Author's POV
.
.
.
"Hari ini yang daftar banyak banget!"
Yah! Saat ini para klub sedang siap siaga promosi ke siswa baru. Tentunya anak-anak basket pun ikut turun tangan.
Klub basket mereka sangat terkenal karena memenangkan juara nasional. Tentunya banyak sekali siswa yang ingin bergabung.
Selain pemain, tim basket juga memerlukan manager untuk support dan mengatur kebutuhan tim. Selama ini kak Evan yang selalu berperan sebagai manager.
Evan bisa mengatur semuanya dengan baik, mulai jadwal latihan hingga peralatan yang dibutuhkan. Sejak Evan lulus, klub menjadi sedikit tak terurus.
"Guys! Yang daftar jadi manager lebih banyak daripada yang jadi pemain! Apalagi yang daftar kebanyakan cewek.",ucap Rey selaku kapten klub saat ini.
Klub basket ini, punya fanbase tersendiri. Membernya ganteng, atletis, tinggi, dan idaman lah pokoknya. Karena itu, banyak siswi yang mengambil kesempatan menjadi manager dengan tujuan utama melihat keindahan dunia.
"Yah gak apa sih! Terima aja kapten- awww Sat!!", cletuk Angga yang langsung ditampol Satria.
"Maksud Lo?? Oh biar bisa liat cewek tiap latihan? Hah?", terdengar Satria kesal tapi Angga tak berani melihat ke arahnya.
"Gue bisa bayangin juga kalo Kenzie bakalan cemburu.",sahut Rey dengan wajah merinding. Dia teringat saat Kenzie cemburu dengan Erika.
"An-Chan gue pasti juga bakalan cemburu.",cletuk Dion yang asli pacarnya tidak mudah cemburu, ingin ikutan aja.
"Heum... Enaknya gimana nih kak Bima?",tanya Rey yang mencari sosok Bima.
Semua orang terbisu, melihat kelakuan Bima.
"Hmmm... Ini juga enak baunya, aku mau lavender!",ucap Bima yang saat ini sedang duduk di atas pangkuan Rakha.
Mereka sedari tadi asik belanja online untuk membeli kebutuhan rumah tangga. Setelah couple ngenes Sean dan Evan. Terbitlah couple Bima dan Rakha yang mewarnai tim ini.
Bukanya dirahasiakan, hubungan mereka serasa diumbar kemana-mana. Bima juga sering upload foto mesranya di sosial media. Seakan setiap hari dunia berasa milik mereka berdua.
"Okay masukin keranjang dulu!",jawab Rakha lalu mengelus rambut Bima.
"Bim! Mereka kayaknya manggil lu!",ucap Rakha yang menyudahi aksinya.
"Ohhh maaf ya adek-adeku yang manis! Bahas apa tadi?",sahut Bima dengan nada ceria seakan tak terjadi apa-apa.
'Tahaannn woiii tahan!'
Ucap hati para junior yang sudah tak sabar dengan kelakuan Bima.
Singkat cerita mereka akhirnya sepakat buat seleksi penerimaan. Dari semua cewek yang daftar, enggak ada yang faham basik dari permainan basket, intinya memang enggak niat.
Hingga tak ada yang lolos seleksi.
"Hahh!! Gue bingung, lagian mereka kan cewek tau apa soal basket?", resah Rey saat jam istirahat di kelas.
"Gue tau kok!",sahut Erika sambil membuka kotak bekalnya.
"Serius?? Coba sih, gue tes!",cletuk Dion yang duduk di samping Erika.
"Hmmp! Boleh aja!",jawab Erika dengan pedenya sambil menyibakkan rambut ke belakang.
"Okay!! Posisinya Reynand apa?", tes pertama dari Dion.
"Power Forward, fokusnya nyerang!",jawab Erika santuy lalu menyendok sesuap nasi.
Tentunya benar, membuat Rey tak mau kalah untuk melontarkan pertanyaan.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Dearest Boy [BL]
RomanceRey, cowok yang bertampang preman tapi sangat jago dalam pekerjaan rumah tangga, misalnya memasak dan bersih-bersih. Keahliannya yang lain yakni bermain basket. Saat akan masuk SMA, Rey bertemu dengan Kenzie anak orang kaya raya yang tidak bisa...
![My Dearest Boy [BL]](https://img.wattpad.com/cover/250813298-64-k779904.jpg)