Semenjak ciuman itu Tasya semakin nempel pada Zio membuat pemuda tampan itu risi sekaligus tak nyaman karena merasa dirinya benar-benar gila. Tapi tak masalah untuk saat ini karena Zio ingin membuktikan sesuatu.
"Kak Zio," Seseorang memanggilnya membuat pemuda tampan itu menoleh kearah sumber suara.
"Manda?" Kaget Zio.
Manda tersenyum. "Boleh aku ikut duduk?" Tanya gadis itu.
Posisinya sekarang mereka tengah ditaman sekolah. Awalnya Zio hanya sendiri karena pemuda itu tengah merenungkan masalah-masalah dan menyambungkan ingatan-ingatan yang selalu muncul dibenak atau di mimpinya.
Zio mempersilahkan gadis cantik itu untuk duduk.
Hening sesaat lalu Manda angkat bicara. "Kak,"
"Hm?" Zio hanya berdehem tanpa mengalihkan pamdangannya dari depan.
"Kak Zio lagi deket sama Tasya ya?" Tanya gadis itu to the point.
Zio langsung beralih menatap Manda yang kini tengah menatapnya. "Kenapa?"
"Kedekatan Kak Zio sama Tasya bukan seperti sepupu," Ujar gadis itu lalu beralih menatap kedepan .
"Masalahnya?"
"Kak Zio bener-bener udah ngelupain kak Abel ya?" Sahut Manda.
'Abel? Kemarin Tasya bilang gue cuma liat Abel? Apa mungkin cowok yang didalam mimpi gue juga Abel?' Batin Zio. Sungguh, pemuda itu benar-benar bingung dan tak mengerti. Bayangkan saja, dirinya didunia novel ini hanya sendiri tanpa ingatan apapun. Berbeda dengan yang dia baca, orang kalau masuk dunia novel pastinta ditemani sistem atau tidak di kasih ingatan dan didatangi pemilik tubuh aslinya. Sedangkan Zio? Harus sendiri. Apa-apa sendiri.
"Zi?" Manda memegang pundak pemuda itu saat Zio malah melamun.
"Ah sorry,"
"Gakpapa," Manda tersenyum manis membuat Zio sedikit terpana belum lagi senyumannya serasa tak asing.
"Jadi, siapa Abel?" Tanya Zio.
"Aku gak ada hak cerita, tapi kak Abel seseorang yang terpenting di hidup kak Zio," Jawab Manda. Sebenarnya Manda ingin sekali bercerita karena merasa kasihan pada pemuda itu yang seperti hilang arah.
"Pacar? Terus dia dimana?" Zio kembali bertanya.
'Tepatnya istri,' Manda hanya mampu berkata didalam hati.
"Ya, bisa dibilang begitu."
'Jadi Zio punya pacar? Dimimpi tu cewe mati dan hamil?! Wtf, jangan bilang?!'
Zio menatap Manda serius. "Dia udah...."
Manda yang mengerti pun mengangguk. "Kakak inget?"
"Gue sering mimpiin dia," jawab Zio.
Manda mengangguk mengerti.
"Lo kenal Abel?" Zio bertanya.
"Kenal, dia kakak aku," Jawaban Manda membuat Zio terkejut. Sedangkan Manda hanya terkekeh melihat keterkejutan Zio.
"Lo tau penyebab kematian Abel?"
"Kak Abe---"
"AYANG KAMU SELINGKUH?!"
Zio memejamkan matanya untuk menahan rasa kesal. Sedikit lagi dia tau.
Tasya, gadis cantik itu berjalan cepat untuk menghampiri Zio. Setelah sampai gadis itu duduk disebelah Zio dan memeluk lengan pemuda itu erat lalu menatap Manda tajam.
Awalnya Tasya ingin menjambak rambut Manda tapi mengingat perkataan Zio waktu itu mau tak mau Tasya menahan tangannya.
"Lo lupa ucapan gue?!!" Sinis Tasya.
"Udah Sya,"
"Dia deketin kamu, sayang," kesal Tasya.
"Udah sih jangan diperpanjang," Zio mengelus rambut Tasya.
Manda yang melihat itu memalingkan wajahnya. "Kalau begitu aku pamit,"
"Iya Manda," Balas Zio. Manda pun langsung pergi meninggalkan keduanya.
Tasya mendongak menatap Zio. "Aku tadi nyariin kamu,"
Zio membalas tatapan Tasya sembari tersenyum tipis. "Sorry."
Tasya semakin mengeratkan pelukannya. 'Ada untungnya lo mati Bel." Terdengar jahat tapi Tasya benar-benar bahagia Wanita itu mati.
"Zi," panggil Tasya.
"Hm?"
"Aku suka bibir kamu," Ucapan Tasya membuat Zio terkejut. Prontal sekali gadis yang berada dipelukannya.
"Mau lagi boleh?"
'Gila!' Jeritnya. Tapi Zio lebih gila karena menuruti permintaan gadis itu, lalu mereka mengulangnya lagi seperti saat di karidor sepi.
'Kayaknya doa Lastri terkabul yang kepengen gue sama segender.'
____
"Sayang, cucu Oma yang paling tampan sini nak," Oma Erin menyuruh sang cucu yang baru pulang dari sekolah agar mendekatinya.
"Iya Oma?" Zio berjalan kearah sang Oma lalu duduk disebelah wanita tua itu.
"Orang tua kamu minggu depan akan mengunjungimu, bagaimana? Kamu senang sayang,"
"Serius Oma?" Kaget Zio. Entah kenapa Zio merasa senang mendengar kabar ini.
"Serius dong sayang," Oma Erin mengelus pundak Zio lembut.
"Aku merindukan mereka Oma,"
"Oma tau."
'Sayang, maafin Oma.'
_______
"Gak pernah nyesel bunuh dia," Seorang gadis mencoret-coret foto wanita cantik menggunakan spidol merah lalu menyeringai.
"Bunuh wanita sialan ini bisa apalagi dia yang lemah. HAHAHA! Tunggu giliran yaa," Gadis itu tertawa.
Gadis itu beralih menatap foto seorang pemuda lalu gadis itu menatapnya penuh obsesi. "Kenapa? Kenapa kamu gak pernah lirik aku?"
"Pokonya kamu milikku! Hanya aku."
___
Ada yang setuju Zio sama Tasya?
Atau Manda?
Atau Syifa? Figuran yang sekali di sebut di story ini wkwkwk😄
KAMU SEDANG MEMBACA
JADI COWOK? [SELESAI✔]
Fantasy18+ MENGANDUNG KATA-KATA KASAR YANG TIDAK WAJIB DITIRU!! UNTUK YANG EMOSIAN DISARANKAN TIDAK MAMPIR🔥 "Anjing, gue jadi cowok bangsat!" Jinni, gadis super tomboy yang ber- transmigrasi kedalam Novel dan menjadi figuran pria. ____ Note: BISMILLA...
![JADI COWOK? [SELESAI✔]](https://img.wattpad.com/cover/308300818-64-k166875.jpg)