Setelah kejadian tadi pagi, Arman memilih untuk pulang ke rumah ibunya, pulang untuk menenangkan diri terlebih dahulu, masalah yang menimpanya sangat banyak dan terjadi tib-tiba, Arman tidak menyangka kalau hidupnya akan banyak masalah begini.
Padahal Arman menyangka kalau kehidupannya akan tenang, tapi siapa sangka kalau hidupnya akan kembali tertimpa masalah, bahkan masalah yang sangat besar.
Kalau dulu hanya masalah keuangan, tapi saat ini masalah yang lebih berat lagi, selain masalah dengan orang besar, Arman juga mempunyai masalah dengan percintaannya, Jovita menyakiti perasaannya.
Ya, Arman merasa kalau yang di katakan oleh Karin benar, dengan keberadaannya di perusahaan yang sama hanya akan membuat malu Jovita semata, maka dari itu Arman juga tidak akan pulang dulu sebelum hatinya benar-benar tenang.
Itu cerita tadi pagi sampai sore hari, kali ini hari sudah malam dan Arman sedang berjalan menuju ke sebuah taman tempat dimana dirinya akan berjumpa seseorang.
Padahal Arman sedang malas-malasnya, tapi entah kenapa kaki Arman justru melangkah dan ingin menjumpainya, apa lagi katanya ada hal penting yang ingin di bicarakan.
"Ada apa mbak? Kenapa mbak Meylin ngajak saya ketemuan?" tanya Arman setelah berjumpa dengan orang itu.
Ya. Itu adalah Meylin orang yang sudah mengirim pesan padanya, Arman tidak tau apa yang akan di katakan oleh Meylin, walau pernah berpikir yang aneh-aneh terhadap Meylin, tapi Arman sangat penasaran, dan lagi tempat ini cukup ramai jadi Arman pikir tidak akan ada masalah.
"Kamu duduk dulu!" titah Meylin.
Dengan ragu Arman pun duduk cukup jauh dari Meylin. "Ada apa mbak? Mbak mau fitnah saya seperti orang lain ya?"
"Eh! E-engga. Aku gak mau bahas itu kok," balas Meylin.
"Lalu? Ada apa mbak ngajak saya ketemuan?"
"Mm. Saya cuma mau tanya, apa kamu beneran cinta sama Jovita?"
"Untuk apa mbak nanya seperti itu?"
"Udah elah, jawab aja dulu."
"Hmm. Iya mbak. Saya memang menyukai mbak Jovita."
"Oh! Apa kamu serius? Kamu tau kan kalau hubungan kamu sama Jovita tidak di restui kedua orang tua Jovita!"
"Saya tau mbak. T-tapi saya akan berusaha meyakinkan mereka."
"Caranya?"
"I-itu, saya belum kepikiran mbak."
"Sudahlah. Kamu lupakan saja Jovita, lebih baik cari perempuan yang juga suka sama kamu."
"M-maksud mbak?"
"Saya suka sama kamu Arman."
"Eh! M-mbak suka sama saya?"
"Iya. Dari pada kamu sama Jovita yang belum tentu di restuin, mending kamu sama aku aja. Gimana?"
"M-maaf mbak! Hati saya untuk mbak Jovita."
"Lalu menurut kamu, hati Jovita untuk kamu gitu? Coba kamu lihat sikap Jovita tadi, dia bahkan tidak mau belain kamu saat di fitnah oleh karyawan lain. Jovita lebih mentingin image nya."
"Saya tau. Ta-tapi..."
"Udah gosah banyak tapi. Mending kamu cepat cereikan Jovita, lagian itu bukan anak kamu juga, kamu tidak perlu tanggung jawab sama janin yang ada di dalam perut Jovita."
"T-tapi..."
"Tapi-tapi mulu kamu tuh ya! Tinggal jawab iya doang apa susahnya sih?"
"M-maaf mbak! Sampai kapan pun hati saya untuk mbak Jovita, saya tidak peduli siapa ayah kandung dari janin dalam perutnya, karna bagi saya, mbak Jovita segalanya."
KAMU SEDANG MEMBACA
SUAMI 100 JUTA ✅ [SELESAI]
Romans(END) Jovita seorang wanita karir harus menerima kenyataan kalau dirinya tengah mengandung janin dari laki-laki yang tidak ia ketahui, ia berpikir keras untuk mencari jalan keluar sampai salah satu temannya menyarankan untuk mencari suami kontrak. T...
![SUAMI 100 JUTA ✅ [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/293968952-64-k359029.jpg)