CERITA INI MURNI HASIL KARANGAN AUTHOR!
DILARANG PLAGIAT DAN HATE COMMENT!
GAK SUKA LANGSUNG SKIPPP AJA!
MENGANDUNG UWU-UWU YANG TIDAK LAZIM⚠️
Hanya kisah klasik pria dingin nan irit bicara menjadi budak cinta dari gadis yang bertingkah seperti pr...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Disinilah akhirnya Axinella berada. Dengan kikuk dia meringkuk tubuhnya sambil mengumpat dalam hati.
"300 keping perak." Mata Axinella mendelik. Oh ayolah... Apakah ini karena karma sering mengatai suaminya murahan jadi ia hanya di bandrol 300 perak? Hol* sh"t!
"400 perak."
"500 perak."
Suara dari para pria yang saling bersahutan menawarkan harga untuk membeli tubuh Axinella. Merutuki nasibnya yang begitu buruk dan semakin menyumpah serapah author novel yang biada*b.
"Baiklah, tidak ada lagi yang mau menawar. Kita putuskan bahwa yang membeli gadis cantik ini adalah tuan Thanos seharga 750 keping perak."
Axinella sukses menganga melihat tubuh pria gempal dengan senyum mesumnya. Ia akan memotong alat vital pria itu nanti dan merampok sampai tak ada yang tersisa bahkan jika perlu ia akan menjual organ dalam pria itu.
"500 keping emas." Ucap pria di akhir penutup dan sukses membuat semua atensi semua orang mengarah padanya.
Pria misterius yang mengenakan jubah hitam duduk di pojok memperhatikan dengan mata tajamnya mengarah pada Axinella.
Sejenak mata mereka beradu. Alis Axinella sukses menukik siapa gerangan pria itu yang nampaknya masih terbilang seusianya namun memiliki kekayaan yang luar biasa. 500 keping emas? Tolong catat! emas. Apa dia bangsawan?
"Wah... Kau beruntung nona. Kau satu-satunya wanita termahal yang terjual disini."
Axinella mendecih menatap wanita itu. Dengan serampangan ia tak tahan lagi mengambil secarik kain gorden disampingnya lalu menggulungkannya di kedua tangannya yang terkepal.
"Kepar*t sudah tua tidak segera bertaubat malah semakin menjadi gila." Umpat Axinella segera mengalungkan kain itu pada wanita yang sempat menolongnya lalu menarik kencang mencekik leher wanita itu.
"Hah. Mampus, ku bantu ya menemui ajalmu. Btw kau islam atau ateis? Kalau islam masih kupersilahkan untuk mengucap syahadat."
Wanita itu berontak karena rongga dadanya semakin sesak. Meski banyak orang yang ingin menolongnya namun ada juga yang menikmati tontonan menarik tersebut.
"Ah aku lupa ini negeri antah berantah mana ada yang namanya agama. Ah kelamaan."