Plak!
Siswi badgirl itu menampar sang gadis cantik hingga gadis itu menoleh kesamping sembari memegang pipinya yang terasa panas.
"TASYA!!" Marah Zio menatap gadis itu tajam.
"Apa?!"
"Stop ganggu cewek gue sialan!" Pemuda tampan itu berjalan kearah Tasya lalu mencekiknya membuat siswa-siswi yang melihat nya terkejut begitupun dengan Abel.
"Astaga! Udah-udah, jangan diperpanjang," Gadis cantik itu berjalan mendekati sang kekasih dengan wajah panik.
"Shhh s-sakit!" Ringis Tasya. Bukan hanya fisiknya tapi hatinya pun sakit mendapat perlakuan tak baik dari pemuda yang amat sangat dicintainya.
"Udah ya," Abel mengelus lengan sang kekasih untuk menenangkan, dan benar saja Zio langsung melepaskan cekikikan nya tapi emosinya masih belum stabil.
"Kamu gakpapa kan?" Raut wajah pemuda itu langsung berubah khawatir dan menatap wajah kekasihnya.
"Engga, aku gakpapa," Jawab Abel.
Zio langsung saja membawa Abel kepelukannya melupakan siswi tadi yang kini tengah menahan rasa sesak dihatinya. 'Zi, aku kesakitan.'
Zio langsung membawa Abel ketaman belakang yang berada di sekolah ini. Tempat itu jarang dikunjungi siswa/siswi.
"Kamu luka," Pemuda tampan itu menyentuh pipi gadisnya yang terlihat memburu akibat tamparan Tasya.
Abel tersenyum tipis dengan memegang tangan Zio yang tengah mengelus lukanya. "It's okay. Kamu jangan khawatir," Dengan pelan Abel melepaskan tangan Zio dan langsung menggenggamnya lembut.
"Zi, aku gak suka kamu kasar gitu sama Tasya apalagi dia itu sepupu kamu," Abel menatap Zio sendu. Sungguh, dirinya sangat tidak menyukai sifat kasar Zio.
Zio menghela napasnya kasar. Dirinya benar-benar tidak bisa mengendalikan emosinya jika sudah menyangkut Abel, kekasih hatinya.
"Dia yang minta dikasarin. Aku gak suka dia nyakitin kamu," Zio membalas genggaman Abel.
Bukan sekali saja Tasya menyakiti Abel, tapi berkali-kali. Bahkan gadis itu pernah mengurung Abel di toilet seharian.
Tasya memang segila itu pada Zio. Tasya akan melakukan seribu cara untuk mendapatkan Zio meski cara salah sekalipun.
"Yaudah sih, buktinya aku gakpapa Zi," Abel tersenyum, senyumannya nular pada pemuda tampan itu. Zio sangat menyukai senyuman Abel yang kelewat manis itu.
Cup.
Dengan gerakan cepat Zio mengecup bibir Abel sekilas membuat gadis itu terkejut tapi tak gadis itu tersenyum.
"Zi ihh," Rengek Abel karena merasa malu kala Zio terus menatapnya.
Zio tertawa lalu membawa Abel kepelukannya. "Jangan tinggalin aku ya, sayang. Aku benar-benar mencintaimu bahkan melebihi apapun," Zio mengecup kepala Abel membuat gadis itu semakin tersipu.
Tanpa mereka sadari dua orang gadis menatap mereka sendu dengan tempat yang berbeda.
"Kak Abel, jika kebahagiaan kakak, Kak Zio. Aku harus apa?" Manda menunduk sedih sembari mengusap air matanya yang tiba-tiba saja terjatuh.
Sedangkan Tasya gadis itu mengepalkan tangannya. "Gue gak akan nyerah! Karena Zio cuma milik gue."
______________
Sudah yang kesekian kalinya Zio menghela napasnya kasar. Zio masih belum mengerti dengan jelas mimpi atau bayangan masalalu pemilik tubuh asli.
KAMU SEDANG MEMBACA
JADI COWOK? [SELESAI✔]
Fantasy18+ MENGANDUNG KATA-KATA KASAR YANG TIDAK WAJIB DITIRU!! UNTUK YANG EMOSIAN DISARANKAN TIDAK MAMPIR🔥 "Anjing, gue jadi cowok bangsat!" Jinni, gadis super tomboy yang ber- transmigrasi kedalam Novel dan menjadi figuran pria. ____ Note: BISMILLA...
![JADI COWOK? [SELESAI✔]](https://img.wattpad.com/cover/308300818-64-k166875.jpg)