Duo Duda [Part 15]

3.1K 334 6
                                        

Al dan Bara menarik tangan seorang pria yang sudah berumur ke belakang rumah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Al dan Bara menarik tangan seorang pria yang sudah berumur ke belakang rumah. Kepala mereka sedikit celingak-celinguk untuk memastikan keadaan aman.

Sedangkan pria yang di tarik menatap kedua lelaki itu dengan wajah datarnya. "Why? Why you tarik me to belakang house?"

"Suruh mamak kawin lagi, Pak," bisik Al dengan wajah sumringahnya.

Pria itu termenung sejenak. "Itu perbuatan dosya!" teriaknya sambil menatap tajam kedua pria yang sialnya adalah anak-anaknya. Eh, tidak-tidak ia bersyukur memiliki anak tapi, ya—bersyukur, sih.

"Ini orang kaya, Pak! Peternakan hewan-hewan buas di mana-mana. Kafe-kafe yang isinya para manusia juga di mana-mana. Bapaknya Arka sama Kayla, ini Pak," sahut Bara cepat, berharap bapaknya bisa berubah otak.

"Gas! Kita bawa your mother to KUA, kita kawinkan, eh, nikahkan mereka night ni juga!" teriak pria itu dengan sangat semangat. Ia memasuki rumah dengan langkah tegap maju dan berjalan menuju ke kamar sang istri sambil berkomat-kamit agar istrinya bisa nurut.

Hei! Kapan lagi ia bisa menjadi kaya jika bukan hari ini? Penawaran bagus seperti ini tidak boleh di sia-siakan.

Setelah kepergian bapak mereka Al dan Bara saling melemparkan senyum kemudian bertos ria.

"Yuhuu, bapak baru," ucap mereka kompak dan melangkah masuk ke dalam rumah sambil menggoyangkan bokongnya ke kanan dan ke kiri.

***

Dengan bersusah payah Valen memanjat sebuah pagar yang cukup tinggi itu. Sedangkan Kayla menghembuskan nafasnya kasar melihat tingkah Valen yang menurutnya cukup menyusahkan, ia membuka dengan perlahan pengait pagar tersebut lalu membukanya.

Valen sejenak termenung di atas pagar sana. Kenapa ia sangatlah bodoh? Kemudian ia menggelengkan kepalanya dan berusaha untuk turun dari atas sana. Dia tidak bodoh! Hanya sedikit oon saja.

Setelah turun dari atas sana, Valen mengikuti langkah kaki Kayla dengan cara mengendap-endap. Hei! Jangan bilang sama siapa-siapa. Mereka sedang ingin mencuri sekarang.

"Kak," tegur Kayla kala Valen menabrak tubuhnya hingga terjatuh tengkurap di rerumputan.

Valen seketika gelagapan saat mendengar teguran tersebut. "Hustt," ucapnya tanpa menoleh ke arah belakang. Ia sibuk memantau keadaan sekitar, siapa tau ada yang tengah berjaga-jaga di rumah itu.

"Kak Valen!" pekik Kayla.

Dengan cepat Valen membalikkan tubuhnya dan berniat untuk membekap mulut Kayla yang berisik itu. "Oh my good buah hati jantung pisang gue! Kenapa bisa kaya cicak begini? Ulah siapa? Ulah siapa? Biar gue gebukin dia!" ucap Valen histeris saat menyadari kondisi Kayla yang tidak cukup memperihatinkan.

Gadis itu saja yang terlalu lebay, orang cuma jatuh tengkurap doang.

"Kak Valen ngapain, sih?"

"Gue tuh lagi mantau keadaan sekitar. Takutnya ada hulubalang yang mantau pergerakan gue buat maling ni isi dalam rumah," tunjuk Valen ke arah rumah yang pintunya tertutup rapat itu.

Duo Duda [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang