehlark. Situasinya kurang lebih seperti sesaat sebelum pertempuran di Korrona terjadi, di mana sebuah negosiasi dibicarakan. Tetapi tidak pernah ada solusi yang tercipta, sehingga perang tetap saja terjadi. Kedua pemimpin itu sama-sama dominan, dan tidak akan pernah mendapat jalur tengah. Situasinya memanas saat itu juga. Kedua belah pihak menyiapkan dan mengerahkan tentara, yang satu menyerang, dan yang satu lagi bertahan.

Pada saat yang sama, Audr masih mencari tahu bagaimana caranya untuk menyembuhkan kondisi yang sedang dihadapi oleh Elsa. Hutan Hermifell tidak banyak membantu kondisinya meski apa yang sudah terjadi di Allandor tempo lalu. Selalu ada saja hal yang tidak beres menghampirinya. Dan karena ada pertempuran akan segera terjadi, dan Elsa tidak diperbolehkan untuk ikut berjuang bersama Allandor, maka Audr harus tetap membuat Elsa jauh dari Hutan Hermifell selagi dia tidak bisa mengawasinya. Satu-satunya hal yang bisa Audr sarankan kepada Elsa mungkin adalah untuk berjalan-jalan agar tetap bisa berfokus pada dirinya sendiri. Saat ini Audr masih mencurigai bahwa bahkan apa yang telah terjadi pada Elsa di Allandor masih belum menuntaskan masalahnya. Justru, jika intuisi Audr benar, maka ada masalah yang lebih besar lagi yang akan datang.

~ a i d ó n i ~

Sementara persiapan selesai, seorang kapten kembali dengan buru-buru dan gelisah. Wajahnya pucat seperti ingin muntah. "Jen... Jenderal!" Ujarnya sekuat tenaga, dia berusaha untuk menjaga ekspresinya sebaik mungkin di hadapan sang jenderal. Namun kedua tangannya menempel pada perut seperti lem itu menyimpulkan sebaliknya.

"Kapten," Selena menoleh. "Semuanya sudah siap?"

"Si-siap, Jenderal!" Ujarnya tegas, namun ekspresi itu kembali loyo. Kemudian kapten itu menambahkan, "Lapor, Jenderal. Para tentara mengalami mual-mual dan halusinasi!"

"Mual-mual dan halusinasi?" Ulangnya dengan heran, dahinya mengernyit. "Siapa saja?"

Ekspresi yang pucat dan tubuh sempoyongan itu berusaha untuk menahan apa pun yang ingin mengoyak keluar dari tubuh malang itu. "Ha... Hampir semua, Jenderal!" Ujarnya susah payah.

Selena mengalihkan tatapannya pada tentara-tentara di batalion terdepan dengan lebih cermat, kali ini dengan menggunakan teropong yang ada di mejanya. Setelah beberapa saat, benar saja jika jalan mereka terlihat seperti orang yang sedang mengalami diare. Apa yang membuat mereka seperti itu?

Menyadari itu, Selena tidak ingin hal sepele tersebut membuat fokusnya teralihkan. "Info diterima. Lanjutkan persiapan, kita akan menyerang."

Kapten itu semakin pucat. Itu jelas bukan jawaban yang ingin dia dengar. Dengan berat hati, kapten itu kembali maju ke garis depan.

Selena tidak membuang banyak waktu, dan kali ini pula dia tidak akan menganggap remeh setiap pertempuran yang akan dia hadapi. Semua sumber daya yang dapat dia manfaatkan sudah dia gunakan, dan sekarang sebagian besar batalion tentaranya sudah berada di masing-masing posisinya. Pertemuan singkatnya dengan Ehlark siang ini tidak menuntaskan apa pun—tentunya—dan Allandor menolak untuk tunduk pada Treaston. Maka sore ini pula Selena akan menyerang dan menggempur Allandor habis-habisan. Malam akan ditutup dengan runtuhnya Allandor kepada Treaston.

The Nightingale WhisperersCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang