18+
MENGANDUNG KATA-KATA KASAR YANG TIDAK WAJIB DITIRU!!
UNTUK YANG EMOSIAN DISARANKAN TIDAK MAMPIR🔥
"Anjing, gue jadi cowok bangsat!"
Jinni, gadis super tomboy yang ber- transmigrasi kedalam Novel dan menjadi figuran pria.
____
Note: BISMILLA...
Saya up😌 Tandai kalau ada typo, yang kurang enak dibaca juga tandai. __________________________________
Seorang pemuda tampan tengah duduk termenung mikirkan masalah-masalah yang menimpanya. Angin malam menerpa wajah tampannya tak membuat pemuda itu kedinginan.
"Gue masih berharap ini mimpi," Gumam Zio dengan menatap kearah langit yang di hiasi banyak bintang.
Pemuda tampan itu sudah berada balkon kamarnya sekitar satu jam lebih. Zio ingin sendiri saat ini dan tak ingin di ganggu oleh siapapun termasuk Tasya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Zio ingat, awalnya dia ingin merubah takdir Tasya agar terhindar dari kematian karena ia pikir disitu masalahnya dan sampe saat ini Zio belum memikirkan agar Tasya berjauh dari Leon karena nyatanya gadis itu malah mendekatinya membuat Zio bingung. Sialnya lagi dirinya malah mendekati Tasya agar gadis itu jujur dengan masalalu tubuh pemilik tubuh ini tapi nyatanya gadis itu selalu bisa mengalihkan pembicaraan saat Zio bertanya. Zio bingung, ditambah permasalah gadis bernama Abel.
Dan Zio akui dirinya bodoh karena sampe sekarang dia tak menepukan titik terang permasalahan. Dan sekarang ia malah terjebak dengan perasaan gila yang seharusnya tak ada membuat Zio uring-uringan.
"Bodoh, tolol, bangsat lo Ji!" Umpat Zio.
"Anjing!"
Zio selalu terbayang dengan bibir manis Tasya membuat pemuda itu candu. Lalu ia juga terbayang dengan senyum manis Manda membuat Zio merasa gila apalagi senyum itu persis seperti gadis didalam mimpinya. Belum lagi jantung Zio selalu berdetak dengan hati yang begitu sesak saat memimpikan tentang Abel.
"Sialan lo semua! Dasar Fiksi," kesal Zio. Zio pikir dirinya tengah dipermainkan.
"Disini gue belum berbuat apa-apa," keluh Zio. Jangan dihujat karena nyatanya itu sangat merepotkan Zio membuat pemuda itu enggan melakukan apa-apa tapi Zio ingin keluar dari Novel gila ini.
"Gue gila banget anjing."
"Novel sialan, kenapa harus gue yang masuk dunia gila ini?!" Kesalnya.
Zio berjalan kearah kamarnya dia lebih baik tidur. Biarkan saja alur Novel ini berjalan sesukanya dirinya cape dan kesal.
"Bodoamat anjing. Mau keluar atau kagak gue gak peduli! Cape gue," Pasrah Zio. Dia akan pasrah dengan alur novelnya, Zio juga pasrah dengan takdirnya jika ia terjebak di dunia ini.
Tapi untuk masalalu Zio dirinya akan cari tau agar hidupnya lebih tenang tanpa mimpi atau bayangan-bayangan yang selalu menghantuinya. _____________________
"Ayang, aku gak rela Manda ikut," kesal Tasya masih tak iklas jika Manda ikut.
Zio yang tengah mengemasi baju-bajunya menoleh kearah Tasya yang kini tengah menatapnya juga.
Pemuda itu menghela napasnya pelan. "Emang kenapa sih?" Tanya Zio.
"Gak suka! Apalagi nanti dia genit sama pacar aku ini," Tasya berjalan kearah Zio lalu memeluk tubuh tegap pemuda itu erat.