"Ngapain lo?!" Jack menarik tangan Tasya saat gadis itu akan masuk kekamar Zio.
Tasya menghempaskan tangan Jack lalu menatap pemuda itu tajam. "Apaansi lo!"
"Jauhin Zio Sya!"
"Hak apa lo nyuruh gue buat jauhi Zio?" Marah Tasya.
Jack menghela napasnya kasar lalu menatap Tasya dengan serius.
"Biarin hidup Zio tenang, lo tau? Zio risi dideketin lo mulu! " Tegas Jack.
Bukan tanpa alasan Jack berbicara demikian. Selain tak ingin membuat Zio tidak nyaman dengan kehadiran Tasya, Jack juga tak ingin Tasya terus menerus mengejar-ngejar Zio. Tasya berhak bahagia dengan pria yang mencintai gadis itu dengan tulus, bagaimana pun sifat Tasya, gadis itu sepupunya dan Jack ingin yang terbaik untuk gadis cantik itu.
"Tapi gue cinta sama Zio!" Tekan Tasya.
Dari awal Jack tau jika Tasya mencintai Zio. Tapi pemuda itu hanya tak ingin Tasya mendapat perlakuan tak baik dari Zio begitu pun dengan teman-temannya, karena sifat gadis itu yang terlihat murahan.
"Sya, lo tau Zio cuma suka Abel?"
"Abel udah mati Jack!" Kesal Tasya. Sungguh, gadis itu sangat membenci seseorang yang mengatakan jika Zio masih mencintai Abel. Tasya hanya sakit mendengar kenyataan itu.
"Sya," Lirih Jack yang mulai menatap Tasya iba.
"Lo berhak bahagia sama laki-laki yang tulus sama lo, hiduplah dengan seseorang yang cinta sama lo Sya. Lo cantik, pinter, dari keluarga terpandang," Lanjut pemuda itu.
"Gue tau, tapi gue cinta nya cuma sama Zio. Lagian Zio lupa sama Abel," Balas Tasya.
'Dan kesempatan gue deketin Zio makin gampang apalagi Zio mulai perhatian,' batin Tasya.
"Sya,"
"Udahlah, gue mau tidur bareng Zio, byee Jack," Setelah itu Tasya berjalan ke kamar Zio yang sepertinya sudah dikunci. Tapi tak apa, Tasya memiliki cadangannya.
____
"Apa anak saya bisa sembuh?" Tanya seorang wanita paruh baya.
"Dengan perawatan dan dukungan yang tepat, kebanyakan orang yang mengalami depresi dapat sembuh total." Jawab Dokter muda itu dengan menatap sepasang suami-istri bergantian.
Wanita paruh baya itu tersenyum lega dengan menatap sang suami.
____
"Sya?" Kaget Zio saat Tasya berada dikamarnya.
'Pintu kamar udah gue kunci anjir, '
Tasya tersenyum manis lalu berjalan kearah Zio yang tengah duduk sembari membaca novel.
"Sayang," Gadis itu langsung memeluk tubuh Zio dari samping.
"I miss you," Tasya mendongak menatap wajah Zio yang benar-benar sangat tampan jika dilihat lebih dekat.
Pemuda itu memang tampan semua orang akui itu. Bukan hanya tampan Zio juga cukup pintar meski tak pintar-pintar amat tapi yang pasti Zio pernah masuk sepuluh besar.
"Kamu tau, aku mau tidur bareng kamu lagi," Tasya tersenyum begitu manis membuat Zio sedikit salfok.
Zio juga akui jika Tasya itu cantik. Hanya saja Zio tak suka dengan sifatnya yang sedikit murahan.
"Sya, mending lo tidur dikamar lo aja," Balas Zio lalu melepaskan pelukan Tasya dengan pelan.
"Ayang ihh aku mau tidur bareng kamu," Dengan tidak malunya Tasya berpindah tempat menjadi duduk di pangkuan Zio yang tengah bersandar dikepala ranjang.
Jelas saja tindakan Tasya ini membuat Zio terkejut.
"Sya turun!"
"Gak mau," Tolak Tasya.
"Sya," Tegas Zio.
"Please, gini dulu," Lalu gadis itu menyembunyikan wajahnya didada bidang milik Zio.
Mata Zio terpajam saat tiba-tiba bayangan acak kembali memenuhi isi kepalanya.
'Aku suka kamu!'
'Gue enggak! Stop ganggu gue,'
--
'Gak seharusnya lo kasar sama dia!'
'Tingkah dia yang buat gue kasar,'
'Brengsek lo,'
'Gue tau.'
--
'LO BISA GAK SIH GAK BERTINGKAH KEK JALANG?! GUE UDAH PUNYA PACAR SIALAN,' Dengan kasar pemuda itu mendorong tubuh gadis yang berada didepannya.
Gadis itu menangis dengan hati yang begitu sakit.Tapi dengan bodohnya dia tetap mencintai pemuda tampan itu.
Zio langsung membuka matanya dengan napas yang memburu. 'Gadis itu Tasya bukan sih?' Batinnya. Lalu Zio beralih menatap Tasya yang sudah tertidur sembari memeluk tubuhnya.
"Sya, coba aja lo gak bertingkah kaya gitu, dengan hati yang tulus gue bakal bener-bener anggap lo adik sepupu meski gue bukan Zio asli sihh," Zio mengelus punggung Tasya.
Jika dipikir-pikir kasihan juga gadis gila yang berada dipelukannya. Meski dirinya didunia asli gadis tomboy tapi dia pasti mempunyai sisi keperempuannya. Dan Jinni paling tak suka dengan cowok kasar, itu sebabnya dia tak ingin menyakiti perempuan karena dirinya pun seorang perempuan.
"Tapi gue ikutan emosi liat lo nempel-nempel gue anjirr, kalau lo tau aja gue cewek gak yakin gue kalau lo masih mau deket-deket gue," Zio menghela napasnya kasar lalu memindahkan tubuh Tasya agar tiduran diatas kasur.
Untuk saat ini dengan hati yang tak iklas ia akan menjalani hidup keduannya dengan sebaik mungkin. Setelah masalah selesai Zio akan pergi menjauhi tokoh-tokoh penting di novel ini untuk ketentraman hidupnya.
Jangan tanya soal pasangan Zio tak akan memiliki pasangan sebab dirinya bingung. Harus berhubungan dengan cowok atau cewek?
____
Jika kalian di posisi Zio akan berhubungan dengan cwo atau cwe?
Saya up meski kek ga ngefeel tpi it's okay😄
KAMU SEDANG MEMBACA
JADI COWOK? [SELESAI✔]
Fantasy18+ MENGANDUNG KATA-KATA KASAR YANG TIDAK WAJIB DITIRU!! UNTUK YANG EMOSIAN DISARANKAN TIDAK MAMPIR🔥 "Anjing, gue jadi cowok bangsat!" Jinni, gadis super tomboy yang ber- transmigrasi kedalam Novel dan menjadi figuran pria. ____ Note: BISMILLA...
![JADI COWOK? [SELESAI✔]](https://img.wattpad.com/cover/308300818-64-k166875.jpg)