PROMIÑTE:16.

1.3K 129 7
                                        

"Lalice,Kenapa kau sangat betah dengan tidurmu hm?"

"Ireona.."

"Kau tahu,aku sudah menunggumu untuk bangun selama satu Minggu ini! Apa kau tidak berniat untuk bangun?"

"Lisa.."Gadis berponi itu menoleh kebelakang saat wendy tiba tiba memanggil namanya.

"Waeyo?"

"Keluarga Bae akan kesini, sebaiknya kau pergi dari sini sebentar! Aku akan menghubungimu jika mereka sudah pulang.."Lisa hanya mengangguk paham lalu beranjak untuk hendak pergi.

Namun langkahnya terhenti saat ia merasakan genggaman pada tangannya,ia menoleh dan merasa bahagia dengan apa yang ia lihat sekarang..

"La-lalice.."

"Unnie,Lalice menggenggam tanganku.."Lisa berseru dan Wendy pun nampak takjub dan sedikit tak percaya dengan apa yang ia lihat.

Selama satu tahun ia menunggu Lalice untuk sadar, sepertinya Lisa memang orang yang Lalice tunggu.

Lisa membalas genggaman itu dengan erat dan penuh rasa bahagia,"Gomawo Lalice,aku sangat menyayangimu.."Lisa mencium sekilas kening Lalice lalu berlalu dari sana melepaskan genggaman tangannya pada Lalice.

Ia tak ingin keluarga Bae tahu jika ia adalah saudara kembar Lalice,"Aku akan kembali, tunggu aku! Eoh?"

.

"Ini benar benar diluar dugaan,putrimu mulai merespon orang orang yang ada disekitarnya.."

"Dia mulai merespon suara yang ia dengar, putrimu memiliki kemungkinan akan sadar dalam beberapa hari ini.."

"Gomapsemnida Dokter Kang.."Pria setengah baya itu hanya mengangguk dan tersenyum pada Tuan Bae.

Mereka langsung menghampiri ruangan Lalice dan mulai merasa bahagia saat mendengar penjelasan dokter barusan.

"Hai anak nakal, terima kasih karena kau telah bertahan.."

"Unnie ingin cepat melihat senyuman dan tawamu lagi,unnie juga merindukan saat kau bersikap manja dan juga mengeluhkan Irene unnie padaku.."

"Cepatlah sadar,kami sangat menantikanmu.."

"Wendy,kau sudah makan? Kau terus menjaganya disini sepanjang hari,kau pasti tak sempat untuk makan kan?"

"Aniya,aku sudah makan karena tadi Lalice dijaga oleh-"Wendy mendadak berhenti berucap,ia hampir saja keceplosan menyebutkan nama Lisa.

"Dijaga siapa?"

"Ah itu,tadi temanku menemuiku disini! Jadi aku meminta bantuannya untuk menjaga Lalice sebentar selagi aku pergi ke kafetarian tadi.."

"Ah jadi begitu ya,baiklah gomawo wendy-ssi! Kau memang orang yang tepat untuk menjaga Lalice!"

"Geundae,tidakkah ini sedikit aneh! Kita terus berusaha untuk membuat Lalice merespon semua suara kita,tapi itu tak pernah berhasil! Lalu hari ini? Bagaimana ini-"

"Sudahlah irene-ah,kita cukup bersyukur karena Lalice memiliki kemungkinan besar untuk kembali sadar!"

"Dan.."

"Nak besok Appa dan Eomma harus pergi ke Amerika,apa tidak apa apa jika kalian saja yang menunggu adik kalian untuk sadar?"

"Nde appa,biar kami saja! Kalian pergilah.."

PROMIÑTE ✔ Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang