Zio memutuskan untuk sekolah yang sama dengan Jack dan Tasya, sebab tujuan utamanya ingin merubah takdir Tasya agar gadis itu tidak mati. Setelah itu Zio akan kembali ke dunia aslinya.
"Gue emang gak tau, tapi gue yakin kalau masalah utamanya di Tasya, ya intinya setiap tokoh harus berakhir bahagia," Gumam Zio dengan menatap pantulan dirinya di cermin.
Pemuda tampan itu sudah siap dengan seragam sekolah nya. "Gila cakep banget gue," Kagum Zio dengan memandangi wajah barunya.
Tok tokk tok!
"Zio, sayang kamu udah siap? Tasya sama Jack nungguin," Terdengar suara Oma Erin di luar kamar Zio.
"Udah Oma, bentar," Balas Zio lalu pemuda tampan itu berjalan kearah pintu kamarnya.
Ceklek..
Setelah pintu kamar dibuka Zio bisa melihat sang Oma yang kini tengah tersenyum lembut kearahnya.
"Pagi sayang, astaga kamu tampan sekali," Puji Oma Erin saat melihat Zio yang terlihat tampan meski tampilannya seperti cowok badboy.
Zio tersenyum membalas senyuman sang Oma. "Pagi juga, Oma."
"Yaudah sekarang kita ke bawah untuk sarapan setelah itu kamu, Jack dan Tasya berangkat ke sekolah," Oma Erin menuntun cucu kesayangannya, sedangkan Zio hanya pasrah diperlakukan seperti anak kecil.
___
"Gue naik motor," Ucap Zio tak ingin di bantah.
"Yaudah, gue juga naik motor bareng Tasya," Balas Jack, sejujurnya dirinya ingin menolak tapi melihat ucapan mutlak Zio dia hanya meng-iyakan.
Zio akan naik motor lamanya yang disimpan baik-baik oleh sang Oma. Oma Erin sesayang itu pada Zio, bahkan Oma Erin akan memberikan apapun untuk cucu satu-satunnya agar Zio merasa puas dan bahagia.
Belum sempat Zio melangkah kearah motornya tiba-tiba bajunya ditarik pelan oleh seseorang.
Zio membalikkan badannya kearah belakang dimana Tasya tengah menarik bajunya dengan pandangan menunduk.
"Aku ikut kamu ya Zi?"
'Sial, kenapa sih tu cewek?' Batin Zio.
Jujur saja Zio merasa terganggu dengan gadis didepannya. Bahkan dirinya merasa geli sendiri membayangkan jika dirinya juga seorang perempuan.
"Bareng Jack aja Sya," Dengan pelan Zio melepaskan tangan Tasya dari bajunya.
"Bareng gue aja Sya," Ajak Jack, pemuda itu sadar jika Zio terlihat risih dengan Tasya. Jack tak bisa membayangkan jika pemuda tampan itu tau tingkah Tasya dimasa lalu.
"Zi, please," Tasya mendongak menatap tepat di mata tajam Zio.
Zio menghela napasnya kasar lalu mengangguk. "Ayo!" Lalu pemuda itu melangkah kearah motornya berada yang sudah disiapkan oleh supirnya tadi.
Saat Tasya ingin menyusul Zio tiba-tiba saja tangannya di cekal oleh Jack.
"Gue harap lo tau batasan!"
Tasya melepaskan tangan Jack dengan kasar. "Lo gak tau apa-apa Jack! Berhenti ngurusin hidup gue!"
"Gue tau anjing, gue mohon jangan mempersulit!" Balas Jack.
"Gue cinta sama Zio dan lo gak berhak ngelarang gue untuk ngejar dia lagi!" Setelah itu Tasya pergi meninggalkan Jack yang terlihat frustasi.
"Lama!" Kesal Zio.
"Maaf ya Zi,"
"Naik!" Titah Zio yang langsung dituruti Tasya.
Setelah naik Tasya langsung memeluk tubuh Zio. "Aku boleh peluk kan Zi?"
KAMU SEDANG MEMBACA
JADI COWOK? [SELESAI✔]
Fantasía18+ MENGANDUNG KATA-KATA KASAR YANG TIDAK WAJIB DITIRU!! UNTUK YANG EMOSIAN DISARANKAN TIDAK MAMPIR🔥 "Anjing, gue jadi cowok bangsat!" Jinni, gadis super tomboy yang ber- transmigrasi kedalam Novel dan menjadi figuran pria. ____ Note: BISMILLA...
![JADI COWOK? [SELESAI✔]](https://img.wattpad.com/cover/308300818-64-k166875.jpg)