"Apa kau bilang? Jangan coba-coba mempermainkan ku seenaknya, Bajingan! Aku bukan hanya bisa memblokir mu dari semua tempat, tapi juga bisa membunuhmu! Kau tahu itu, 'kan!"
Chanyeol kembali menempelkan layar ponsel itu pada telinganya setelah orang di seberang telepon itu sudah berhenti mengomel. Terus-menerus mengancam akan membunuhnya dan blablabla sialan! Chanyeol sudah tidak peduli lagi dengan uang!
"Yah, aku serius, Anda tidak akan membuat ku mengulangi kata-kata ku dua kali, 'kan? Jadi aku harap, Anda puas dengan keputusan yang sudah aku ambil, dan oh ya, jika Anda ingin memblokir ku, silakan saja, jika Anda ingin membunuh juga, maka yah lakukan lah-"
"Tunggu! Tunggu! Kau pikir aku tidak bisa melakukan apa pun pada mainan barumu setelah penghinaan -"
Klek!
Sejurus kemudian, Chanyeol mematikan teleponnya, membuat kata-kata penuh nada amarah orang di seberang sana itu terpaksa terpotong oleh hening.
Chanyeol kemudian memblokir nomor pria buncit itu dan seluruh kenalannya. Ketika sedang melakukannya, untuk sesaat Chanyeol diam memandangi layar ponselnya yang menunjukkan puluhan nomor dari bandar-bandar yang biasa Chanyeol hubungi untuk menjual sesuatu.
Saat layar ponselnya mati dan layar berubah hitam, menampakkan pantulan wajah Chanyeol sendiri, Chanyeol seperti bertanya-tanya, untuk apa dia melakukan semua ini cuma demi seekor ikan?
Seekor ikan yang membuatnya lupa akan hutang-hutang yang menjeratnya, seekor ikan yang membuatnya seperti merasakannya hidup kembali, seekor ikan yang- ARGHH!"
"Aarghh sialan!"
Sambil bersandar pada dinding kamar, Chanyeol menjambak rambutnya sendiri. Rasanya dia gemas dengan dirinya sendiri! Gemas dengan prilakunya yang berubah 180° cuma dalam setengah hari sampai-sampai dia membatalkan menjual Chen yang sudah sangat lama dia incar.
Padahal selain dari menjual Chen, Chanyeol tak punya apa-apa lagi untuk bertahan hidup, palingan cuma cukup untuk seminggu kedepan, apalagi sekarang dia tak bisa menampakkan wajahnya di depan umum karena Xiumin dan yang lainnya pasti akan langsung membunuhnya lagi.
Setelahnya? Tentu saja dia jadi gembel, untung uang kos-kosannya sudah dia bayar untuk setahun nanti.
"Apa aku coba hubungi lagi bapak-bapak bau tanah itu sambil bilang kalo yang tadi itu cuma prank-"
Chanyeol baru banget hidupin ponselnya lagi ketika tiba-tiba seseorang memanggilnya dari dalam kamar mandi.
"Chanyeoooool~ aku bosan."
Itu suara Chen, menggema dari dalam kamar mandi.
"Aku butuh karet bebek lagi, Chanyeooool~!"
"Bawel." Chanyeol mengembuskan napas. Benar, dia tak boleh menyesali keputusan yang sudah dibuatnya. "Tunggu sebentar, aku akan bawa karet dino."
"Makasih banyaaaak!"
Chanyeol mengambil dua Tirex mainan yang dia panjang di meja yang ada di sampingnya, dia sempat tersenyum sekilas saat melihat dino tersebut sebelum kemudian berjalan menuju kamar mandi.
Benar. Semua sikapnya yang tiba-tiba berubah ini dimulai sejak tadi siang, ketika dia sedang mandi di samping Chen, dan junior nya yang amat dia banggakan karena ukuran jumbo dan rekornya dalam menaklukkan tubuh cewek-cewek itu justru takluk dengan seekor ikan.
.
.
.
.
.
.
"Chanyeol, aku lapar-"
"Bersetan dengan moral!"
KAMU SEDANG MEMBACA
REVERSE HAREM (EXO CHEN UKE) 🔞
Fanfiction🔞🔞🔞 AREA!!! ❥ Bagaimana jadinya jika satu orang uke manis yang keras kepala memiliki lebih dari satu kekasih yang super protektif? Kim Jongdae memiliki lebih dari seratus kisah dengan banyak lelaki yang begitu mencintainya. Bacalah kumpulan cerbu...
