16

46.3K 3.5K 15
                                        

Hai haiii pa kabar cemuaaaa jangan lupa vote+comment yaaa

Hai haiii pa kabar cemuaaaa jangan lupa vote+comment yaaa

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Mau dansa" Tanya Rodolfo mengalihkan perhatian Axinella.

Gadis itu ingin menolak tawaran Rodolfo karena penasaran dengan kalimat yang diucapkan Restless. Bahkan sekali lagi Axinella melirik dari ekor matanya sosok yang gagah walau termakan usia itu. Sorot mata yang tajam dengan rahang tegas menambah kesan angkuh berwibawa. Jika ia masih muda seusia Alfred dan Rodolfo mungkin pria itu paling tampan diantara keduanya.

Rodolfo dengan lembut menarik lengan Axinella dan memulai dansanya. Dilain sisi, sorot mata Restless mengarah pada Alfred. Pria itu diam seperti batu es namun melihat kepalan tangan ikut mengeras melihat gadis yang ia puja berdansa dengan mesra.

"Aku bilang lupakan perempuan itu. Jika kau tetap bersikeras menyimpan perasaan itu, maka aku akan menikahkanmu pada gadis lain."

"Kau tidak bisa melakukan hal itu, karena sebelum kau melihatku menikah dengan orang lain. Aku akan membunuhmu." Smirk Alfred merangkul akrab Restless. Ia tak segan akan membunuh siapapun yang menghalangi jalannya termasuk ayah kandungnya sendiri.

"Dan kau tidak akan bisa mendapatkan perempuan itu hingga akhir hayatmu. Karena Rodolfo akan menghabisimu terlebih dahulu." Kekeh Restless mematik kobaran api putranya.

"Aku masih tak paham. Mengapa harus Axinella? Mengapa gadis itu yang kau lempar pada pria bajing*n itu?!"

"Karena aku juga membencinya." Tatapnya yang beralih pada Axinella sebelum meninggalkan ballroom.

Alfred hanya menggeram kesal dan memilih berbaur dengan bangsawan yang memiliki kedudukan kuat untuk ia manfaatkan nanti.

"Aku lelah."

"Baiklah, kita cukupkan dansanya. Nikmati makanan yang ada disini sebelum kita pergi." Ucap Rodolfo membiarkan Axinella menikmati pesta.

Axinella mengurungkan niatnya untuk beristirahat dan memilih mencari sosok Restless. Tak jauh berbeda, meskipun keluarga Baron adalah bangsawan tingkat bawah. Tetap saja kediaman Restless dan Alfred begitu luas dan berkelok dengan pilar-pilar kokoh seperti desain labirin.

"Huaaaa ini mah kesasar ishhh... Coba aja ada google maps."

"Sedang apa my lady ada disini?"

Suara yang amat dikenal Axinella. Suara bariton dengan kesan memikat dan berbisa bagi siapa saja yang mendengarnya.

"Aku tersesat Baron Alfred. Bisakah kau mengantarku kembali?"

"Permaisuri cukup memanggil namaku saja. Aku rasa gelar itu membuatku segan kepada anda." Kekeh Alfred dibalas senyuman menawan Axinella.

"Bukankah memang seharusnya begitu? Kau adalah Baron dan aku adalah Permaisuri negeri ini. Bukankah seharusnya kau segan padaku?" Lembut Axinella dengan senyuman namun mampu membuat Alfred menggeram.

180 Degrees (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang