JC. 30

7.7K 429 24
                                        

Hari begitu cepat berlalu, bahkan sekarang sudah hari sabtu. Hari dimana Zio dan kawan-kawan akan melakukan kegiatan berkemah yang sempat tertunda. Dan saat ini semuanya tengah berkumpul di kediaman Oma Erin.

"Sya, kenapa bawa koper?" ucap Zio saat melihat Tasya membawa koper yang pasti isinya baju dan skincare.

"Anjirr lo mau kemah apa gimana nih? Perasaan liat Manda sama Syifa biasa aja," Cibir Bisma

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Anjirr lo mau kemah apa gimana nih? Perasaan liat Manda sama Syifa biasa aja," Cibir Bisma.

Tasya menghiraukan ucapan Bisma dirinya malah menatap Zio. "Ayang, akutuh bukan bawa baju sama skincare doang tapi bawa obat-obatan dan... pokonya barang-barang bermanfaat deh," ucap Tasya dengan cengirannya membuat Zio sedikit terkekeh.

Dan tentu saja keperluan bermanfaatnya hanya untuk dirinya dan juga Zio. Mungkin Jack juga.

Berbeda dengan Akmal dan Bisma, mereka akan tetap menyinyir Tasya meski gadis itu benar sekalipun karena dimata mereka Tasya tetap salah dan akan selalu salah.

"Alah lebay banget lo," Sahut Bisma.

"Udah-udah. Berangkat sekarang nih?" Jack menatap teman-temannya.

Mereka mengangguk setuju.

"Iya sekarang aja kalau nunggu siang nanti macet," Manda angkat bicara.

"Bener tuh mending sekarang aja," celetuk Syifa. Gadis cantik itu yang paling antusias. Bahkan Syifa tak menyangka jika akan diajak berkemping oleh mereka.

"Gaslah. Eh btw ortu lo sama Oma Erin mana?" Tanya Akmal, sebab dari awal datang sampe sekarang mereka tak melihat keberadaan Oma Erin dan orang tuanya Zio.

"Katanya kerumah kakek," balas Zio. Dari semalam Oma Erin dan orang tua Zio belum pulang dari kediaman sang kakek, ayah dari maminya.

"Tapi udah izin kan?" Tanya Leon. Pemuda itu akhirnya mengeluarkan suaranya setelah sekian lama hanya menyimak. Leon memang jarang bicara.

Zio mengangguk membalas ucapan Leon.

"Yaudah berangkat sekarang aja," Zio bangkit dari tempatnya disusul yang lain.

Mereka kesana akan naik Mobil wuling confero milik Oma Erin. Sebelumnya Zio sudah meminta izin dan tentu saja di Oma Erin menginzinkannya. Bahkan jika Zio memintanya Oma Erin akan memberikannya dengan senang hati.

Muatlah untuk delapan orang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Muatlah untuk delapan orang. Jack yang mengemudi dan disebelahnya Leon.

Seharusnya para perempuan dibelakang, tapi Tasya ingin duduk bersama Zio dibelakang. Akhirnya Zio dan Tasya dibelakang, tentunya dengan Akmal. Didepan mereka ada Manda, Syifa dan Bisma.

"Ribet banget lo jadi cewek," kesal Bisma tanpa menoleh kebelakang menatap Tasya.

"Apaansi lo? Zio aja gak keberatan," Kesal Tasya.

"Udah-udah. Jack, langsung jalan aja," Ucap Zio pada Jack yang diangguki pemuda tampan itu.

Zio menghela napasnya pelan lalu menggenggam tangan Tasya membuat gadis itu menoleh.

"Jangan diladeni ya?" Zio mengelus tangan gadis itu guna menenangkan.

"Tapi dia duluan," balas Tasya.

"Udah biarin," Zio tersenyum menatap Tasya membuat gadis itu tersenyum juga.

Tasya memeluk lengan pemuda itu. "Ayang, lain kali kita berdua ya berkemping?" Tasya mendongak menatap Zio yang lebih tinggi darinya.

"Mau ngapain berdua-dua?" Sahut Akmal. Sepertinya Akmal dan Bisma akan gatal jika sekali saja tak mengomentari Tasya. Padahal Zio saja tak pernah masalah dengan kelakuan gadis itu asal masih diatas wajar.

Tasya menatap Akmal sinis. "Kenapa sih lo berdua nyinyir mulu? Iri ya sama gue?"

"Akmal sama Bisma kaya orang cemburu aja deh," Ujar Syifa. Syifa juga heran dengan tingkah Bisma dan Akmal yang begitu gencar mencibir Tasya. Padahal Syifa lihat-lihat, Tasya tak seburuk itu.

"Idihhh najissss," Ucap Akmal dan Bisma bersamaan dengan merindik ngeri.

Manda terkekeh kecil melihat kelakuan keduanya. "Kalian lucu," celetuk Manda.

"Aduh dibilang lucu sama neng Manda," ucap Akmal dengan mata melirik Zio yang tengah meladeni Tasya berbicara.

"Zi, kamu kok bisa ganteng banget sih?" Tanya Tasya random sembari meraba pipi, hidung dan rahang tegas milik pemuda itu.

Zio terkekeh dengan pertanyaan itu. Tangan pemuda itu menarik tangan Tasya lembut lalu menggenggamnya. "You are beautiful too, honey."

Dan interaksi keduanya tak luput dari tatapan beberapa pasang mata. 
_________

Yeay up juga saya🔥

Ada yang nunggu story ini? Gaada? Yaudah sihh gpp😃🧊



JADI COWOK? [SELESAI✔]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang