Ini adalah kisah gadis bernama Livia Almahera bersama 365 harinya.
Livia tidak mengira jika keputusannya menerima tawaran kerja di apotek akan membawa dampak besar terhadap hidupnya. Terlebih apa yang ia impikan untuk kuliah bisa terwujud. Ia menjad...
Guysss... udah tau kan judul cerita ini aku ganti..
Semoga 365 DAYS bisa mewakili dari keseluruhan isi cerita ya..
Terima kasih yang udah berkenan memberikan kritik dan saran
Aku seneng banget deh sama perhatian kalian
Semoga betah di lapak ini sampai akhir
I love you so much
-HAPPY READING-
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Liv, gue kurang ganteng dari mana sih?🥰
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Maaf, kak, masih belum menarik perhatianku🙄
Livia tak henti meremas ujung dress yang ia kenakan sambil menggigit bibir bawahnya kalut. Sejak tadi, pikiran gadis itu tidak tenang seperti ditempa banyak masalah. Atau lebih tepatnya sedang memikirkan sesuatu yang ia sendiri bingung dengan apa yang sekarang dilakukan.
"Lo lagi mikirin apa sih? Gelisah banget kayaknya." celetuk Bastian yang duduk di sampingnya sembari menyetir.
"Nggak ada." jawab Livia ketus.
"Gue harus bersikap gimana nanti?" tanya Bastian ambigu membuat Livia kembali harus berpikir keras.
"Gimana apanya?"
Bastian menghela napas sejenak, lalu melirik Livia yang masih dilanda gelisah. "Maksud gue, nanti di hadapan Revan sikap gue harus kayak gimana? Mau mesra apa biasa aja."
"Ya gak gimana-gimana. Apaan sih Kak," sahut gadis itu melotot.
"Oh, oke." Bastian lekas mengatupkan bibirnya rapat menahan tawa. Menurut pengamatannya, cewek di sebelahnya itu pasti sedang frustasi memikirkan rencana yang telah ia susun. Ide yang Livia cetuskan bener-benar gila. Berani sekali dirinya meminta bosnya untuk menjadi pacar pura-puranya. Lihat saja nanti, Bastian akan meminta imbalan yang lebih atas jasa yang ia berikan.
"Kalo boleh tau, lo ngapain sih repot-repot ngelakuin hal kayak gini? Drama banget hidup lo." cibir Bastian tersenyum remeh.
Livia yang merasa tersindir menoleh ke arah Bastian dengan tatapan tajam. "Ini menyangkut perasaan seseorang Kak. Risa temen aku itu dari dulu udah naksir sama Revan. Mana bisa aku nikung dia, yang ada nanti aku malah di cap pelakor lagi." ujarnya gusar.