Part 9

1.3K 194 72
                                        

Semua anggota keluarga Kim plus Go Eun sudah berkumpul di ruang makan.

Junghyun yang sudah terlihat lapar bertanya pada anaknya. “Jisoo.. mana istrimu?”

“Wanita itu senang membuat semua orang menunggunya, dia pikir dia itu orang paling penting di rumah ini.” Ucap Somi kesal.

“Bersabarlah.. dia baru saja keluar dari rumah sakit.” Sahut Yeri.

“Kamu membelanya sekarang?” tanya Somi tak senang atas respon dari Yeri.

“Sudahlah.. bisakah kita makan siang dengan tenang?” ucap Suzy.

“Betul, perjuangan kita masih panjang dan beberapa minggu belakangan ini kondisi kita sudah cukup babak belur kelelahan dengan apa yang sudah terjadi.” Ucap Go Eun.

Tak lama Rosie datang ke ruang makan. “Maaf membuat kalian menunggu, aku baru saja menyuapi Winter dia agak rewel makan siang ini kata Bibi Han.” Ucapan Rosie membuat semua orang disana menatapnya aneh.

“Kamu memberinya makan?” tanya Jisoo

“Iya.. dan dia senang sekali, makanannya habis ga bersisa.” Ucap Rosie sambil tersenyum lalu ia melirik makanan di meja dan menambahkan. “Wah makanannya kelihatan enak.”

“Aku menyiapkan kesukaanmu.” Ucap Suzy.

“Ayam goreng?” tanya Rosie memastikan.

“Hahahaha.. kamu bercanda Unnie.. ayam goreng itu kesukaan kami.. kamu selalu diet tidak memakan daging.. kesukaanmu itu salad yang dibuat oleh Eomma.” Jawab Yeri sambil mengambil paha ayam.

Setelah itu keluarga Kim pun makan dengan tenang, namun ada seseorang yang sangat menderita karena hanya bisa memakan salad padahal tersedia makanan enak lainnya siang itu.

***

Setelah makan siang, Jisoo berdiskusi dengan Go Eun, Junghyun dan Jin mengenai pemilihan Walikota sedangkan Rosie memutuskan untuk tidur siang sebentar. Sore itu Jisoo kembali ke kamar, dia melihat Rosie tertidur di ranjang. Jisoo merebahkan dirinya di sofa karena tubuhnya lelah sekali.

Rosie mendengar suara di daoam kamar lalu ia membuka mata, ketika dia melihat Jisoo berbaring di sofa dahinya mengkerut.

“Jisoo.. apa ada yang salah?”

Dengan mata terpejam Jisoo menjawab. “Ada apa?”

“Apa yang kamu lakukan disitu?”

“Berbaring setelah meeting.. Memangnya mau ngapain lagi?”

“Maksudku kenapa kamu berbaring disitu?”

“Lebih nyaman disini, dalam setengah jam aku harus kembali ke kantor. Biarkan aku tidur sebentar.”

Rosie bangun dari tempat tidur lalu duduk dekat kaki Jisoo.

“Apa lagi sih.. apa sekarang aku tidak boleh tidur?” ucap Jisoo merasa terganggu.

Rosie berusaha menggenggam tangan Jisoo tapi Jisoo menghindarinya. “Kamu mau apa?”

“Aku mau berterimakasih.. kalau bukan karena dirimu, mungkin aku sudah meninggal.”

“Sudah tugasku bertanggung jawab atasmu, kamu masih istriku yang sah diatas kertas.”

“Tapi aku merasakan lebih dari sekedar rasa tanggung jawab Jisoo.. aku merasa dikasihi.. aku.. Aku merasakan cinta.”

“Rosé jangan membuat rumit.. kamu harusnya bisa membedakan mana cinta mana simpati.”

“Tapi aku benar benar merasakannya..”

Love - RTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang