Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

19: Kekasih

1.2K 100 14
                                        

---

Perhatian:
Sesuai tema kategori ini adalah tema Dewasa. Cerita mengandung unsur kekerasan, kata-kata vulgar dan aktivitas seksual. Ini bukan untuk ditiru. Ini hanya hiburan dan karangan belaka.

---

"Haruskah aku mempercayaimu, Elver?"

Elver mengusap hangat kedua pipi Leanna. Mata bulat berbingkai bulu mata lebat, bagaikan intan yang berkelip. Ekspresi Iras cantiknya di tengah-tengah antara takut dan pengharapan. Lekat Leanna tidak menolak sentuhannya.

"Kamu harus mempercayaiku. Aku pun tidak menemukan alasan apa pun, mengapa aku merasa sangat tenang setiap dekatan denganmu. Perasaanku, mengalir begitu saja."

Kecupan lembut itu meraba permukaan pipinya, Lea memejamkan kedua matanya. Sedang jantungnya mengila, seperti merobek keluar tulang dadanya saja. Ada senang, ketika Elver mengungkapkan perasaannya.

"Kamu adalah orang yang aku cari, Leanna. Aku tidak bisa menahan diriku."

Leanna menyungingkan senyum datarnya, dirinya memang begitu asik tenggelam di lautan kasmaran yang ditumpahkan oleh Elver.

Entah kemana rasa kelam itu?

Bukankah luar biasa...
Luka batin itu tidak terasa lagi. Trauma berat yang mengerubunginya tidak lagi menjadi tameng di dalam dirinya.

Leanna tidak lagi memikirkan, bagaimana dia melindungi dirinya dari perihal kepercayaan, cinta dan pria...

.

Pria bermata kelam itu seakan pakem menandainya. Kecupan bibirnya menyesap tanpa henti, seolah-olah dia berburu untuk meredakan rasa hausnya. Suara desahannya yang berat ikut mengiringi, dia seperti membisikan mantra teluh yang membuatnya tidak berdaya.

"... Kamu sangat cantik, Leanna."

****

"Ayo, makan malam..."

"Aku capek dan ngantuk," celetuk Lea sambil mendorong tubuh Elver dari atas tubuhnya. Dia menarik selimutnya.

"Tidak. Jangan tidur lagi. Kita harus makan malam." Elver menahan tangan Leanna.

" Elver menahan tangan Leanna

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

---

Leanna menguap sekali lagi. Dia menopang wajahnya sambil mengaduk pasta yang baru saja diletakkan Elver. Asap halus membumbung menebarkan wangi keju yang gurih. Leanna meneguk liurnya, perutnya memang merasa lapar dan tenaganya luar biasa terkuras. Dia ingat ketika sampai di apartemen Elver sekitar jam 6... Entah berapa kali dia orgasme, yang jelas ini sudah pukul 9 malam.

Leanna mengusap pipinya, sebenarnya malu sekali. Bagaimana tiba-tiba dia menurut saja ajakan Elver untuk bercinta! Rupanya begini rasanya terlena karena Kasmaran. 

R A H A S I ACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang