Duo Duda [Part 32]

1.8K 149 10
                                        

Angel merapikan rambutnya di depan kaca mobil, matanya sesekali melirik ke arah jalanan yang sedikit sepi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Angel merapikan rambutnya di depan kaca mobil, matanya sesekali melirik ke arah jalanan yang sedikit sepi. Senyuman bahagia terpancar jelas di wajahnya.

"Akhirnya kita nikah juga," gumamnya senang.

Namun, tiba-tiba, kepala Angel terasa berputar. Ia dengan cepat memijat pelan kepalanya, mencoba mengusir rasa pusing yang datang begitu mendadak. Ia merasa harus tetap fokus menyetir, terutama karena hari ini adalah hari yang telah lama ia impikan. Ia harus tiba tepat waktu di sana.

"Sial, kepala gue sakit banget," keluhnya dengan kedua tangan yang kini sibuk memijat pelipisnya yang terasa sakit. Angel merasa pusingnya semakin parah. Jalanan berputar di sekitarnya, dan fokusnya semakin memudar. Tanpa disadari, ia melampaui batas kecepatan dan dari arah berlawanan sebuah truk juga melaju kencang ke arahnya.

Suara klakson memenuhi udara membuat Angel terkejut dan berusaha menghindar. Benturan keras terjadi dan menghantam bagian depan mobilnya. Suara pecahan kaca dan besi yang melengking terasa menusuk telinga.

Angel terjepit di dalam mobil yang rusak parah. Kepalanya terbentur di stir, membuat dahinya terluka dan mengeluarkan darah segar yang mengotori rambutnya.

Dengan matanya yang sayu ia mencoba memahami keadaan sekitar, dan dengan susah payah, ia berusaha untuk bangkit dari kursi pengemudi yang melengkung akibat dampak tabrakan.

"Shhh," ringisnya pelan seraya membuka pintu mobilnya. Bibirnya bergetar ketika ia mencoba mengumpulkan kekuatan untuk berdiri dan keluar dari sana. Dengan perlahan, ia berhasil berdiri di tengah kekacauan tersebut. Wajahnya pucat, dan matanya yang sayu mencerminkan kebingungan dan syok yang mendalam.

Angel menatap sekeliling dengan pandangan yang sedikit kabur, mencoba memahami bagaimana ini bisa terjadi. Netranya terhenti pada sosok pemotor yang mengenakan helm fullface.

Pemotor itu terlihat memberikan kode dengan membentuk huruf "L" menggunakan jari-jarinya dan menempatkannya di atas helm. Baru setelahnya ia melajukan motornya.

Kedua tangan Angel tanpa sadar terkepal erat di sisi tubuhnya. Bukan ia tidak tau arti dari kode itu. Pemotor tersebut, dengan isyarat yang jelas, menunjukkan kemenangannya dan dengan jelas juga ia menegaskan bahwa Angel sudah kalah.

"Sial! Udah dua kali gue kecolongan!" teriaknya tanpa sadar memukul bagian atap mobil, membuat ia meringis kecil dan mengusap-usap tangannya.

"Asyuuu," umpatnya. Namun, seketika ia menghentikan umpatannya kala telinganya tidak sengaja mendengar suara detik-detik seperti bom yang akan meledak.

"Bangsat!" umpatnya Lagi dan lagi, barulah ia berusaha menjauh dari mobilnya yang sudah hancur itu. Beberapa saat kemudian terdengar suara ledakan yang cukup kencang, di iringi dengan kondisi mobil yang hancur berkeping-keping.

***

"Kamu melakukannya dengan sangat baik," puji Kayla seraya mengelus lembut rambut Clara yang tengah berbaring di atas pangkuannya.

Duo Duda [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang