Ada empat lembar kertas mantra teleportasi yang diberikan oleh Valgard pada Ernkar, dan tujuannya ada lebih dari jumlah yang diberikan. Oleh karena itu, Ernkar harus mencari cara agar empat lembar itu dapat digunakan dengan maksimal. Ernkar pergi beberapa saat setelah Valgard, dengan harapan dapat mempermudah perjalanannya nanti, sekaligus mendapatkan arahan mengenai situasi yang akan dia hadapi.
Lembar pertama digunakan untuk berteleportasi ke Isllenor, dan tersisa tiga lagi. Pohon-pohon tinggi yang berukuran raksasa menyambutnya. Selain cahaya bulan yang menerangi, masih ada beberapa rumah di antara pohon-pohon tersebut yang masih menyalakan lampu.
Namun, situasi yang sedang dihadapi Ernkar sedikit berbeda dari yang dia bayangkan. Keadaan di Isllenor sangat tenang seolah tidak akan ada hal apa pun yang drastis yang akan terjadi. Perjalanannya pun dimulai dengan banyak pertanyaan, namun dia tidak punya waktu untuk memikirkan hal tersebut.
Setelah menyusuri jalanan yang dipahat di sisi-sisi pohon hingga menemukan tempat yang masih terlihat sibuk di antara tempat-tempat lain yang sudah sunyi. Ada cukup banyak elf yang sedang melakukan sesuatu, juga ada banyak gentong yang terjajar rapi di dalam hingga luar tempat tersebut.
Tempat itu adalah kedai minuman, tentu saja jika akan selalu ramai. Bedanya, Ernkar merasakan sesuatu yang berbeda dari kesibukan yang sedang terjadi. Tempatnya terlalu ramai dengan para pekerja yang sedang mengangkati gentong dibandingkan pelanggannya yang tidak seberapa. Apa yang sedang terjadi? Hal tersebut mendorongnya untuk memasuki tempat itu dan mencari tahu apa yang sedang terjadi.
Ernkar masuk dan mengamati bagaimana gentong-gentong itu ditata dengan rapi. Hampir setiap gentong dicap dengan tulisan yang sama. Namun benar, hanya ada satu jenis minuman yang disukai para tentara di Nazrrog: bir.
"Halo, selamat datang di kedai minuman kami," sambut pelayan yang sedang menata gelas kayu di meja. Ernkar duduk tepat di seberang pelayan itu tanpa membuka tudung kepalanya. "Mau pesan apa?"
"Ya, satu gelas bir."
"Satu gelas bir segera datang!" Elf tersebut dengan lihai mengambil satu gelas di ujung dan mengisinya dengan bir dari gentong, lalu kembali pada Ernkar.
"Hei, bolehkah aku bertanya sesuatu?"
"Bertanyalah, nak! Di sini tidak ada tanda larangan untuk bertanya!" elf mabuk yang berada dua kursi darinya berteriak dengan semangat, lalu kembali menenggak minumannya dengan rakus.
"Pulanglah, Aias. Kau sudah terlalu mabuk untuk meneruskan minumanmu." Pelayan itu tersenyum, lalu pandangannya beralih ke arah lain. "Feno! Bisakah kau antar Aias kembali ke rumahnya?"
Ernkar menenggak bir di gelas yang baru saja datang, namun tidak banyak.
"Tentu, Galan. Aku akan mengantarnya pulang setelah mengantarkan gentong terakhir."
"Maafkan saya mengenai kekacauan yang sedang terjadi ini. Seperti yang baru saja dikatakan oleh Aias, Anda boleh bertanya apa pun karena kedai minuman adalah tempat untuk mencari informasi. Jadi, tanyakan!"
"Aku bertanya-tanya apa yang sedang terjadi di sini. Semua rumah tampak sepi, namun hanya kedaimu saja yang masih terlihat sibuk meski ini sudah hampir pagi dan pelangganmu tersisa beberapa orang saja."
Pelayan yang bernama Galan itu tersenyum simpul sembari meraih gelas lain yang masih basah dari ember yang berada di samping, kemudian mengelapnya dan menaruhnya dengan rapi di hadapannya.
"Dari pertanyaanmu itu, saya yakin Anda bukan berasal dari sini," pelayan itu menyimpulkan, lalu matanya memperhatikan Ernkar dengan kilat. "Apa Anda salah satu warga sipil yang melarikan diri dari Korrona setelah perang yang terjadi?"
KAMU SEDANG MEMBACA
The Nightingale Whisperers
Fantasy[Book Three: The Chosen Saga] [a i d ó n i] [proses revisi] [Complete] [harap membaca The Runaway Chosen & The King's Move terlebih dahulu] . ::.. Korrona runtuh, pada akhirnya. Hal itu tidak dapat dielakkan. Sudut Nazrrog semakin menyempit selagi K...
