Duo Duda [Part 29]

2.3K 216 3
                                        

Zico memandang heran mobil yang baru saja keluar dari perkarangan rumah Kenzo

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Zico memandang heran mobil yang baru saja keluar dari perkarangan rumah Kenzo. Padahal, Ia baru saja tiba di sana, tetapi sudah mendapatkan tatapan sinis dari wanita tua yang hampir sebaya dengan ibunya itu.

Apa salahnya? Apa karena cintanya pernah di tolak sehingga ia begitu tidak menyukai dirinya sekarang? Haish, entahlah, sulit memahami jalan pikiran seorang wanita.

"Cie, masa tahanan si keong sama si racun kelar juga. Kok bisa? Kalian sogok, ya?" kelakar Zico dan berjongkok di samping Kayla. Pria itu tampak memperhatikan sepeda motor berwarna kuning itu yang terlihat sangat kinclong, lebih kinclong dari wajah anaknya. Ups.

"Hust, jangan berisik! Kita lagi fokus!" Kayla menatap Zico dengan tajam, menempatkan jari telunjuknya di bibir sebagai kode agar pria itu diam. "Sana masuk," ujarnya sambil mengusir Zico.

Zico mencebikkan bibirnya kesal, lalu menarik kerah baju Shaka agar pria itu mengikutinya.

Shaka yang hendak berjongkok disebelah Kayla mendengus kesal. "Papa duluan sana, Shaka mau ngomong sama, Kay!" serunya dan menggeser tangan Zico yang meraih kerah bajunya.

Bibir Zico semakin mengerucut kesal, memang anak jaman sekarang rada-rada durhaka. Suka sekali mengusirnya.

"Dengerin papa, kalau papa teriak berarti nyawa papa terancam," ucap Zico memperingati.

"Papa enggak minat sama tubuh, Om," celetuk Arka yang sedari tadi diam.

Zico mengerjabkan matanya secara berulang kali, sebentar-sebentar ini memang otaknya yang tidak beres atau ...

"Buat bunuh, Om. Jangan pikir yang macam-macam," lanjut Arka saat tau apa yang ada di dalam pikiran duda satu itu.

Zico menggosok tengkuknya dengan wajah polos. "Kirain anu," gumamnya kemudian melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah untuk bertemu dengan Kenzo.

"Resiko kelamaan duda, ya, gitu," cibir Arka.

"Tau, tuh, Bang Shak, enggak mau cari mama baru," sambung Kayla.

Shaka berdecih sinis. "Ngaca! Kalian juga begitu, lagian, menurut penelitian gue, punya keluarga baru enggak menyenangkan."

"Hm, gue takut warisan gue dibagi-bagi sama anak-anak yang lain. Makanya gue nggak mau papa nikah lagi, Mau berbagi dengan Kay aja rasanya gue males," timpal Arka dengan wajah lesunya.

Kayla tertawa ringan. "Parah kalau punya anak otak mata duitan begini."

Shaka menggangguk kecil. "Gue mah anak tunggal, jadi seluruh harta papa bakal jadi milik gue," sahut Shaka. "Jadi lo nikah sama gue aja, Kay. Ntar harta lo lebih banyak dari tu si curut," usulnya.

"Kagak ada!" tolak Arka mentah-mentah.

"Kenapa? Gue ganteng, anak tunggal kaya raya, baik, tidak sombong, pintar nyanyi, apa kurangnya gue? Ada!" jawab Shaka dengan tenang.

Duo Duda [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang