Tampan? Lumayan! Kaya? Sedikit! Duda? Pasti!
Siapa lagi kalau bukan Duo duda. Dua pria paruh baya yang sudah lama ditinggalkan oleh istri mereka. Ya, makanya itu mereka disebut Duda.
Kerjaan mereka tiap hari hanyalah bertengkar, tapi tenang saja uan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Shaka menyeka kasar air matanya beserta ingusnya saat Valen benar-benar mengirimkan gitar kesayangannya ke kebun binatang. Sudah banyak sekali tisu yang ia habiskan hanya karena gitar itu.
"Min-min kuh, Ayeee!" ucap Shaka sendu dan mengingat-ngingat kembali kenangannya bersama dengan gitarnya yang bernama Juminten itu.
"Shaka! Gue nyuruh lo motong bawang! Bukan nangis!" teriak Valen yang baru saja memasuki dapur.
Shaka dengan sigap mematikan kamera ponsel yang ia sandarkan di toples lalu termenung seperti orang yang tidak melakukan apapun.
Valen yang menyadari Shaka yang sempat mengulurkan tangannya ke atas meja lantas menoleh ke arah sana.
"Ngapain? Oh, lo bikin video sedih-sedih terus nanti lo bikin caption seakan-akan nyudutin gue! Ntar para Vans lo nyerang gue kayak dulu. Anak anjing lo, ya," maki Valen saat tau apa yang tengah di lakukan oleh Shaka.
Shaka menggeleng polos. "Pa, papa anjing, ya?" tanya Shaka saat kebetulan Zico baru saja memasuki dapur.
Mendapatkan pertanyaan durhaka membuat Zico seketika melebarkan kedua pupil matanya. "Kamu berdosa banget," ketus Zico dan mencomot kasar bibir sang putra.
Shaka dengan cepat mengusap bibirnya kembali dengan telapak tangan. "Itu, Kak Valen bilang. Anak anjing lo, ya! Berarti bapak Shaka anjing dong," ucapnya dengan 2ajah sepolos mungkin.
Zico mengepalkan kedua tangannya di sisi tubuhnya lalu menarik nafas panjang. Harap bersabar menghadapi anak yang modelan seperti ini. "Valen!" marah Zico.
"Apa, Om?" sahut Valen dengan malas.
"Kenapa kamu bilang dia anak anjing? Emangnya kamu pernah liat dia menggonggong!" cibir Zico. Ia memberikan tatapan yang menurutnya sangat tajam ke arah Valen.
Bukannya seram, Zico malah terlihat seperti orang yang tengah menahan berak.
"Salahin dia, Om! Dia bikin video nangis buat di bikin insta story. Padahal dia mewek karena bawang bukan karena Valen," sanggah Valen tidak mau disalahkan. Lagian ucapannya juga termasuk benar.
Shaka menghela nafas kasar seraya melemaskan otot-otot bahunya. "Sebenarnya gue sedih, Kak. Cuma air matanya enggak bisa keluar, jadi gue manfaatin aja bawangnya," sahut Shaka.
Valen menggagguk paham. "Terus ntar Vans lo nyerbu Instagram gue, terus maki-maki gue? Iya!"
Shaka mengambil beberapa kulit bawang lalu meremas-remasnya saat ia merasa terintimidasi. "Ya, kan Kak Valen biasanya maki balik. Jadi santai aja," jawabnya tanpa menatap ke arah Valen.
"Drum lo gue kirim ke ke kebun binatang." Dengan cepat Valen beranjak pergi dari sana untuk menuju ke arah kamar Shaka.
"Kak! Cukup Juminten aja, Jubaedah jangan. Dia itu buah hati jantung pisang Shaka!" teriak Shaka dan ikut berlari menyusul Valen ke atas.