07: Di Luar Jam Kerja

1.3K 113 10
                                        

---

"Apa ada lagi yang ibu cari?"

"Hm... Buah... Kita harus stok buah."

"... Buah Pisang?" Lea menghentikan trolinya di antrian kasir ketika ibunya mengangguk. "Ibu tunggu di sini saja, biar aku saja yang ambil pisang di belakang."

"Buah Semangka juga, Lea..." Sambung Renita.

"Oke, ibu tunggu sebentar, Ya." Lea mengambil tasnya, disambung dengan suara notifikasi ponsel.

"Apakah kamu sibuk, Lea? Dari tadi sepertinya ponselnya berbunyi terus? Lebih baik... Sehabis ini, kita pulang saja."

Lea yang hampir merogoh isi tasnya, memandangi ibunya. "Tidak, Ibu. Aku bebas sampai malam ini. Nanti kita lanjut makan siang di restoran yang ibu mau..." Lea merapikan rambut putih ibunya yang sedikit berantakan. Renita tersenyum.

"Aku tinggal sebentar, Ibu..."

Lea menengok ke arah ibunya sekali lagi, sebelum meninggalkannya. Kalau tidak ada pekerjaan di luar kota, setiap sabtu atau minggu adalah jadwal Lea untuk mengajak sang ibu berjalan-jalan. Hanya saja... Memang di penghujung minggu, pasti banyak para submisif yang mendaftar untuk mengisi jadwal malam. Untuk hari ini, dia sudah mendapatkan slot 2 orang para Submisif, itu berarti tinggal 1 slot lagi yang tersisa.

"Nyonya Poli. 27 tahun. Submisif. Sabtu, pukul 23.00 malam. Tekan ya untuk SETUJU atau TIDAK untuk MENOLAK."

Lea tersenyum ketika melihat nama wanita tertera. Sudah hampir 5 tahun, Lea menjalani statusnya sebagai Nona D... jadi, bukanlah hal yang aneh jika wanita pun menikmati gairah rasa perbudakan itu. Siapa pun boleh bermain... Tinggal bagaimana sang Dominatrix memilih Submisifnya dan melakukan kesepakatan.

Lea mengambil keranjang dan memilih beberapa pisang berwarna kuning yang tersusun rapi di sudut super market. Lea meletakkan dua sisir pisang di keranjangnya dan beralih ke bak yang berisi buah semangka.

"Wah, ukurannya besar-besar..." Lea mengangkat semangka yang berukuran besar dan meletakkannya di atas timbangan.

"Tidak mau!"

Lea melongok ketika suara teriakan wanita terdengar dari rak belakangnya. Ketika Lea menoleh, tampak sepasang muda-mudi yang mungkin umur mereka sekitar 16 atau 17 tahun. Mereka berdiri di sekitar peralatan dapur. Sang pria memegang bungkusan berisi tali jemuran yang terpajang, dari wajahnya sepertinya dia berbicara sesuatu yang menurutnya menyenangkan. Tetapi pasangannya justru terlihat tidak senang, dia tampak menolak. Lea mengamati lagi bagian-bagian tubuh perempuan muda itu. Dia bisa melihat pergelangannya hingga lengannya lebam, bekas jeratan tali. Lea menghela napas, tetapi ini bukan urusannya.

******

Lea mendekati ibunya yang tampak melamun, wajah Renita langsung cerah ketika melihat anak perempuannya sudah berdiri di sampingnya.

"Untunglah kamu cepat, di depan tinggal dua antrian lagi..."

"Iya, bu... Maaf kalau lama. Ibu duduk saja di depan." Lea menunjuk kursi panjang di belakang kasir. Renita mengangguk.

Terdengar suara cekikikan manja. Lea menyadari kalau sepasang muda-mudi tadi ternyata berdiri di sampingnya. Anak perempuan manis itu menggelayut manja di lengan pasangannya.

R A H A S I ACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang