Duo Duda [Part 12]

3.5K 414 6
                                        

"Kipas yang benar! Panas banget, ni, gue!" marah Valen yang tengah bersandar santai di sebuah kursi kayu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Kipas yang benar! Panas banget, ni, gue!" marah Valen yang tengah bersandar santai di sebuah kursi kayu. Berbeda dengan Kayla ia tengah berbaring santai di dalam terpal yang di bikin seperti sebuah ayunan.

Hei! Dia merupakan buah hati jantung pisangnya Valen, jadi gadis itu harus diperlakukan seperti ratu.

Mereka kini seperti sedang berada di pantai. Hanya saja jika di pantai akan melihat lautan air, di sini melihat lautan manusia dan ikan-ikan yang sudah mati.

Tampak beberapa pria berpakaian preman tengah menyajikan mereka beberapa piring makanan dan juga ada yang bertugas mengipasi mereka.

"Sayur, sayur, beli sayur Bu biar anak-anaknya sehat!" teriak Valen sambil menunjuk ke arah ibu-ibu penjual sayur.

Sedangkan Kayla hanya menikmati makanan yang telah tersaji tanpa berteriak sama sekali. Ia hanya datang untuk menemani Valen memberantas para pria yang memeras para pedagang di pasar.

"Masih berani malak nggak lo?" tanya Valen dengan ketus terhadap pria yang berdiri di sisi kakinya.

Pria itu menggelengkan kepalanya cepat. "Tidak, Bos."

Valen mendengus kesal. "Kalau mau, maling di bank, kalau enggak toko emas! Kalau di sini dikit!" caci Valen. Sungguh ia tidak habis fikir dengan orang yang memalak di pasar-pasar seperti ini. Apa yang mereka dapat? Bahkan dalam sehari saja mereka belum bisa membeli sebuah motor.

Coba kalau mencuri di toko emas atau bank? Rumah saja bisa kebeli.

"Susah, Bos. Keamanan mereka ketat."

"Itu karena lo bodoh! Kalau mau mencuri pakai otak, gunakan tak tik yang benar, pantau toko mereka terus menerus. Bikin persiapan yang matang."

"Kalau cuma ngomong mah gampang, Bos," sahut pria dengan jambul seuprit di depan kepalanya.

"Pasti otak lo juga seuprit kan sama kayak rambut lo! Kalau orang gagu yang ngomong juga nggak akan gampang. Jadi enggak usah banyak komen!" hardik Valen sembari memukul paha pria itu dengan tongkat yang berada di sebelahnya.

"Shh, Saya salah, Bos," ringis pria itu sambil membungkuk kecil.

"Emang lo salah! Makanya lain kali cari obat penumbuh otak biar nggak bodoh-bodoh amat."

Seketika pria berjambul depan itu mendongak. "Di mana nyarinya, Bos?" tanyanya dengan sangat antusias. Siapa tau saja setelah meminum obat itu ia bisa sedikit kebih pintar, ia capek di katakan bodoh oleh teman-temannya.

Padahal ia tidak bodoh, ia hanya lemot saja.

"Di lubang hidung gue!" sergah Valen dan menyodorkan wajahnya ke arah pria tersebut.

Pria itu menurut ia dengan cepat menggapai wajah milik Valen dan dengan cepat pula Valen menepisnya. "Ngapain lo?" sentak Valen seraya memundurkan tubuhnya.

Duo Duda [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang