🔞🔞🔞 AREA!!!
❥ Bagaimana jadinya jika satu orang uke manis yang keras kepala memiliki lebih dari satu kekasih yang super protektif? Kim Jongdae memiliki lebih dari seratus kisah dengan banyak lelaki yang begitu mencintainya.
Bacalah kumpulan cerbu...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
❥❥❥
Kim Jongdae terlahir dari keluarga sendok emas ditangannya, kedua orang tuanya tampan dan cantik, keduanya dari keluarga kaya dan terhormat, tetapi mereka selalu sibuk bekerja hingga jarang pulang ke rumah sampai berbulan-bulan. Jongdae terkadang merasa seperti bahwa dia tak memiliki orang tua.
Di rumahnya yang besar nan mewah yang berada dilingkungan elit, terasa dingin dan kosong, itu mengapa Jongdae lebih betah menginap di rumah temannya seperti Sehun atau Kyungsoo. Jongdae hanya akan pulang untuk mengambil pakaian atau barang-barangnya yang lain.
Sampai suatu hari, kedua orang tuanya yang Jongdae pikir sudah lupa jika memiliki anak itu pulang ke rumah, menyambut hangat dirinya yang baru saja pulang bimbel pukul sebelas malam, mereka memeluknya secara bergiliran, tersenyum lebar dan menanyakan tentang sekolah dan pertemanannya. Apa semua temanmu memperlakukanmu dengan baik? Apakah ada yang membuatmu kesal di sekolah? Apakah kamu sudah memiliki orang yang kau sukai? Bagaimana nilai rata-ratamu?
Tetapi karena sudah lama tak pernah bertemu apalagi berinteraksi dengan mereka, jadi rasanya canggung sekali mendapatkan perhatian seperti itu. Jongdae hanya merasa seperti tengah diperhatikan oleh orang asing dengan pertanyaan basa-basi.
Sampai keesokan harinya ketika dia turun dari lantai atas, orang tuanya masih berada di rumah, padahal dalam mimpinya pagi-pagi sekali mereka sudah sibuk mengemasi koper karena harus melakukan perjalanan bisnis atau konser apalah itu; lagi-lagi meninggalkannya sendiri.
Tetapi, sepertinya Tuhan tengah bermurah hati padanya kali ini. Jongdae berjanji akan melakukan banyak kebaikan lagi lain waktu.
"Jongdae?" panggil Yuri, "kemarilah, Nak. Ibu memasakkan makanan kesukaanmu." Sambil tersenyum lebar, Yuri yang telah rapi menyiapkan makanan dan tempat duduk untuk putra tunggalnya itu.
Jongdae menurut, mencuri pandang pada ayahnya yang duduk di meja seberang, sibuk dengan ponselnya.
Yuri mengambilkan banyak nasi dan lauk untuk Jongdae. "Ini, cobalah."
Mata Jongdae yang tadinya berbinar berubah muram, dia menatap Yuri kecewa. "Eomma, aku alergi udang." Jongdae hampir menyingkirkan piring berisi penuh udang goreng tepung tersebut dari hadapannya. "Dan aku tidak suka tepung sagu."