Author's POV
.
.
.
Di Amerika
.
.
.
"Yah sekian untuk pertemuan hari ini, sampai jumpa di pertemuan selanjutnya."
Jam perkuliahan Evan sudah berakhir. Karena baru pertama kali merasakan hidup di luar negeri, Evan masih terasa asing dengan hal baru.
Saat ini dia memang tinggal satu apartemen dengan Sean. Tapi jurusan yang mereka ambil berbeda. Tentunya fakultas dan kelas yang mereka ambil juga berbeda.
Harapan Evan dan Sean untuk berada di kelas yang sama juga termasuk hal yang sulit.
Karena sering merasa sendirian, Evan jadi merindukan masa-masa di SMA. Dia selalu dikelilingi rekan tim basket yang unik, dia juga memiliki banyak teman di kelas.
"E.. Evann!!!", panggil seseorang dengan ragu-ragu.
Evan terdiam dan membelakkan matanya. Dia hampir tak percaya akan bertemu dengan seseorang yang dulu tiba-tiba menghilang.
"Sisy??",Evan tersenyum lebar akhirnya setelah beberapa hari merasa sendirian, dia bisa menemukan teman lamanya.
"Wahhh ternyata beneran Evan!",gadis manis berkacamata itu pun mendekat dan memeluk Evan dengan riang gembira.
Evan yang senang pun membalas pelukannya.
Staycey atau yang sering di panggil Sisy, dia rekan Evan dan Sean saat masih SMP.
Bisa dibilang Sisy adalah cinta pertama Evan.
Satu-satunya orang yang bisa menyaingi kepintaran Sean di kelas waktu itu hanya Sisy.
Sisy sangat pintar, baik, elegan, dan peduli dengan sekitarnya. Itulah yang membuat Evan terpesona.
Evan terobsesi dengan Sisy dan curhat ke Sean teman baiknya. Evan menyukai orang yang pintar, ya orang itu merujuk pada Sisy.
Sejak saat itu, Sean tak mau kalah dan selalu menandingi Sisy dalam kepintaran. Sikap Sean yang awalnya cuek pun mulai berubah lebih ramah, dan murah senyum.
Seakan dia berusaha mengikuti kebiasaan Sisy, seorang yang disukai Evan.
Awalnya Sisy menyukai Sean, dia selalu memperhatikan Sean diam-diam. Tapi Sean tak peduli.
Evan salah sangka, dia mengira Sisy memperhatikannya. Karena sering bertukar pandangan, akhirnya Evan dan Sisy menjadi lebih akrab.
Awalnya Evan sangat benci matematika, tapi semenjak belajar bersama dengan Sisy dia sangat suka matematika.
Di sekolah, Sisy dan Evan sering menghabiskan waktu bersama untuk belajar dan bergurau. Sean semakin membenci Sisy.
Hingga di suatu ketika Evan menyatakan perasaannya ke Sisy. Tentunya Sisy menerima perasaan itu. Mereka akhirnya pacaran tanpa sepengetahuan siapapun, tapi Sean tentunya tau.
Secara tiba-tiba Sisy keluar dari sekolah. Rumahnya pun pindah. Tanpa berpamitan, dan tanpa meninggalkan sepatah kata Sisy seakan menghilang.
Teman-teman Sisy pun merasa aneh.
Evan berusaha mencari keberadaan Sisy tapi tak menemukan hasil. Dia juga tak dapat menghubunginya, hingga Evan memutuskan untuk melupakan Sisy.
Setelah melalui banyak hal dengan Sean, dan hampir melupakan sosok Sisy. Akhirnya setelah lima tahun berlalu Sisy kembali ke hidup Evan.
Dulu Sisy lebih tinggi daripada Evan tapi kini berbalik. Sisy tetap sama, terlihat elegan, pintar, rambut yang rapih sepanjang bahu, dan kacamata tipis.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Dearest Boy [BL]
عاطفيةRey, cowok yang bertampang preman tapi sangat jago dalam pekerjaan rumah tangga, misalnya memasak dan bersih-bersih. Keahliannya yang lain yakni bermain basket. Saat akan masuk SMA, Rey bertemu dengan Kenzie anak orang kaya raya yang tidak bisa...
![My Dearest Boy [BL]](https://img.wattpad.com/cover/250813298-64-k779904.jpg)