18+
MENGANDUNG KATA-KATA KASAR YANG TIDAK WAJIB DITIRU!!
UNTUK YANG EMOSIAN DISARANKAN TIDAK MAMPIR🔥
"Anjing, gue jadi cowok bangsat!"
Jinni, gadis super tomboy yang ber- transmigrasi kedalam Novel dan menjadi figuran pria.
____
Note: BISMILLA...
Abel menatap pemuda didepan nya ketakutan. "M-maafin aku Zi," ucap Abel sembari memundurkan langkahnya saat pemuda itu berjalan kearahnya dengan tatapan tajam.
"Sekarang kamu nakal banget ya?" Suara bariton Zio terdengar mengerikan ditelinga Abel membuat gadis itu semakin ketakutan.
"Aku udah peringatin untuk gak deket-deket sama Axel, kok ngeyel?" Tangan Zio mengepal ketika mengingat Abel dan Axel pelukan.
"Aku kan udah bilang, kita break dulu!" Abel memberanikan diri untuk menatap Zio.
Bukan tanpa alasan Abel meminta break pada Zio. Sungguh, Abel tak sanggup jika harus bersama Zio, gadis itu butuh waktu untuk memikirkan hubungannya dengan Zio. Pemuda itu terlalu posesif dan cemburuan apalagi Zio tak menginjinkan dirinya untuk menjadi model, sedangkan menjadi model adalah impian nya sejak kecil.
"Karena kamu ingin deket-deket Axel?!!" sinisnya.
"Enggak Zi, ak--"
"Oke, kita break. Tapi setelah kamu jadi milik aku seutuhnya," potong Zio dengan seringai nya lalu pemuda itu menyeret Abel.
"Zio, kamu mau bawa aku kemana?!" Panik Abel.
Zio tak menjawab, pemuda itu semakin kasar menarik Abel dan membawanya kesalah satu hotel milik Papihnya. Malam ini Abel akan jadi miliknya. ________
"Kamu jahatt! Kamu bukan seseorang yang aku kenal!!" Teriak gadis itu dengan air mata yang terus membasahi pipinya.
Sebelumnya Zio tak seperti ini. Zio pria baik dan lemah lembut, bahkan di awal pacaran saja, Zio yang ingin sekedar menggenggam tangan Abel meminta Izin. Sekarang? Zio melakukan sesuatu hal bejad padanya.
Hatinya hancur saat orang yang begitu ia percaya dan cintai merusak masa depannya.
"Shttt sayang, diem!" Zio memeluk tubuh polos Kekasihnya.
"Aku benci kamu!"
"Aku mau putus!"
"Aku gak kenal kamu yang sekarang!" Abel memukul-mukul dada Zio.
"Diem!" Zio melepaskan pelukannya lalu menatap gadisnya tajam membuat gadis itu semakin mengecangkan tangisannya.
"Kenapa kamu tega sama aku?!!"
"Aku benci kamu!!"
"Shttt, Naughty girl must be punished," Zio mengelus rambut kekasihnya lembut. Pemuda itu mengcup dahi Abel lalu beralih kebibirnya.
"Aku bakal tanggung jawab, oke?" Zio berusaha menenangkan kekasihnya yang tak memberhentikan tangisannya
"Brengsek, bajingan, sial--" ucapan Abel terpotong kala Zio langsung mencium bibirnya.
Zio kembali menindih tubuh Abel. Gadis itu semakin kejer menangis. Tubuhnya benar-benar sakit begitupun dengan hatinya. Setelah ini bagaimana dengan kehidupannya.
"Nakal," setelah mengucapkan itu Zio kembali mencium Abel.
"Arghhh," Zio memegang kepalanya yang terasa begitu sakit. Ingatan-ingatan masalalunya datang lagi membuat hati dan kepalanya sakit.
"Zi, lo kenapa?" Panik Leon saat melihat Zio memegang kepalanya sembari berteriak kesakitan.
"Woy Jack, bangunn! Itu Zio," Leon menepuk-nepuk lengan Jack agar pemuda itu bangun begitpun kepada Akmal dan Bisma.
"Zio, sadar! Kamu bukan Jinni."
"Kamu Zio Aditnya."
"Kamu Zio bukan Jinni."
"Kamu Zio bukan Jinni."
"Aaaaa s-sakitt!" Zio menangis akibat rasa sakit yang dirasa semakin sakit. Lalu pandangannya mulai memburam.
"Astaga, Zio!" Panik Leon saat Zio langsung tak sadarkan diri. Pemuda itu bergerak mendekati Zio.
Tasya, saat gadis itu ingin masuk diam-diam kedalam tenda Zio dirinya langsung dikejutkan dengan teriakan Leon dan keadaan Zio yang sudah tak sadarkan diri.
"Zio!" ______
"Hahaha," seorang pemuda tertawa kencang sembari memeluk bantal guling. Seakan-akan bantal guling itu pujaan hatinya.
Suster yang merawat pasien jiwa itu menatap sendu. Setiap hari pasien jiwa itu yang tak lain Zio selalu tertawa dan berbicara sendiri atau mengajak berbicara bantal guling dan boneka kecil yang dianggap istri serta anaknya.
"Sayang, kamu pasti gak betah disini?" Zio mengelus-ngelus bantal guling itu dengan penuh sayang dan cinta.
"Mereka jahat buang kita dan anak kita," lirih Zio lalu berjalan kearah tempat tidurnya dimana ada boneka yang pemuda tampan itu anggap anak.
"Anak Ayah," Riang Zio. Pemuda itu menidurkan batal gulingnya dengan pelan dan hati-hati, lalu Zio membawa boneka itu kepangkuannya.
"Hahaha, kamu lucu kayak boneka. Boneka? Kamu boneka!!! Dimana anak ku!!!" Zio melempar boneka itu asal dan langsung berteriak histeris. _____
Zio pernah masuk RSJ ya? Kasihan🥺
Saya tau pasti kalian masih pada bingung😭 Soalnya nih saya juga bingung, tulisannya masih acak-acakan jadi gak jelas... Nanti aku bakal Revisi tapi hasil Revisi aku Up di noveltoon🙏
Story ini ada noveltoon juga ya, tapi masih sama yang di wp kok. Ya intinya di Revisi setelah End aja deh.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.