Ini adalah kali pertama Chen berada sedekat ini dengan manusia.
Saat itu Chen tidak berpikir apakah keputusannya menolong manusia ini benar atau kah salah, yang mermaid muda itu pikirkan hanyalah menyelamatkan nyawanya, jika tidak mungkin dia akan menyesal dan penyesalan tidak pernah mengubah apa yang telah terjadi.
Chen memeluk erat tubuh Chanyeol yang masih terikat tali, dia tahu bahwa pemuda manusia itu telah meminum banyak air dan tak lagi mampu bernapas, jika terus dibiarkan, sebentar lagi mungkin dia akan segera mati.
Chen tidak mungkin berenang secepat biasanya jika sambil membawa tubuh itu apalagi daratan masih terlalu jauh, dia juga tak mungkin membawanya ke atas permukaan laut karena manusia-manusia lainnya yang mengikat manusia ini mungkin akan melihat mereka.
Jadi Chen memutuskan untuk sementara memberinya napas buatan, melalui mulutnya, tetap berada dalam posisi seperti itu sembari berenang pelan-pelan menembus kuatnya ombak malam itu, menuju tepi pantai yang masih berjarak lumayan jauh. Beberapa kali pelukan Chen pada manusia itu hampir terlepas, apalagi laut yang telah banyak tercemar limpah dan dasarnya penuh sampah perabotan milik manusia, makin menyulitkan pergerakan Chen.
Entah berapa lama waktu yang Chen butuhkan, tapi setelah dia tahu mereka berdua sudah berjarak lumayan jauh dari kapal besar itu, Chen segera berenang naik ke permukaan, dia melepaskan bibir mereka, menarik tubuh manusia itu naik terutama kepalanya, agar dia bisa bernapas.
Tubuhnya lumayan berat, padahal dia hanya manusia biasa.
"Apa semua manusia seberat ini?"
Jika dibandingkan dengan Chen yang sejak lahir hanya makan beberapa hari sekali sampai membuat tubuhnya sangat kurus dan kecil, manusia ini pasti makan tiga kali sehari dengan macam-macam jenis hidangan yang berbeda.
Sementara Chen dan mermaid-mermaid lainnya, mereka hanya memakan ikan-ikan kecil yang sama kurusnya dengan mereka, itu pun tak setiap hari, kalau pun mereka menemukan banyak ikan, tak semuanya bisa mereka makan, karena mereka juga harus tetap menjaga ekosistem laut yang setiap hari semakin tercemar.
"Setiap hari kamu pasti makan-makanan yang enak, aku iri."
Chen membiarkan kepala manusia itu bersandar dipundaknya, dia berhenti sejenak untuk istirahat, tapi manusia yang dibawanya ini sudah tak sadarkan diri sejak tadi, jika terus berlama-lama di dalam air, mungkin dia akan terkena hipotermia dan mati.
"Manusia itu sangat serakah dan lemah." Chen kembali memeluk erat pinggang manusia yang dibawanya. "Setelah aku membawamu ke daratan, bayar pertolonganku dengan ikan-ikan segar, ya."
Lalu Chen kembali berenang, kali ini di atas permukaan laut sambil membiarkan manusia yang dibawanya itu berada di atas punggungnya dengan posisi terlentang, dengan begini, Chen bisa berenang dengan cepat dan tanpa harus ditemukan oleh seseorang dan manusia yang dibawanya pun dapat bernapas sendiri.
Setelah tepi laut tinggal berjarak satu meter lagi, Chen mengurangi kecepatan berenangnya, dia kembali memeluk manusia itu, bingung bagaimana caranya dia menaruh manusia ini ke daratan sementara air di sana semakin menyusut.
Maka muncul lah lampu dari atas kepala Chen, dia memiliki sebuah ide cemerlang.
Sambil memasang ancang-ancang, Chen berucap, "Satu, dua, tiii-" dan ketika manusia itu berhasil Chen lempar menuju daratan, Chen berteriak, "GAAA!"
Sayangnya idenya tak mendarat dengan benar, kepala manusia itu membentur pohon kelapa, dan tubuhnya terpental kembali ke dalam air, tepat di samping Chen.
Byurr!
"Haaah?"
Hari masih lah gelap gulita, bintang-bintang membentang menerangi langit malam, ketika melihat terangnya rembulan, Chen tersenyum optimis.
KAMU SEDANG MEMBACA
REVERSE HAREM (EXO CHEN UKE) 🔞
Fanfiction🔞🔞🔞 AREA!!! ❥ Bagaimana jadinya jika satu orang uke manis yang keras kepala memiliki lebih dari satu kekasih yang super protektif? Kim Jongdae memiliki lebih dari seratus kisah dengan banyak lelaki yang begitu mencintainya. Bacalah kumpulan cerbu...
