BAB008

19.6K 861 80
                                        

halo pipel pipel apa kabar kalian semua?

seneng dong pastinya WILLIAM update molooo yekannn

bilang apa kalian sama aku?





SELAMAT MEMBACA



Berhasil dari kungkungan Liam, Laya akhirnya bisa bernafas lega, bersama laki-laki itu memang tidak baik untuk kesehatan jantungnya.

Liam berpamitan akan pergi ke kantor karena ada urusan mendesak, dan Laya pun sudah memiliki janji bersama seseorang. Beruntung Liam ada urusan, jadi Laya bisa pergi tanpa harus menghadapi lelaki itu terlebih dahulu.

Dalam perjalanan Laya terus dihantui oleh bayang-bayang Liam, bayang-bayang saat lelaki itu memeluknya, menciumnya, dan bahkan Laya masih bisa merasakan saat lelaki itu berucap dengan nada lembut.

"Sudah sampai, Mbak."

Sopir yang melihat Laya tengah melamun pun merasa heran, di tambah gadis itu terlihat senyum-senyum sendiri.

"Mbak!"

"I-iya, Pak?" Laya terperanjat mendengar suara sopir yang memanggilnya, dalam hati Laya meringis karena terus memikirkan Liam.

"Sudah sampai, Mbak," ucap Sopir itu lagi.

"A-ah, iya, Pak," balas Laya kemudian langsung turun setelah membayar.

"Mbak!"

Laya kembali membalikan tubuhnya saat Sopir itu kembali memanggilnya, Laya sedikit membungkukkan tubuhnya agar bisa melihat wajah Sopir tersebut.

"Kenapa, Pak?" tanya Laya.

"Semoga langgeng sama pacarnya!"

Mobil sudah melaju, tetapi Laya masih terdiam seolah sedang mencerna ucapan Sopir tadi. Seketika pipinya terasa panas, apakah ia terlihat seperti seorang yang sedang jatuh cinta? Jika iya, ini sangat memalukan.

Laya kembali menegakkan tubuhnya, membereskan rambutnya sembari menghilangkan rasa gugup di hatinya.

Setelah masuk ke dalam sebuah cafe, Laya celingukan mencari seseorang yang sudah membuat janji dengannya. Saat seseorang itu melambaikan tangannya, Laya pun menganggukkan kepalanya seraya tersenyum tipis dan segera menghampiri ke arah seseorang itu.

"Nunggu lama, Kak?" tanya Laya sembari duduk di depan seseorang itu yang terhalang oleh meja bundar.

"Santai aja, lo gimana kabarnya?" tanya Kevin sembari memperhatikan wajah Laya yang terlihat sangat cantik.

"Aku baik, Kak Kevin sendiri?"

"Seperti yang lo liat, gue baik," sahut Kevin seraya tersenyum tipis.

"Gue mau traktir lo makan sepuasnya, lo boleh pesan apapun," ucap Kevin lalu menyodorkan menu kepada Laya.

"Gak usah, Kak, aku pesan minuman aja," ucap Laya tak enak.

"Serius?" Laya menganggukkan kepalanya berkali-kali sebagai jawaban.

"Gue denger lo sempet tinggal di Bandung, La? Kenapa?" tanya Kevin memulai percakapan.

"Gapapa, Kak, aku sempet dapet kabar kalo di sana ada kerjaan bagus, jadi aku pergi ke sana," jawab Laya, tentu saja berbohong.

"Terus, kenapa sekarang lo di sini lagi?"

"Tempat kerja aku yang dulu kena masalah, jadi mau gak mau aku harus pindah lagi ke sini, lagi pula sewa rumah aku belum abis."

"Oh iya, hubungan Kak Kevin sama Tiara gimana?" tanya Laya mengalihkan topik pembicaraan.

WILLIAM (COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang