Duo Duda [Part 24]

2.1K 297 11
                                        

Tampak dibelakang sekolah tepatnya dibawah pohon rindang seorang gadis tengah duduk bersila dengan tangan yang terus saja mengusap pipi kanannya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tampak dibelakang sekolah tepatnya dibawah pohon rindang seorang gadis tengah duduk bersila dengan tangan yang terus saja mengusap pipi kanannya.

"Kak Kay manis," bisiknya dengan senyum malu-malu. Ia terus saja mengenang perlakuan manis yang ia dapatkan dari gadis yang sangat ia idam-idamkan.

"Buat kamu."

Gadis itu dengan cepat mendongakkan kepalanya untuk melihat orang yang sedang memberikannya sebotol air. Senyumannya semakin lebar saat melihat sosok pujaannya tengah berdiri di depannya dengan senyum tipis.

Pantesan ia tidak merasa asing dengan suara itu.

"Kakak ngapain?" tanyanya dengan suara yang pelan, tapi, mampu didengar oleh orang yang ada di depannya. Tidak lupa mengambil botol minuman yang ada ditangan orang tersebut.

Kayla tersenyum manis dan mengelus rambut gadis itu dengan lemah lembut. "Mau ngasih kamu sarapan," lanjutnya kemudian.

Ia dengan cepat membongkar tasnya yang berwarna ungu gelap itu dan mengambil sebuah kotak bekal yang sama dengan warna tasnya. "Nasi goreng spesial buat kamu," ujarnya seraya menyerahkan kotak bekal tersebut ke arah gadis yang bernama Clara.

Tentunya Clara menerimanya dengan senang hati. Ia dengan cepat meletakkan kotak bekal itu diatas pangkuan dan membukanya. "Makasih, Kak," ucapnya dengan tulus disertai dengan senyum yang lebar.

Kayla menggangguk kecil, iris matanya terus saja tertuju ke arah gadis yang memakan nasi gorengnya pemberiannya dengan lahap.

Sudut bibi kirinya terangkat keatas dan membentuk seperti seringai kecil.

Namun, dengan cepat ia mengubah ekspresinya menjadi tersenyum saat gadis itu mendongak untuk menatapnya. "Kenapa?" tanyanya dan sedikit  berjongkok agar bisa melihat gadis itu dari dekat.

"Mau?" tawar Clara seraya menyodorkan sesendok nasi kearahnya.

Kayla tersenyum tipis lalu menggangguk kepalanya. "Tapi aku langsung pergi, ya, ada urusan."

Clara menggangguk antusias, setidaknya ia bisa menyuapkan gadis itu dengan sesendok nasi.

"Bye," pamit Kayla dengan mulut yang berisi dengan nasi goreng. Ia melambaikan tangannya dan mulai berjalan  menjauh dari Clara.

Dan tentunya Clara membalas lambaian tangan Kayla dengan raut wajah bahagia. Setelah kepergian Kayla gadis itu melirik sendok yang ada di pegangannya.

Satu sendok berdua? Ah, itu merupakan salah satu impiannya.

***

Zico mengelus bokongnya yang terasa amat sakit, ia menatap tajam pelaku yang membuatnya berakhir menggenaskan seperti ini.

Sedangkan sang pelaku yakni Kenzo, melirik kearah Zico dengan wajah tidak berdosanya, kemudian kembali melihat ke arah buah-buahan  saat Zico menatapnya dengan tajam. "Dududududu," ia bersenandung kecil dengan tangan yang bergerak menyentuh buah apel yang terlihat sangat menggoda itu.

Duo Duda [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang