18+
MENGANDUNG KATA-KATA KASAR YANG TIDAK WAJIB DITIRU!!
UNTUK YANG EMOSIAN DISARANKAN TIDAK MAMPIR🔥
"Anjing, gue jadi cowok bangsat!"
Jinni, gadis super tomboy yang ber- transmigrasi kedalam Novel dan menjadi figuran pria.
____
Note: BISMILLA...
Setelah mengetahui apa yang dialami kekasihnya, Tasya mulai menjaga sikap dan prilaku. Berbeda dengan Zio, pemuda itu merasa heran dengan tingkah kekasihnya karena tidak biasanya gadis itu tidak bertingkah agresif atau hal semacamnya.
"Makan yang banyak," dengan telaten Tasya menyuapi Zio.
Zio mengunyah makanannya dengan tak berselera. Dirinya benar-benar di buat bingung dengan tingkah gadisnya.
"Sya," panggil Zio.
"Hm?" Tasya hanya berdehem sembari menganduk-ngaduk bubur yang ada ditangannya. Zio tak tau saja jika Tasya tengah menahan air matanya agar tidak jatuh.
Siapa yang tidak sakit jika kita tau kalau orang yang kita cintai tidak baik-baik saja. Apalagi Tasya begitu cinta pada Zio bahkan hampir gila memikirkan pemuda tampan itu.
Dengan kesal Zio memgambil mangkuk bubur itu dan menaruhnya kasar.
"Zi?" Kaget Tasya sembari mendongak menatap pemuda tampan itu.
"Kenapa?" Zio menatap Tasya dingin membuat gadis itu sedikit takut. Tatapan ini seperti tatapan Zio dulu saat tidak suka dengan kehadirannya.
"Hiks," bukannya menjawab, Tasya malah menangis dengan menarik-narik ujung bajunya pelan.
Tasya akan terlihat sangat lemah jika sudah didepan Zio. Cinta membuat Tasya lemah dan kuat secara bersamaan. Kuat mempertahankan cintanya agar tidak pergi, dan Lemah akan cintanya terlalu besar pada Zio.
"Hei, Are you okay? why are you crying hm?" Dengan pelan Zio meraih wajah Tasya dan menangkupnya.
Tasya tak membalas gadis itu semakin mengecangkan tangisannya membuat Zio semakin khawatir.
"Sya, kamu ada masalah? Mami bilang apa sama kamu? Kata Jack mami bicara sesuatu sama kamu," Tanya Zio beruntun.
Jelas saja pemuda itu khawatir Lidia bicara macam-macam pada Tasya. Apalagi wanita tua itu sudah mengetahui hubungannya dan gadisnya.
"Enggak Zi, udah-udah aku gakpapa kok," Tasya melepaskan tangan Zio lalu menggenggamnya erat.
Zio menghela napasnya pelan dan langsung membawa Tasya kedalam pelukannya. Mungkin ini gila bagi Zio, karena sekarang dia sudah mencintai Tasya. Sepupu nya sendiri.
"Jangan takut, I'm always with you. You should know, maybe it's too late but I love you so much," ucap Zio begitu tulus membuat Tasya semakin menangis. Gadis itu benar-benar bahagia mendengar ungkapan Zio. (Aku selalu bersamamu. Kamu harus tahu, mungkin ini sudah terlambat tapi aku sangat mencintaimu)
Tasya mendongak menatap Zio. "Aku juga cinta sama kamu Zi. Aku mohon jangan pernah ninggalin aku."
Zio tersenyum lalu menunduk mendekatkan wajahnya kewajah gadis itu.
Cup.
Zio mengecup bibir Tasya sekilas membuat gadis itu mengembangkan senyumannya.
"Yang lama ayang," rengek Tasya dan hal itu membuat Zio terkekeh gemass.
Zio kembali mencium bibir Tasya. Gadis itu pun membalas ciuman Zio dengan tangan yang melingkar di leher sang kekasih.
Raupan demi raupan terasa semakin dalam membuat posisi keduanya semakin intim.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Eugh," desah Tasya saat ciuman Zio turun kelehernya diiringi dengan tangan Tasya yang menarik pelan rambut Zio, karena merasakan sebuah sengatan yang begitu aneh menjalar pada setiap saluran darahnya. Meski ini bukan pertama kali dia dan Zio lakukan.
Setelah memberikan tanda kepemilikan pada leher Tasya, Zio langsung menjauhkan kepalanya dan menatap Tasya intens. Wajah gadis itu sudah memerah dengan mata sayunya.
"Zi," rengek Tasya yang langsung menenggelamkan wajahnya didada bidang Zio.
"Maaf aku kebablasan," bisik Zio sembari mengelus rambut Tasya lembut.
"Gakpapa. Aku suka," balas Tasya. ____
"Mungkin Zio sering mendapatkan ingatan-ingatan masalalu nya, dan itu bisa jadi penyeban Zio sering mengalami sakit kepala berlebihan," ujar Vanya sembari menatap bergantian sepasang suami didepanya.
"Aku sarankan kalian jangan memaksakan Zio untuk ingat, itu terlalu bahaya. Kalian jangan terlalu khawatir, dengan ingatan-ingatan yang Zio dapatkan, itu mampu membuat dia ingat semuanya meski dia masih belum menyadari dirinya sendiri itu siapa." Lanjut wanita cantik itu.
Lidia menatap teman dekatnya. "Aku cuma bisa minta tolong sama kamu Van, aku percayakan sama kamu," ucap Lidia.
Vanya tersenyum tipis. "Jangan khawatir. Zio pasti sembuh. Kalau ada waktu luang bawa lagi Zio ketempat aku ya Lid," ujar Vanya.
"Iya Van."
Setelah itu Vanya mengambil sesuatu dalam tasnya dan menunjukannya pada Zaky dan Lidia.
"Novel?" Bingung Zaky begitupun dengan Lidia.
"Z-A pengarangnya."
___
Up juga saya🔥
Mau cerita dikitt.. Saya kan pergi kesekolah ya, tapi gak bawa buku soalnya baru masuk pasti gak balajar gtu ehh tapi ternyata belajarr🥺😭
Satu lagi, biasanya kan Saya up tiap malam ya, tapi udah dua malem engga soalnya saya lagi sick akibat udah dua hari ini hujan2 pas pulang school🤧🥶 udh sihh gtu aja🤣
Btw kalian jaga kesehatan soalnya lagi musim sakitt🔥
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.