Part 3

1.5K 194 91
                                        

Rosie memasuki Pesawat maskapai penerbangan Korean Air, siang itu bandara dan penumpang yang sepesawat dengannya terbilang cukup sepi, mungkin karena bukan masa liburan. Tak lama duduk di seatnya seorang pramugari muda bername-tag Lia agak terkejut saat melihatnya lalu dengan cepat tersenyum dan membungkukan badannya. Rosie yang melihat itu juga tersenyum dan membungkukan sedikit badannya.

“Selamat Siang nyonya Kim kita bertemu lagi, apakah perjalanan anda ke Australia menyenangkan?”

“Nyonya Kim? Uhm maaf sepertinya anda salah, marga saya Park.” Ucap Rosie.

“Oh iya tentu saya ingat, tetapi dengan menikahi nyonya Kim Jisoo membuat anda memiliki marganya juga bukan?”

“Kim Jisoo? Sebentar.. apakah anda mengenal saya?” tanya Rosie ragu.

Pramugari bernama Lia itu sedikit tertawa, “Tentu, istri anda sangat terkenal saat ini, bagaimana bisa kami tidak mengenali istri calon orang nomor satu di kota Incheon? Lagipula ingatanku sangat baik nyonya aku masih bisa mengingat wajah penumpang pesawat ini bahkan dari 9 bulan yang lalu.”

Rosie tak bisa berkata kata saat mendengar penjelasan dari Lia, dia hanya bisa tersenyum kecil.

“Semoga penerbangan anda kali ini nyaman, jika membutuhkan sesuatu anda bisa memanggil kami.”

“Terimakasih… uh.. Lia..” ucap Rosie sambil melihat name tag di dada sebelah kiri sang pramugari. Lia tersenyum dan membungkukan badan lagi dan berlalu dari hadapan Rosie.

Kim Jisoo? Orang nomor satu? Apa pramugari itu bercanda dengan ku? Ucap Rosie dalam hati. Karena masih menunggu Rosie memutuskan untuk membuka internet dan memasukkan nama kim Jisoo dan incheon di kata mencarian, dari situlah dia menemukan fakta bahwa saudari kembarnya menikahi salah satu orang berpengaruh di Korea.

Entah apa yang akan dikatakannya nanti kepada mereka, perjalanannya ke korea kali ini akan menjadi perjalanan yang berat.

***

Keesokan harinya tak secerah kemarin, sejak pagi langit abu abu bergemuruh disertai hujan yang cukup deras.

Karena cuaca di luar siang ini tidak begitu baik, Bibi Han dan Suzy berada di ruang keluarga menonton Tv sambil menemani Winter menyusun lego yang dibelikan oleh Jisoo beberapa hari lalu.

“Winter sayang legonya dibikin apa itu?” tanya Suzy

“Chikin glandma hihihi..”

“Pinternya.. cucu grandma.. sini grandma bantuin biar chikinnya warna warni.” Ucap Suzy sambil memilihkan lego untuk Winter. Tiba tiba bibi han menyela.

“Aduh buu.. kecelakaan lagi.. pasti karena hujan badai ini..” ucap Bibi han dengan nada kuatir, Suzy yang mendengar itu langsung menoleh ke arah Tv yang sedang menampilkan headline news tentang kecelakaan yang baru saja terjadi.

“Coba besarkan sedikit volumenya Bi.”

… Kecelakaan yang terjadi di perempatan jalan ini melibatkan sebuah taksi dan Truk. Dapat dilihat dari rekaman CCTV di lokasi kejadian Truk melaju dengan kecepatan cukup tinggi menerobos lampu merah lalu menabrak taksi yang sedang melaju didepannya. Kedua pengemudi dipastikan tewas ditempat sementara penumpang taksi di kursi belakang luka cukup parah, berdasarkan keterangan yang kami dapat di lapangan, korban selamat dalam keadaan kritis adalah Rosé Park istri dari calon walikota Incheon Kim Jisoo. Info seengkapnya akan blablablablabla…

Bibi Han dan Suzy terkejut mendengar berita itu. Oandangan mereka terpaku ke layar Tv yang menampilkan foto passpor dari Rosé dengan data diri yang di blur.

“Mommy..” ucapan Winter membuyarkan keterkejutan kedua orang dewasa ditempat itu. Suzy dengan sigap segera menelpon Jisoo. Setelah panggilan terjawab Suzy dengan panik segera menyebut nama Rosé dan menjelaskan berita apa yang baru saja ia dengar.

Love - RTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang