81. Reason for Breakup #BaekChen #JoyChen

155 8 0
                                        

***

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

***

"Lo demam, Joy?"

Gadis itu menoleh dengan wajah pucat begitu teman sebangkunya memanggil.

Dengan senyum yang dipaksakan. Joy menjawab, "Gue gak apa-apa, kok."

"Boong banget, sih, lo," sahut Wendy skeptis.

Lagi pula siapa juga yang akan mempercayai orang yang tadinya tertawa lepas seketika berubah pucat pasi setelah membaca pesan masuk.

"Jujur aja sama gue, siapa tahu gue bisa bantu," kata gadis itu tulus.

Wendy menghadap Joy, dia menatap lekat manik cokelat temannya itu.

"Sumpah gue beneran gak apa-apa," sangkal Joy enggan, "nanti kalau gue udah mentok baru minta saran dari lo deh, Wen," lanjutnya sambil meraih tubuh Wendy untuk dipeluk yang langsung dibalas oleh gadis berkulit putih itu.

"Oke, deh, kalau itu mau lo, gue bisa apa."

Joy melepas pelukannya pada Wendy begitu guru sudah masuk ke kelas mereka.

Selama beberapa waktu. Seluruh siswa siswi kelas 12 IPA fokus mengerjakan pelajaran.

Terkecuali seorang gadis berwajah oval dengan rambut panjang terurai yang sejak awal terlihat gelisah. Beberapa kali juga wanita setengah abad bertubuh kurus yang tengah mengajar itu berdeham untuk menegurnya.

"Kalau kamu tidak suka dengan pelajaran yang saya bawakan, sebaiknya bilang dengan jujur, bukannya memaksakan diri seperti ini dan malah membuat siswa lain ikut merasa tidak nyaman dengan tingkah laku kamu!" bentak guru itu setelah memukul meja Joy dengan penggaris.

Membuat gadis itu berjangkit kaget hingga kacamata minusnya melorot kepangkal hidung.

"Sekarang juga keluar kamu dari kelas saya!" usir sang guru sambil menunjuk pintu depan garang.

Joy meneguk salivanya. Dengan takut-takut, gadis berseragam putih-abu-abu itu melangkah keluar kelas sambil menunduk.

Joy melihat sekilas ke dalam kelas sebelum akhirnya pintu itu ditutup oleh sang guru yang biasanya terkenal cukup ramah.

Tetapi, mungkin ini memang hari tersial bagi Joy hingga mau tak mau dia harus menerimanya dengan lapang dada.

"Seenggaknya masih bisa mukbang seblak."

Dengan malas-malasan. Joy memilih pergi ke perpustakaan untuk membaca buku sembari menunggu kelas berikutnya.

Dasar sialnya Joy yang doyan makan- namun berat badannya tak kunjung naik hingga membuatnya besar kepala- berniat mencari cemilan terlebih dulu di kantin untuk dibawanya ke perpus.

"Tapi, duit jajan gue masih ada di kelas. Gimana, dong?" gusar Joy ketika mengingat dikantongnya tidak ada sepeser uang pun. "Ngutang dulu gak apa-apa kali, ya?" timbangnya.

REVERSE HAREM (EXO CHEN UKE) 🔞Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang