Matahari menelisik di celah korden yang menutupi jendela, seorang gadis menggeliat pelan merasakan bagian pinggangnya tertimpa sesuatu. Membuka mata perlahan yang pertama kali ia lihat adalah wajah tampan yang masih terlelap damai dengan bibir merah yang tertutup rapat.
Betapa tampannya wajah Na Jaemin di pagi hari, mau diposisi seperti apapun ketampanannya tidak akan berkurang sedikitpun. Gadis bertubuh tambun yang Jaemin peluk erat dalam tidurnya terkekeh melihat mata indah itu menyipit terkena sinar matahari pagi.
Tangan gembul itu terulur mengelus pipi tirus nan mulus milik pria tampan paripurna bermarga Na yang masih mempertahankan pejaman matanya. Perlahan pria itu menghela napas dalam tidurnya dan sedikit menggeliat. Mata indah dengan bulu mata panjangnya terbuka dan langsung menangkap senyum ramah sang gadis yang semalam tidak menolak permintaan anehnya.
Jaemin tersenyum hangat. "Morning babe," ujarnya manis memajukan wajah mencium bibir gadis itu. Namun dengan cepat gadis gempal di sebelahnya mendorongnya sedikit sehingga kecupannya tak berlangsung lama. Jaemin mengerutkan kening tanda bingung.
"Jangan, aku belum sikat gigi dan juga lihat wajahku kusam. Tidak seperti dirimu yang bercahaya." Ungkap gadis tersebut sembari menutup mulutnya rapat menggunakan kedua tangannya.
Bukan Na Jaemin namanya jika tidak berbuat hal aneh - aneh. Ia menyingkirkan kedua tangan gadis itu kemudian tanpa berlama - lama langsung melumat dalam bibir Jiya sampai gadis itu memekik agak keras.
Jantung Jiya berdebar, antara takut jika Jaemin kecewa karena dirinya yang tidak sempurna di pagi hari maupun perasaan aneh yang menggeliat di perutnya kala Jaemin menyesap dalam bibir dan lidahnya.
Pasrah dengan kelakuan Jaemin, gadis itu memejamkan mata mengikuti alur yang diberikan pria yang sedang menggebu gebu di pagi hari. Kedua tangannya melingkar di leher Jaemin yang ciumannya makin turun dan menyesap leher gadis itu.
"Pleasee, jangan." Tangan Jiya menahan pergerakan kepala Jaemin yang makin kebawah. Pria ini sungguh berbahaya.
Seakan tuli Jaemin tetap melancarkan aksinya, tangannya melepas kancing piyama Jiya satu persatu sehingga belahan itu mulai terlihat. Gadis yang mati - matian menyadarkan diri itu menggeleng kuat sembari memundurkan badannya. Mata sayu Jaemin menatap gadis itu dengan wajah penuh permohonan.
"Please," lirih pria yang sekarang berlagak seperti kelinci manis. Memejamkan mata kuat - kuat Jiya menghela napas sepanjang mungkin. Ia tidak boleh segampang itu melakukan hal lebih dengan Jaemin. Bukankah itu tidak baik? Bahkan setiap selesai berciuman meskipun ia merasa bahagia masih terbesit rasa bersalah di hati terdalam.
Kepala Jiya menggeleng pelan, sebagai isyarat Jaemin tidak boleh melakukan hal lebih padanya. Pria itu mendengus kecil, sedikit kecewa.
"Aku tidak mau, sepertinya apa yang sudah kita lakukan benar - benar tidak baik." Suara gadis itu memelan melihat wajah kecewa Jaemin yang tercetak jelas.
Bagaimanapun juga Jaemin juga tidak boleh egois, ia sering mengedepankan nafsu. Entah mengapa melihat Jiya ia sangat bernafsu, bahkan saat mendengar suara gadis itu. Baginya apapun yang keluar dari mulut Jiya seakan suara seruling indah baginya. Namun, ia juga harus menghargai wanita itu.
Direngkuhnya tubuh berisi Jiya sembari mengelus pelan kepala gadis itu. "Maaf, aku selalu tidak bisa menahannya. Maaf," lirih Jaemin.
Helaan napas lega terdengar dari mulut gadis itu, ia menepuk nepuk pelan punggung Jaemin sambil menikmati pelukan erat di pagi hari yang diberikan oleh pria di sebelahnya.
"Aku mohon padamu"
Jaemin mengerutkan kening sembari melonggarkan pelukannya kala sang gadis bersuara, ia menatap dalam manik mata bulat milik Jiya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Are You Sure? || FF NCT NA JAEMIN || END
FanfictionSetiap orang pasti memiliki cerita cinta, namun logis kah jika orang dengan fisik sepertiku menerima cinta dari seseorang dengan visual diatas rata - rata? Kim Jiya Na Jaemin 🐰 Are You Sure 🐰 ©RamadaniWna