Kamarku dan kamar Chanyeol berjarak sepuluh kamar anak-anak lainnya, biasanya anak-anak yang akan pergi diadopsi selalu tinggal selama satu hari lebih lama di panti untuk melepas rindu karena mereka tidak akan tahu kapan akan kembali bertemu lagi. Tapi kali ini berbeda, Chanyeol langsung disuruh masuk ke dalam kapal yang akan membawa mereka selagi para orang dewasa mengurusi hal-hal yang merepotkan.
Malam itu bulan bersinar malas-malasan di balik gumpalan awan kelabu, para bintang pun ikut tertidur lelap, lilin yang menerangi jalan ogah-ogahan menyala gara-gara embusan angin yang kencang. Dari jarak satu meter, ku lihat Chanyeol sedang duduk sendirian di dek kapal besar itu.
Tanpa membawa penerangan, aku berjalan menghampirinya.
"Chanyeol," aku memanggilnya, dia langsung menoleh tak senang.
"Ngapain kau ke sini? Mau merusak suasana hatiku dengan wajah jelekmu itu, hah?!" Chanyeol langsung berdiri dan melontarkan kata-kata jahatnya.
"Park Chanyeol."
Dia melompat keluar dari kapal itu, memungut ranting di tanah dan berjalan ke arahku.
"Sini ku kasih hadiah perpisahan, Sial."
Chanyeol menunjuk-nunjuk dahiku dengan ranting itu, seperti mau menunjukkan bahwa aku ini tikus dan dia adalah raja hutan yang berkuasa, kasta kita berbeda, padahal setengah jam yang lalu kita baru saja makan di meja yang sama.
Mungkinkah... Chanyeol terlalu bodoh untuk bisa mengerti hal sesederhana itu? Atau aku yang terlalu genius hingga tak bisa dibandingkan dengan anak-anak seusiaku?
"Kenapa kau senyum-senyum begitu? Sinting, ya? Berhenti tersenyum, gigi jelekmu itu mengganggu pandanganku-aarghhhhh!"
Dia, Chanyeol, memegangi sebelah wajahnya, tepat dimata kirinya, yang baru saja aku tusuk dengan pisau.
"Aaarghhhhhhhhhh! Mataku! Mataku! Jongdae sialan! SIALAAAN!"
Dia melompat-lompat seperti babi gila, berteriak-teriak histeris sambil memakiku. Padahal aku membantunya agar selamat. Tapi... Apa gunanya jika hanya satu mata? Kan masih ada satu matanya yang lain.
Maka dari itu, sebelum para orang dewasa mendengar teriakan Chanyeol dan kembali, aku menusuk lagi sebelah kanan mata Chanyeol. Sekarang dia tidak berteriak-teriak dan kejang-kejang lagi, dia sekarang jadi lebih tenang. Mungkin besok dia akan berterima kasih padaku.
Di sini dingin, jadi aku memasukkan Chanyeol ke dalam kapal dan menyelimutinya.
"Istirahat yang nyenyak, ya." Aku mengelus rambutnya dengan puas. Aku pasti telah menjadikannya teman keduaku!
Lalu ketika aku keluar diam-diam dari dalam kapal aku justru tak sengaja bertemu dengan anak panti lainnya, dia Oh Sehun.
"Ngapain kau lihat-lihat aku begitu?" Sehun menghardik ku dengan tubuhnya yang merinding setelah melihatku, seakan aku adalah makhluk yang menjijikkan. "Minggir!"
Benar. Chanyeol mungkin sudah selamat, tapi mereka pasti akan mengambil anak panti lainnya sebagai pengganti Chanyeol. Ini sama saja dengan aku tidak menyematkan siapa pun, aku hanya mengganti korban mereka saja.
Jadi ku putuskan untuk mencukil kedua mata Sehun juga.
Dan semua mata anak-anak lainnya yang sedang tidur juga.
Dan mata para suster yang merawat kami juga ....
Malam itu, panti asuhan yang terletak di pulau terpencil itu penuh akan teriakkan bahagia para penghuninya. Semuanya berkat keberanianku.
"Chen ...."
Tinggal satu orang suster lagi yang belum aku cukil matanya, sebelum orang lain melihatnya, aku harus segera menyelesaikan tugasku.
KAMU SEDANG MEMBACA
REVERSE HAREM (EXO CHEN UKE) 🔞
Fanfiction🔞🔞🔞 AREA!!! ❥ Bagaimana jadinya jika satu orang uke manis yang keras kepala memiliki lebih dari satu kekasih yang super protektif? Kim Jongdae memiliki lebih dari seratus kisah dengan banyak lelaki yang begitu mencintainya. Bacalah kumpulan cerbu...
