18+
MENGANDUNG KATA-KATA KASAR YANG TIDAK WAJIB DITIRU!!
UNTUK YANG EMOSIAN DISARANKAN TIDAK MAMPIR🔥
"Anjing, gue jadi cowok bangsat!"
Jinni, gadis super tomboy yang ber- transmigrasi kedalam Novel dan menjadi figuran pria.
____
Note: BISMILLA...
"Anjing banget lo Sya, lo tu ribet bangett!" Kesal Bisma yang sudah sangat kesal dengan tingkah Tasya.
Gadis itu merengek ingin satu tenda dengan Zio, dan permintaan itu jelas saja ditolak oleh semuanya termasuk Zio.
Tasya benar-benar lengket pada Zio, gadis cantik itu tak ingin berjauhan membuat yang lainnya geram. Bahkan rencana Akmal dan Bisma yang ingin mendekatkan Zio dan Manda saja gagal akibat kelakuan Tasya yang terus menerus minta dihujat. Termasuk readers.
"Zi, aku mau sama kamu please," Tasya menatap Zio dengan mata berkaca-kaca.
"Gila lo? Lo cewek, mahal dikit kenapa!" Ucap Leon yang sudah sangat muak dengan tingkah gadis itu. Lihatlah cowok yang jarang bicara dan cuek pun kesal dengan tingkah Tasya.
"Sya, mending lo balik," ujar Jack.
Sudah yang kesekian Zio menghela napasnya kasar. Pemuda itu menatap teman-temannya dan berucap. "Kalian lanjutin aja, biar Tasya gue urus," ucapnya lalu menggenggam tangan Tasya dan membawa gadis itu jauh dari teman-temannya.
Zio mengajak Tasya untuk duduk didekat pohon yang lumayan besar itu. "Hati-hati," Zio membantu Tasya.
Setelah duduk dengan benar Zio langsung menatap Tasya yang terlihat kesal dan sedih.
"Hei, lihat sini," Zio menarik kedua pundak Tasya agar menghadapnya sempurna.
"Kenapa?" Tanya Zio.
"Aku mau tidur bareng kamu Zio," balas Tasya sedikit memelas.
Tasya hanya ingin selalu bersama Zio, kenapa semua orang tidak mengerti. Apalagi disini ada Manda membuat gadis itu takut, takut jika gadis itu mendekati Zio.
"Tasya, listen to me. What are you afraid of? I'm always beside you," Tangan Zio naik mengelus rambut Tasya. (Tasya, dengarkan aku. Apa yang kamu takutkan? aku selalu disampingmu)
Zio berucap demikian karena dirinya bisa melihat ada pancaran ketakutan dimata gadis itu membuat Zio tak tega.
"A-aku takut kamu ninggalin aku," Lirih Tasya, matanya kembali berkaca-kaca. Bayangan-bayangan Zio bersama Abel selalu membekas dipikirannya membuat hatinya sakit. Dan sekarang Manda, gadis yang begitu mirip dengan Abel meski bukan saudara kembar. Itu ketakutan Tasya.
Zio langsung membawa Tasya kepelukannya dan mengelus rambut gadis itu penuh sayang.
"Don't worry i'm always with you," Ucap Zio.
Pemuda itu belum melepaskan pelukannya dirinya ingin menenangkan gadis cantik itu.
Setelah cukup tenang barulah Zio melepaskan pelukannya. Zio tersenyum begitu manis kearah Tasya membuat gadis itu ikut tersenyum.
"Nah gitu senyum kan tambah cantik," Ucapan Zio membuat Tasya malu.
"Sya, tidurnya sama Manda-Syifa ya? Aku sama anak-anak cowok. Lain kali kita camping berdua, hm."
"Beneran?" Tanya Tasya yang tampak antusias.
Zio tersenyum dan mengangguk.
"Asiikkk, makasih ayang."
Tanpa mereka sadari tadi Syifa melihat kedekatan mereka dengan senyum tipisnya. "Mungkin ini sedikit mengecewakan tapi gue bakal bongkar tentang pembunuhan Kak Abel." Gumamnya lalu setelah itu Syifa pergi. _________________
Hari sudah malam kini Zio serta yang lainnya tengah barbeque-an. Suasan cukup ramai karena banyak juga orang-orang yang Camping disini, entah bersama keluarga atau bersama sahabat.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Angin malam cukup dingin membuat beberapa orang kedinginan.
"Dingin?" Tanya Zio sembari menatap Tasya.
Tasya membalas tatapan Zio lalu mengangguk.
"Jack, tolong buatin susu," ujar Zio pada Jack membuat pemuda yang disuruh berdecak kesal. Sifat Zio yang satu ini tak hilang, suka memerintah.
Zio kembali menatap Tasya lalu merentangkan tanganya agar gadis itu masuk kedalam pelukannya. Tasya tersenyum lalu masuk kedalam pelukan Zio.
Tak ada yang menyadari dengan perlakuan Zio terhadap Tasya karena semuanya pokus membakar dan bercanda ria, terkecuali Manda. Gadis itu menatap keduanya sendu.
"Neng, Syifa udah punya pacar belum?" Tanya Akmal dengan wajah genitnya membuat Syifa ingin muntah.
"Udah," balasan cuek Syifa mengundang gelakan tawa dari Bisma dan Leon.
Sedangkan Akmal memegang dadanya dramatis seakan perkataan Syifa begitu menyakitkan.
"Jijik anjirr," Bisma menampol wajah Akmal menggunakan spatula membuat pemuda itu meringis kesakitan.
"Sakit bego!"
Kembali lagi pada Tasya dan Zio. Keduanya tertawa kecil melihat perdebatan Akmal dan Bisma dengan posisi yang masih berpelukan.
"Susu nya diminum," ucap Zio pada Tasya.
"Entar, masih mau peluk," balas Tasya yang semakin erat memeluk Zio.
"Neng Manda kok diem-diem bae?" Tanya Akmal saat melihat Manda hanya terdiam dengan wajah sedihnya. Lalu mata Akmal tak sengaja melihat Zio dan Tasya.
"Oh pantesan," gumam Akmal.
"Zio, Manda kayaknya kedinginan deh," ujar Akmal tiba-tiba membuat seluruh antesi mereka menatap pemuda itu dan Manda.
Manda yang mendengar ucapan Akmal melotot kecil dengan menggeleng-gelengkan kepalanya. "Enggak kok!" Elaknya. Kemudian mata gadis itu melirik Zio yang kini tengah menatapnya juga.
"Kok bilang sama Zio! Lagian bukan dia aja yang kedingan kita juga sama," Marah Tasya menatap Akmal kesal.
Tasya kesal karena dirinya menyadari tingkah mereka yang selalu menjodoh-jodohkan Zio dan Manda.
"Lah gue baru nyadar mereka pelukan," bisik Bisma pada Leon sembari menatap Zio dan Tasya.