Beberapa bulan berlalu setelah pertemuan pertama mereka setelah tiga tahun lamanya, kini Jovita dan Arman memulai lagi semuanya dari awal, dari titik nol, mereka kembali ke semula dan memulai semuanya dari pendekatan.
Jovita dan Arman tidak ingin terburu-buru, keduanya memang ingin saling mengenal satu sama lain lebih dalam lagi, walau terkesan bertele-tele tapi keduanya memang tidak saling mengenal dan hanya mengenal secara sekilas, jadi wajar kalau mereka melakukan ini.
Umur mereka memang terpaut tiga tahun, Jovita yang berusia 29 tahun memang sudah terlihat kedewasaan nya, tapi Arman yang baru 25 tahun tidak kalah dewasanya, bahkan secara kesuluruhan, sikap Arman jauh lebih dewasa dari Jovita, Arman lah yang sudah sangat matang.
Keduanya menjalani hari-hari layaknya sepasang kekasih, kalau bukan Arman yang datang ke restoran milik Jovita, Jovita lah yang akan datang ke kantor milik Arman.
Untuk informasi, kini Arman mempunyai usaha sendiri, perusahaan kecil yang bergerak di bidang jasa pengiriman, usaha yang awalnya kecil-kecilan sekarang sudah cukup meningkat sangat pesat.
Seperti hal nya Jovita, Arman juga memulainya dari awal, dari yang tidak paham apa pun sampai akhirnya kini berhasil juga, Arman benar-benar belajar dan berhasil merubah hidupnya.
Hari ini adalah akhir pekan, namun pekerjaan Arman dan Jovita masih cukup banyak, ya walau pun pekerjaan Jovita tidaklah sebanyak Arman, Jovita hanya bertugas mengawasi restorannya saja.
Oleh sebab itu, Jovita memilih untuk mendatangi Arman di sore hari ini, Jovita datang ke perusahaan Arman yang jaraknya cukup jauh dari restoran miliknya, dengan menggunakan mobilnya, Jovita langsung meluncur.
Perjalanan cukup lama mengingat jalanan yang cukup macet, dan Jovita tiba satu jam kemudian, dan langit sudah hampir gelap saat Jovita tiba.
Jovita memarkirkan mobilnya lalu bergegas masuk ke dalam, disana Jovita tidak melihat Arman sama sekali, yang di lihatnya hanya para karyawan yang sedang bekerja, Jovita berjalan ke salah satu karyawan untuk menanyakan keberadaan Arman. Karyawan itu sadar dan langsung menyapa Jovita.
"Eh! Mbak! Cari pak Arman ya?" Karyawan itu paham dengan kedatangan Jovita.
Jovita mengangguk. "Iya. Armannya ada?"
"Ada mbak di dalam. Pak Arman lagi ada tamu tadi," jawab karyawan itu.
"Tamu? Siapa?"
"Saya kurang tau mbak, saya baru lihat."
"Perempuan?"
"Iya mbak. Perempuan, cantik lagi."
"Oh! Terima kasih!"
"Iya mbak."
Jovita langsung beranjak pergi ruangan Arman, Jovita penasaran siapa perempuan itu, tapi dirinya tidak mau berburuk sangka dulu, walau hatinya berkata lain tapi Jovita harus tetap tenang dalam menghadapi situasi seperti ini.
Jovita tidak mengetuk pintu dulu, ia hanya membuka secara perlahan, Jovita menyembulkan kepalanya dari balik pintu untuk melihat siapa tamu yang menemui Arman, Jovita menguping sekaligus mengintip.
Namun tentu saja hal itu di ketahui oleh Arman, posisi Arman menghadap langsung ke arah pintu, jadi ia tau, Arman yang melihat Jovita langsung tersenyum ke arahnya.
"Masuk. Jangan mengintip seperti tikus begitu," kata Arman.
Jovita mendengus lalu membuka pintu. "Aku gak nguping, aku cuma kebetulan lewat aja."
"Oh! Ya sudah sana kalau cuma lewat doang mah."
"Ugh! Dasar nyebelin. Ya udah kalau begitu, aku pergi. Bye!"
KAMU SEDANG MEMBACA
SUAMI 100 JUTA ✅ [SELESAI]
Romansa(END) Jovita seorang wanita karir harus menerima kenyataan kalau dirinya tengah mengandung janin dari laki-laki yang tidak ia ketahui, ia berpikir keras untuk mencari jalan keluar sampai salah satu temannya menyarankan untuk mencari suami kontrak. T...
![SUAMI 100 JUTA ✅ [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/293968952-64-k359029.jpg)