Audr memulai kembali di Dataran Tinggi Lanisol, menyebar sedikit jejak sihir menuju tempat tujuan selanjutnya. Tempat kedua yang dia tuju adalah perbatasan wilayah Qionh di selatan Sungai Macatrie. Dari sana, Audr bisa mengecoh Elite Thirteen untuk berpikir bahwa dia dan Elsa mencari tempat perlindungan di sana.
Setelah selesai menjelajah untuk sebentar waktu, Audr kemudian berteleportasi kembali ke Kepulauan Balbiens di Arhafél. Cukup jauh, namun jika umpan ini dimakan oleh Elite Thirteen, maka jejaknya bisa dibuat berakhir di sana.
Di sisi lain, Elite Thirteen ternyata mampu mengendus jejak itu lebih cepat dari dugaan Audr. Aelis yang pertama menemukan jejak milik Audr di Qionh, lalu mengikutinya dengan cepat sembari memanggil Griselda dan Valgard.
Dengan demikian, lokasi luas Arhafél menjadi tempat perburuan ketiga Elite Thirteen kepada Audr.
Walau sebenarnya Griselda memiliki kesempatan yang besar untuk menangkap Audr dengan Valgard dan Aelis, namun sepertinya berburu sendiri lebih memperbesar kesempatan untuk mendapati Audr lebih cepat.
"Mari kita berpencar," ujar Griselda selagi dalam pengejaran. "Kesempatan kita akan lebih besar jika kita bisa menyergapnya daripada mengejarnya bersama-sama."
Hanya saja, satu hal yang Griselda tidak tahu dengan rencananya ini adalah; Valgard bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk berbicara dengan Audr dengan sedikit tipuan sederhana yang bisa dia gunakan untuk mengelabui Griselda dan Aelis.
Namun, seperti makhluk hidup lainnya, Audr juga merasa lela—terutama setelah melakukan banyak teleportasi dalam jangka waktu yang berdekatan.
Valgard memanfaatkan kesempatan ini untuk berbicara dengan Audr. Dan setelah pengejaran yang tidak lama dan mengecoh Griselda dan Aelis, Valgard tiba di sebuah pulau yang cukup dia kenal.
Audr berhenti di Pulau Clario, pulau yang sama dengan Akademi Palawan mulanya berada.
Dari kejauhan, Valgard menemukan Audr yang sudah terduduk, seolah menanti kedatangan Elite Thirteen. Makhluk itu terduduk di sebuah batu di retakan dua pemandangan. Hijau dan tandus.
Valgard lalu berjalan ke arah Audr.
~ a i d ó n i ~
"Aku ingat ketika bertempur di sini," Valgard membuka mulutnya ketika berada sudah cukup dekat dengan Audr.
Audr yang tidak bergeming masih duduk di atas batu itu dengan tenang, hanya kepalanya saja yang mengikuti gerak tubuh Valgard yang semakin dekat.
"Ya, itu sangat disayangkan. Padahal tempat ini cukup indah." Audr lalu mengambil debu tandus di tanah, kemudian berdiri.
"Hmm? Bagaimana kau tahu?"
"Katakan saja aku juga ada di sana pada saat itu... hanya saja melalui mata orang lain."
"Dream walker," tebak Valgard. Dia memang memahami sedikit ilmu sihir langka. Dan Dream walk adalah salah satu ilmu sihir yang sulit untuk dipelajari, apalagi dikuasai. Sehingga ini hal yang cukup mudah untuk ditebak.
"Baguslah kalau kau tahu, aku tidak perlu menjelaskannya lagi kepadamu." Setelah menatap ke arah debu hitam yang dia pegang, dia menjatuhkan debu itu lalu menatap kembali Valgard yang kini sudah berdiri di samping sebuah pohon. Dengan satu gerakan cepat, Audr menciptakan sebuah pedang di tangannya. "Aku akan membunuhmu jika perlu."
Dengan satu gerakan, sebuah gelembung muncul dan memerangkap mereka berdua di dalam sana. Ini adalah satu ilmu sihir yang cukup kuat dan hanya dikuasai oleh beberapa orang saja. Di dalam gelembung itu, mereka tidak akan terpengaruh oleh waktu dan ilmu sihir tidak akan bekerja seperti biasa. Dengan kata lain, Audr telah mengunci dan memberhentikan waktu di luar gelembung tersebut, sehingga ini bisa membantunya untuk mengalahkan satu persatu ketiga Elite Thirteen secara bergantian di dalam gelembung.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Nightingale Whisperers
Fantasía[Book Three: The Chosen Saga] [a i d ó n i] [proses revisi] [Complete] [harap membaca The Runaway Chosen & The King's Move terlebih dahulu] . ::.. Korrona runtuh, pada akhirnya. Hal itu tidak dapat dielakkan. Sudut Nazrrog semakin menyempit selagi K...
