Tampan? Lumayan! Kaya? Sedikit! Duda? Pasti!
Siapa lagi kalau bukan Duo duda. Dua pria paruh baya yang sudah lama ditinggalkan oleh istri mereka. Ya, makanya itu mereka disebut Duda.
Kerjaan mereka tiap hari hanyalah bertengkar, tapi tenang saja uan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sebuah motor yang seperti becak, tetapi bukan becak berhenti tepat di depan kediaman Kenzo. Arka dan Kayla yang memang sedang berada di teras rumah lantas menoleh ke arah luar gerbang rumah mereka.
Terlihat dua orang pria yang menggunakan seragam sekolah seperti mereka tengah berteriak heboh di bak belakang.
Ya, hari ini mereka sudah kembali bersekolah seperti biasanya. Karena, waktu libur sudah habis.
"Ayo, Kay. Ka," panggil Bara seraya melambaikan tangannya senang.
Arka dan Kayla lantas saling menoleh satu sama lain. Kemudian Arka mengedikkan bahunya. Tidak ingin terlambat ke sekolah Arka dengan cepat melangkahkan kakinya ke angkutan tidak umum itu.
Kayla menghela nafas kasar, ia memegang pinggiran tasnya dengan kencang lalu sedikit menoleh kebelakang. "Pa! Kay berangkat sama Om Jengkol dan keturunannya!" teriaknya agar orang yang berada di dalam rumah dengar.
"Iya! Hati-hati. Jangan bolos!" balas Kenzo dengan teriakan pula.
Kayla menggangguk kecil lalu mengayunkan kakinya santai menuju ke arah mereka semua yang melemparkan senyum manis ke arahnya.
Ia sedikit memegang pinggiran bak belakang lalu melompat ke atasnya. "Ada gerangan apa, nih, Om jengkol jemput-jemput kita?" tanya Kayla heran. Gadis itu dengan cepat mendudukkan bokongnya di atas bak yang sudah beralaskan kotak bekas.
Di susul oleh ketiga pria yang di berada di dekatnya.
Ujang terkekeh pelan. "Sama calon son harus berbuat baik," sahutnya dan mulai menjalankan motornya yang beroda lima itu.
Ya! Bentuknya seperti kaisar, tapi memang kaisar.
"Gini, deh, Om. Kay mau nanya," ujar Kayla seraya menopangkan tangannya di pinggiran besi, agar lebih leluasa untuk mengobrol dengan Ujang.
Tanpa menoleh ke belakang Ujang menyahuti perkataan dari Kayla. "Apa?"
"Yang mau nikah sama papa siapa?"
"My wife," sahut Ujang santai.
Dengan cepat Kayla menjentikkan jarinya. "Nah, di negara kita kagak ada yang namanya istri bersuami dua. Jadi kalau istrinya Om mau dinikahkan dengan papa. Om harus jadi duda dulu."
Terlihat Ujang tengah berfikir. "Yaudah enggak papa," putusnya. Toh, yang terpenting adalah cuan.
Kayla menggangguk kecil. "Hem, tapi Om tetap bakalan jadi orang biasa aja. Karena yang nikah sama papa kan istrinya Om," lanjut Kayla karena ia sangat tau apa yang ada dipikiran pria berumur itu saat ini.
Mendadak motor yang ditumpangi mereka berhenti mendadak dan membuat penumpang yang berada di belakang terdorong ke arah depan.
"Ih, awas," ketus Kayla seraya mendorong tubuh sang abang yang menghimpitnya.