"Ini."
Tangan Dante yang terulur itu Arina biarkan menggantung lama. Pikirnya masih berkelana jauh ke sana. Ke arah ucapan Jehian barusan tentang Sagara. Ke arah kemungkinan-kemungkinan dimana Sagara berada.
"Arina?"
"Eh...oh...sorry kak apa?"
"Ini." Dante menunjuk dengan arah matanya tepat ke arah amplop berwarna cokelat yang ia genggam.
"Apa?" Tanya Arina sambil perlahan mengambil benda itu dari tangan sang kakak.
"Surat cerai."
______
Cklek
Terbuka.
"Brengsek untung nggak dikunci!"
Jehian masuk ke dalam sebuah mobil tak asing yang terparkir masih di area pemakaman keluarga yang luas itu.
Tak menyangka kalau intuisinya 100% tepat.
Sampai di dalam mobil ia menemukan Sagara, menundukkan kepalanya ke kemudi dan terdiam.
Tak bersuara. Tak mengatakan apapun bahkan saat ia sadar Jehian sudah duduk di kursi penumpang sebelahnya.
"Gila ya lo! Semua orang nyariin lo!" Ujar Jehian keras-keras.
Sagara masih tak bergeming.
"Sadar bego!!" Jehian mengguncangkan tubuh Sagara berulang kali, mencoba membuat cowok itu bersuara.
"Ayo balik! Lo pindah gue yang nyetir!"
"Gue tu jahat nggak sih Yan?" Tanya Sagara.
Ditanyai seperti itu, Jehian hanya mampu terdiam.
"Ngomong ape sik? Gila ya lo?" Kata Jehian kemudian.
Sagara lagi-lagi tak menjawab.
"Lo udah liat sosmed? Udah liat twitter? Udah baca thread tentang pernikahan lo yang kebongkar?" Tanya Jehian lagi. Namun seperti tak mendengar apa-apa Sagara kembali tak merespon.
"Bangsat turun lo, lo pindah ke sini! Gue yang nyetir." Ujar Jehian sedikit emosi.
Sagara tak menjawab, namun ia keluar juga dari mobilnya, lantas bertukar posisi dengan Jehian. Kini Jehian ada di belakang kemudi. Siap membawa Sagara pulang.
"Lo tu dicariin tau!"
"Dicariin siapa?" Tanya Sagara.
"Satu Indonesia!"
______
"Terus gimana?" Ajun. Kepalang payah memutar otaknya. Di sebelah kanannya ada Mark yang duduk sambil memengangi ponsel yang sejak tadi bergetar. Ratusan panggilan telepon dari wartawan berdatangan, pun dengan akun-akun gosip yang siap menambah keributan.
"Gimana nih Mark?" Tanya Ajun lagi. Dalam hari ini, kalimat tanya itu sudah dilontarkannya lebih dari sekali.
"Diem lah Jun, Mark juga pusing. Lo diem dulu kenapa sih!!" Haikal bersingut.
"Dih dih...lo liat ni, parah komennya dibilang nikah karena cewenya hamil duluan. Sinting kali ya!" Ajun kembali marah-marah sambil melihat sosial medianya.
Racauan netizen yang tak berhenti pasal kejadian yang menimpa saat ini.
"Anjing lo semua sok tau! Mending lo tutup mulut deh lo semua anjing lo sok tau banget bangsat! Awas aja gue dat---"
KAMU SEDANG MEMBACA
Unwanted, Wound
FanfictionSagara tidak mengharapkan Arina di kehidupannya begitu pula sebaliknya, namun tidak ada yang tahu bagaimana skenario ini berakhir pada akhirnya. ______ menangis di jalan pulang (1:38 - 2:18) -was aksaramantra-
