Author's POV
.
.
.
Sebelum jam 9 Giovanni sudah sampai di gerbang SMA SH. Memang di sana banyak orang yang mencolok dan terlihat seperti pengusaha kaya raya, artis, pejabat tinggi dan sekelasnya.
Tapi..
Aura Giovanni dapat menarik perhatian setiap orang di sana. Rambu blonde, setelan rapih, tubuh tinggi besar dan karismatik bak artis Hollywood membuat semua orang terpana.
Setiap langkahnya begitu elegan, maklum dia tampil seperti itu agar tidak menjatuhkan martabat Kenzie. Ya karena hari ini dia menjadi wali untuk mengambil raport tuan mudanya itu.
BRUKKKKKK
Tiba-tiba ada seseorang yang jatuh di hadapannya. Bagi Giovanni dia terlihat seperti anak SMP yang terpisah dari orang tuanya.
"Are you okay, son?",tanya Giovanni sambil membantu berdiri.
"Ahhh... No problem sir! Thank you."
Kebetulan yang sangat pas, karena anak laki-laki yang jatuh itu adalah pamannya si Rey, om Ardan. Karena itu, sekilas Giovanni merasa tak asing dengan wajahnya. Karena Ardan dan Rey memiliki wajah yang mirip.
"Saya baru mengganti kacamata, jadi belum terbiasa dan sering terjatuh.",ucap Ardan.
"Sebaiknya kamu berhati-hati nak!",ucap Giovanni sambil mengusap kepala Ardan.
"Yes sir!",balas Ardan sambil mengangguk pelan.
Meraka pun berpisah karena tujuan kelasnya berbeda. Mungkin Giovanni akan kaget kalau tahu tujuan Ardan ke sini sebagai walinya Reynand bukan anak SMP yang ilang.
.
.
.
Di sisi lain geng preman sedang duduk di bangku yang tak jauh dari kelas menunggu panggilan untuk interview satu-persatu.
Dari mereka berempat yang kelihatan paling gelisah adalah si Rey. Karena yang mengambil raportnya hari ini adalah om Ardan. Pamannya yang sadis masalah nilai.
Angga yang nilainya paling jelek pun hanya bisa pasrah dan bersandar ke Satria. Dion yang nilainya rata-rata pun masih sempetnya gacha buat dapet item langkah di game, asli dalam hati sih gelisah juga. Tapi masa bodo lah gacha yang utama.
Kalau Satria nih gelisahnya beda dari yang lain. Masalah nilai sih aman tapi ini karena posisinya si Angga nempel banget ke Satria, senam jantung pun dimulai. Topeng stay coolnya Satria mode on.
"Rey!! Lu di panggil tuh!", sahut Erika teman sekelas geng preman sekaligus konsultan perbeelan, panggil aja master fujoshi.
"Yampunn... om gua cepet banget dah datengnya.",ucap Rey pelan.
"Wkwkkw... Semangat bro.",sahut Dion.
"Mampus Lo",sahut Angga.
".......",Satria cuman diem dan tetep stay cool aja.
Rey pun masuk ke ruangan dan duduk di samping pamannya yang sudah berbincang dengan wali kelasnya.
"Hahaha.... Gua masih gak nyangka lu itu omnya si Rey ini.",ucap wali kelas Rey yang santuy banget ke om Ardan.
"Ahahha... Aku juga gak percaya orang kayak mas Ardan jadi guru di sini.",bales jutek om Ardan.
Rey pun bingung, melihat mereka yang sudah akrab.
"WAITT!!! Pak Keya kenal sama om saya??",tanya Rey ke wali kelasnya.
"Gak kenal lagi, kita kan satu kos. Ya kan dik Ardan? Oh iya malam ini gua mau makan yang ada kuahnya.",jawab pak Keya, wali kelas Rey yang mengajar olahraga. Sekaligus penanggung jawab tim basket.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Dearest Boy [BL]
RomanceRey, cowok yang bertampang preman tapi sangat jago dalam pekerjaan rumah tangga, misalnya memasak dan bersih-bersih. Keahliannya yang lain yakni bermain basket. Saat akan masuk SMA, Rey bertemu dengan Kenzie anak orang kaya raya yang tidak bisa...
![My Dearest Boy [BL]](https://img.wattpad.com/cover/250813298-64-k779904.jpg)