08 - Orgisménos

9 4 0
                                        

Elsa dengan mengejutkan menyetujui ajakan Igvir, dan mereka bertiga berangkat dengan bantuan sihir teleportasi Audr.

Di Allandor, mereka bertiga pun disambut dengan baik dan diterima oleh pihak kerajaan karena sebelumnya Igvir pernah datang untuk mengirimkan pesan dari Xosova. Dan dengan kedatangannya kali ini, pihak Allandor cukup antusias untuk mendengarkan apa yang ingin disampaikan oleh Igvir. Meski demikian, kesan yang kurang enak tetap saja dapat tercium oleh Igvir karena membawa Elsa dengannya.

"Jenderal Igvir! Senang bisa bertemu dengan Anda lagi," sambut seorang elf gagah, ditemani seorang elf yang lebih tua. Itu Ehlark—raja Allandor, dan Elrad—ayahnya, yang pernah ditemui oleh Igvir saat mengirim pesan dari Valddhor.

"Raja Ehlark," balas Igvir sembari memberi hormat ala kaum berbulu.

"Saya terkesan dapat melihat kalian lagi di sini," ujar sang raja, lalu menoleh ke makhluk yang tidak asing di sebelah Igvir. "Audr, benar?"

"Benar," timpal Audr. Audr sudah pernah bertemu dengan Ehlark di pertempuran Korrona, dan mengingat kemampuannya dengan baik.

"Setelah perjuangan kita, patut disayangkan bahwa Korrona jatuh ke tangan Treaston," Ehlark berpendapat. "Dan kau... makhluk yang hebat. Aku harap kau tahu harus berpihak kepada siapa."

Kalimat itu seperti sebuah ancaman, namun Audr tahu maksud baik dari apa yang dikatakan oleh Ehlark.

Kemudian, tatapan raja itu beralih pada elf yang berada di balik tubuh Igvir. "Elincia," ucapnya, bahkan Ehlark dapat mengenalinya tanpa melihat siapa sosok itu. "Aku diberitahu bahwa kau sekarang sudah menjadi murid dari Jenderal Igvir, "katanya, namun ada rasa ketidakpercayaan yang masih tersisa, lalu melanjutkan, "Aku harap Jenderal Igvir sudah melatihmu dengan baik."

Elsa tidak menjawab dan hanya terdiam di balik tubuh itu.

"Aku harap juga begitu," timpal Igvir dengan senyuman simpul. "Kedatangan kami kemari bukan dari utusan siapa pun, kami ingin menilik situasi di Allandor."

"Benar!" Ehlark mengacungkan tangannya, lalu mulai berjalan. "Ayo, mari kita berjalan terlebih dahulu."

Setelah berjalan beberapa menit, Igvir memulai kembali perbincangan yang sempat terhenti. "Raja, saya akan ke inti permasalahan mengenai tujuan saya kemari."

"Tentu," kata Ehlark sembari melirik ke belakang. "Saya ingin mendengarnya."

"Setelah runtuhnya Korrona, saya telah mengintai garis depan untuk beberapa saat. Dan kalau dugaan saya benar, Treaston akan melanjutkan penaklukkannya ke Allandor."

Igvir menyadari kegelisahan yang tercipta dari gerakan tangan Ehlark. Hal ini seperti sebuah pukulan telak pada Kerajaan Allandor bahwa mereka tidak akan bisa mempertahankan wilayahnya seperti yang terjadi pada Xosova maupun Korrona. "Saya menyadari hal itu," katanya, "Namun saya takut bahwa kami tidak dapat melakukan apa pun selain mengulur waktu sembari memperkuat pertahanan tembok perbatasan." Ehlark menghela napas yang terdengar seperti sebuah kekecewaan. "Kami hanya memiliki sisa tentara yang tidak banyak, dan pihak aliansi tidak bisa mengirim bantuan karena kuota yang mereka sediakan sudah habis setelah pertempuran pertama di Korrona."

Percakapan itu terhenti lagi selagi kaki mereka tetap melangkah lebih jauh. Beberapa meter di belakang mereka, penjaga mengikuti dengan teratur untuk melindungi sang raja dari bahaya apa pun yang bisa mengancam. Keheningan itu juga menandakan bahwa mereka semua sedang merenungi apa yang akan terjadi, bukan yang sudah terjadi.

Sedikit yang mereka tahu, Elsa turut gelisah selama perjalanan itu, namun dia menutupinya dengan baik, bahkan hingga mereka sampai di sebuah pohon yang besar di ujung sebuah bukit. Matahari sudah mulai turun di ujung barat, dan lampu-lampu yang berada di pinggiran jalan setapak itu mulai dinyalakan satu per satu.

The Nightingale WhisperersCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang