13 - Simeío

5 3 0
                                        

Dua malam sejak pertemuan terakhirnya dengan Elite Thirteen, hari ini Valgard bersama Griselda dan Aelis berangkat untuk melakukan misi pengintaian di garis terdepan sepanjang jalan tentara Treaston menuju Allandor. Ada beberapa titik yang harus mereka awasi, seperti desa-desa di sekitar Lemah Esmeuse, dan lembah itu sendiri. Jenderal Selena hanya menugaskan Griselda untuk mengintai dari kejauhan dan memastikan bahwa situasi di sepanjang jalan itu wajar sebagaimana mestinya. Sehingga, mereka tidak diperbolehkan untuk melakukan kontak apa pun dan dengan siapa pun terhadap tentara maupun warga sekitar.

Orndell menjadi tempat pertama yang harus diawasi. Pertemuan ketiga Elite Thirteen berlangsung di gurun di sekitar perbukitan yang mengitari desa tersebut. Beberapa ribu pasukan sudah melintasi Orndell dan sekarang sedang melanjutkan perjalanannya ke Inva Anore, dan beberapa lainnya yang baru saja tiba masih beristirahat di desa tersebut.

Di kejauhan, pemandangan serba hitam dan putih memenuhi daratan hingga garis cakrawala, seperti semut yang sedang mencari lahan santapan. Dari Hutan Hulmar hingga Fya Dorei, dari Orndell hingga Isllenor dan Inva Anore.

"Menurutmu kapan kita bisa menyerang Allandor?" Valgard melempar pertanyaan pada Griselda dan Aelis yang sedang mengamati pergerakan para pasukan dari kejauhan. Sejauh ini, tidak ada yang mencurigakan.

"Kemungkinan satu atau dua hari setelah batalion terakhir tiba di Siln Lenora," Griselda memberi jawaban tanpa mengalihkan tatapannya dari apa yang sedang dia perhatikan. Desa-desa yang tersebar di sepanjang perjalanan menuju Allandor memiliki peran untuk Treaston dan menjadi semacam titik peristirahatan untuk mereka sebelum melanjutkan ke titik selanjutnya.

"Tidakkah kau berpikir Lembah Esmeuse akan memperlambat mereka?" Valgard menunjuk ke satu arah yang spesifik di timur. Cakrawala di sebelah timur sedikit berbeda karena ada sesuatu yang lebih tinggi menutupinya. Pegunungan Tisford. Dari semua yang terpampang jelas, Valgard menunjuk ke satu-satunya arah yang menjadi celah untuk melewati pegunungan tersebut.

Aelis yang sedang berjongkok ikut memperhatikan apa yang baru saja ditunjuk oleh Valgard, lalu berdiri. "Kukira mungkin itulah sebabnya desa-desa itu menjadi titik istirahat mereka. Kurasa seperti yang mereka lakukan ketika menjajah Kerajaan Saera bertahun-tahun lalu," kedua tangannya turut bergerak selagi menjelaskan.

"Aku setuju dengan apa yang dikatakan oleh Aelis," Griselda memberi pendapat, lalu menatap arah itu secara singkat, "Jenderal Selena atau Penasihat Rhazien seharusnya sudah memperkirakan hal tersebut. Mungkin itu juga yang menjadi alasan mengapa batalion-batalion dikirim secara berkala."

"Begitu." Valgard mengangguk-angguk dan melipat tangannya di depan dada, kemudian kembali menatap Orndell. "Apa yang perlu kita awasi di sini?"

"Apa saja. Aku hanya ingin memastikan bahwa semuanya berjalan dengan lancar."

Setelah kalimat dari Griselda, ketiganya mulai mengawasi desa dari dekat—tentunya dengan penyamaran sederhana. Suasananya kurang lebih sama seperti yang diinginkan oleh Griselda. Satu hal yang terlihat berbeda hanyalah absennya sebagian besar dari penduduk lokal. Namun tentu saja, itu adalah bagian yang bisa mereka lihat, pendapat dari ketiga orang tersebut pastinya akan berbeda-beda.

Setelah selesai di Orndell, Griselda membawa Valgard dan Aelis ke Isllenor, lalu ke Fya Dorei, dan yang terakhir Inva Anore. Pertemuan terakhir terjadi di kaki lembah Esmeuse. Di sana, mereka mendiskusikan kembali apa yang masing-masing mereka lihat di setiap desa yang mereka awasi.

Valgard yang terakhir datang ketika Griselda dan Aelis berada di tengah perbincangan.

"... lebih dari itu, kurasa tidak ada yang mencurigakan." Aelis menutup pendapatnya, lalu mendapati Valgard sudah datang.

The Nightingale WhisperersCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang