Jeno hari ini datang ke apartemen Haechan untuk melihat bagaimana keadaan tunangannya, setelah kejadian kemarin Haechan akhirnya mau mengakui perasaannya pada Jeno. Pria itu senang tapi sedih disaat yang bersamaan karena Haechan harus mengalami hal ini karena tindakannya yang gegabah, dia merasa bersalah.
Jeno memencet bel apartemen dan Haechan membukanya tak lama kemudian, sebuah pelukan adalah hal yang Jeno dapatkan pertama kali.
"Mas~"
"Iya sayang kenapa?" Jeno sedikit mengangkat tubuh Haechan agar dia bisa berjalan masuk dan menutup pintu tanpa melepaskan pelukan mereka.
"Nggak papa, kangen aja." Haechan menempelkan sebelah wajahnya ke dada Jeno,
"Pasti ada maunya ini." Jeno mengusap kepala Haechan,
"Hehe, bantuin skripsi." jawab Haechan dengan cengirannya, Jeno tertawa mendengar itu.
"Emang nanti saya dikasih apa?" tanya Jeno.
"Dikasih ini gamau?" Haechan menunjuk pipi dengan kedua jari telunjuknya, terlalu gemas! Sampai Jeno mengecup bibir anak itu berkali-kali."Yaudah ayo, tapi kamu sarapan dulu ya?" kepala Haechan mengangguk sebagai jawaban, mereka lantas berjalan menuju ke meja makan yang menjadi satu dengan pantry, Jeno membawakan sarapan bubur ayam dan jus buah yang dia buat dirumahnya.
"Haechan, kamu nggak lupa kan hari ini?" tanya Jeno, mendengar pertanyaan Jeno membuat Haechan menghembuskan nafas.
"Mau diundur juga aku takut Mae kenapa-napa, aku kangen Mae." ucap Haechan, ia memaksakan sebuah senyum menatap Jeno.
"Yaudah ayo, kita jemput Mama kamu habis makan ya? habis itu saya bantu skripsi kamu." Jeno mengusap pipi Haechan, anak itu lagi-lagi menganggukkan kepala.Hari ini mereka akan menemui Johnny untuk membicarakan semuanya, Haechan tidak tahu apa yang akan dia katakan pada Ayahnya nanti, itulah kenapa dia meminta Jeno untuk membantunya nanti.
Setelah sarapan, Haechan sudah siap untuk pergi menemui Johnny di perusahaannya. Selama perjalanan Haechan hanya bisa menggenggam erat-erat sabuk pengaman sambil berdoa dalam hati kalau dia akan baik-baik saja. Anak mana yang tidak trauma diperlakukan seperti itu oleh Ayahnya sendiri?
Haechan yang selalu disayang oleh Ten tentu saja langsung ketakutan sampai tidak berani keluar dari ruangan yang dia anggap aman. Haechan tidak bisa melupakan hal itu dengan cepat, namun ternyata waktu tidak berpihak pada Haechan kali ini, tahu-tahu dia sudah berdiri di depan pintu ruangan Johnny dengan tangannya yang saling bertaut dengan jemari milik Jeno.
"Jangan khawatir, kamu disini sama saya." ucap Jeno sembari menguatkan genggaman tangannya, Jeno mengetuk pintu dua kali sebelum akhirnya membuka pintu setelah mendengar suara persetujuan untuk masuk dari dalam sana.
Langkah keduanya terdengar beriringan, jantung Haechan sudah tidak beraturan lagi detaknya bahkan Jeno bisa merasakan dinginnya telapak tangan tunangannya itu. Johnny sempat ingin menyapa Jeno karena dia hanya mendapatkan kabar kalau Jeno ingin menemuinya, tapi melihat Haechan yang berdiri disamping Jeno langsung membuat Johnny mengurungkan niatnya, air mukanya bahkan terlihat sangat berbeda.
"Silahkan duduk." ucap Johnny pada akhirnya, dia tidak mau terlihat tidak sopan meskipun amarahnya kini sudah naik ke ubun-ubun. Bagaimana bisa Haechan mengajak Jeno kemari?! Mau apa lagi dia?
Haechan dan Jeno memilih untuk berdiri, tubuh Hechan tanpa sadar bahkan bergerak kebelakang Jeno untuk mencari perlindungan.
"Saya disini hanya ingin menyampaikan jika saya akan kembali mengambil Haechan sebagai tunangan saya dan secara hormat meminta anda untuk mengembalikan Mama kepada Haechan." Jeno berucap dengan tegas, menatap Johnny dengan senyum kecil di bibirnya."Haechan yang minta?" Johnny melirik Haechan yang bersembunyi dibelakang Jeno,
"Saya tunangan Haechan, urusan dia urusan saya juga." Johnny menatap tablet yang ada di atas mejanya,
"Nanti saya antar dia pulang, sekarang kalian bisa pergi." ucap Johnny tanpa menatap kedua orang itu.

KAMU SEDANG MEMBACA
PE;A
FanfictionA story about them, Haechan and Jeno. A student and his lecturer. ----------------------------------------------------------------------------------------- WARNING! bxb Trauma Family issues