JC. 13

13.8K 956 64
                                        

Saat ini Zio serta keempat temannya tengah berkumpul dibelakang sekolah yang biasa mereka tempati dulu. Berhubung jamkos mereka memutuskan untuk pergi kesana sembari mengenang masa-masa mereka dulu.

"Andai ada Yuda," celetuk Bisma sembari menghisap rokoknya.

Leon yang selaku ketua Osis hanya menghela napasnya kasar melihat kenakalan teman-temannya.

"Untuk kali ini doang gue biarin lo-lo pada ngerokok lain hari gue laporin ke guru BK!" Tegas Leon. Sungguh, dia tak berniat menginjinkan teman-temannya merokok jika berada di lingkungan sekolah.  Teman-teman setannya menghasutnya dengan alasan 'hanya kali ini'  kecuali Zio, pemuda itu hanya diam.

"Iya Pak ketos," sahut Akmal.

"Lain kali jangan buat posisi Leon serba salah. Gue tau sebenarnya dia juga pengen kayak kita tapi dia punya tanggung jawab dan harus memberi contoh baik pada anak-anak. Dia ingin ngelapor kita pasti ngerasa gak enak. Kalau gak, dia punya kewajiban untuk menghukum dan ngelaporin kelakuan anak-anak yang gak tau aturan kaya kita," ucap Zio dengan menatap teman-temannya lalu menatap Leon yang kini tengah menatapnya juga.

"Buat lo, kalau semisalnya kita salah tegur aja jangan takut," Zio menepuk pundak Leon sembari tersenyum tipis.

"Aaa babang Zio bijak ya," Akmal berucap dengan dramatis.

"Alay lo ah," Jack menjitak kepala Akmal membuat pemudah itu berdecak kesal.

"Sorry ya Le," ucap Bisma lalu membuang rokoknya yang sudah pendek. Lalu pemuda itu memasukan kembali rokoknya kedalam saku celannya.

"Kalau mau ngerok di rumah Zio atau gue aja sepuasnya sampe mati," Ujar Leon.

"Lawak lo gak lucu anjirr mana muka nya datar," Sahut Akmal.

"Leon," panggil Zio yang mengalihkan atensi mereka .

Leon menoleh lalu menatap Zio. "Hm?"

Sebelum berucap pemuda itu menghela napasnya pelan. "Lo ada hubungan sama Manda?"

Dahi mereka menyerit tanda tak mengerti.

"Zi...Oh gue tau! Lo suka Manda ya?" Bisma menatap Zio penih selidik. Yang lainnya pun mengikuti.

Zio menggeleng. "Enggak, gue cuma nanya aja,"

"Gue sama Manda gak ada hubungab apa-apa... Emang sih hampir satu sekolah bilang gue pacaran sama Manda karena  sering bareng padahal kita sering bareng karena Manda sekertaris Osis ya gitu dehh, tapi kita gak ada hubungan apa-apa, lo tenang aja kalau lo suka Manda," Jelas Leon tak biasanya mengucapkan kalimat yang sangat panjang.

'Kok bisa ya mereka gak punya hubungan?' Batin Zio merasa keheranan.

"Zi, lo beneran suka Manda?" Tanya Jack dengan menatap sepupunya itu.

Zio menggeleng. "Gak, lagian gue cuma nanya."

"Gakpapa kali Zi kalau suka. Kita dukung!" Ujar Bisma yang dapat anggukan dari lainnya.

"Yoi, pokonya gue dukung lo sama Manda," Balas Akmal.
___

"Akhh!" Ringis seorang gadis saat tiba-tiba rambutnya ditarik kuat oleh Tasya.

"Sya, kamu gila! Ini sakit," gadis itu berusaha melepaskan tangan Tasya yang menariknya kasar.

Dengan tak berperasaan Tasya mendorong Manda hingga gadis itu tersungkur.

"Gak usah so polos anjing! Gue peringatin lo untuk jauhin Zio!" Marah Tasya.

Manda menatap wajah Tasya yang diliputi amarah. "Siapa yang deketin Zio?" Gadis itu beranjak dari tempatnya dan menatap Tasya bingung.

"Jangan ngeles sialan!"

"Astaga Sya, aku emang suka sama kak Zio tapi aku gak ada niatan buat deketin dia," Sahut Manda berusaha menyakinkan gadis cantik itu.

"Jauhi Zio!" Tekan Tasya.

"Iya-iya aku jauhin kak Zio, udah ya? Jangan marah lagi. Aku pengen damai, aku gak mau punya musuh," mohon Manda. Sungguh, dia sangat cape mendapat bully-an Tasya. 

Tasya berdecih sinis lalu kembali mendorong Manda. Tapi seseorang menahan tubuh Manda dari belakang membuat gadis cantik itu tak jadi terjatuh untuk kedua kalinya.

"Z-zio?" Kaget Tasya saat melihat keberadaan Zio.

Dengan perlahan Zio membantu Manda membuat gadis itu bernapas lega. "Makasih kak," Zio mengangguk.

"Sya, lo keterlaluan!" Zio menatap Tasya dingin membuat gadis itu rasanya ingin menangis saja.

"Dia duluan!" Tunjuk Tasya pada Manda yang berada disebelah Zio.

"Gue gak buta," balas Zio.

"Aaaa Zio jangan gini," Rengek Tasya lalu berjalan kearah Zio dan memeluk tubuh pemuda itu.

Manda tersenyum canggung. "Jangan di perpanjang kak aku gakpapa. Kalau gitu aku pamit pergi," Setelah itu Manda pergi meninggalkan Tasya dan Zio.

"Sya, tolong buang sifat buruk lo ini gue gak suka. Lo bisa?" Zio melepaskan pelukan Tasya lalu menatap gadis cantik itu yang wajahnya memerah karena menangis.

Tasya menghapus air matanya kasar lalu mengangguk.

"Baguss," Zio berucap dengan mengelus rambut Tasya lembut membuat jantung Tasya berdetak semakin cepat. 

"Zi,"

"Hm?"

"Kamu suka Manda?" Tasya mendongak menatap Zio yang lebih tinggi darinya.

Zio menghela napasnya pelan lalu membalas tatapan Tasya. "Gue gak suka siapa-siapa untuk saat ini Sya," 

Tasya menahan bibirnya untuk tak tersenyum lalu gadis itu kembali memeluk tubuh Zio. Sial, ditatap seperti itu aja membuat jantungnya menggila.

"Zio aku tuh cinta banget sama kamu dari dulu,"

"Aku harap suatu saat nanti kamu membalas perasaan ini," Lanjut gadis itu lalu melepaskan kembali pelukannya dan menatap Zio yang kini tengah menatapnya.

"Zi, Kiss me," 

Ucapan Tasya membuat Zio terkejut. "Sya--"

"Kali ini aja, please," 

"Gak bisa! Kit----"

Cup!

Mata Zio melotot saat ucapannya di potong oleh ciuman Tasya tepat di bibirnya. Tasya kegirangan lalu melingkarkan tangannya di leher Zio dan menarik pemuda itu untuk memperdalam ciumannya.

'Gila, gue gila bangsatt,'

Zio gila karena mambalas ciuman Tasya bahkan pemudah menarik tengkuk Tasya agar semakin memperdalam ciumannya.

Setelah lima menit ciuman mereka terlepas karena Tasya kehabisan napas.

Jantung Zio berdetak semakin cepat kala mengingat tindakan gilanya tadi. Zio ikutan gila.
_____

Jangan berekspetasi lebih sama tokoh dicerita ini.

Untuk Visual kalian bayangin sendiri atau mau aku kasih Visual? Tapi untuk tokoh yang lain sih, untuk tokoh Zio aku gak kasih Visual soalnya gak ada yang cocok😄

JADI COWOK? [SELESAI✔]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang