Athena berdiri kaku, menatap perdebatan sepasang kekasih di depannya. Ia tidak mengerti kenapa harus menjadi saksi pertengkaran mereka. Ia hanya melakukan tugas dan berakhir mengenaskan, dipaksa untuk melihat dua orang yang sedang bertengkar. Athena menghela napas panjang, tidak habis pikir dengan mereka. Bukankah banyak hal bisa dibicarakan secara baik-baik? Kenapa mendramatisir keadaan?
"Tega-teganya kamu meminta pengawal itu untuk menodongkan pistol padaku, Rich?"
"Bukan begitu Savila, dia hanya menjalankan tugas."
"Tugas apa yang membuat seorang tunangan justru terancam nyawa?"
"Oh, please! Itu hanya salah paham. Kalau Drex berniat membunuhmu, aku yakin kita semua tidak akan menyadarinya saat itu terjadi!"
Savila melotot, menatap heran bercampur kesal pada Rich. "Bisa-bisanya kamu mengatakan begitu? Kejam kamu!"
Rich mengibaskan tangan dengan lelah, bertengkar dengan Savila selalu menghabiskan energi. Mereka bertunangan sudah satu tahun dan sama sekali tidak ada perubahan untuk arah hubungan. Rich melirik Athena yang berdiri di dekat pintu. Berniat untuk memintanya pergi tapi Savila menahan lengannya.
"Satu tahun kita bertunangan, kamu sama sekali tidak berubah. Aku yang harus selalu datang mencarimu. Kalau bukan karena kamu, aku tidak akan pernah datang ke kantormu dan menerima todongan pistol!"
Rich mengalihkan pandangan dari pengawalnya pada sang tunangan. Savila yang jelita, cucu dari konglomerat di kota ini. Orang tuanya yang merasa kalau dirinya kesepian tanpa pasangan, tanpa persetujuannya mengajukan lamaran pernikahan pada orang tua Savila. Rich marah saat mengetahuinya, meski begitu keputusan orang tuanya tidak bisa diganggu gugat. Yang membuat heran adalah Savila menerima lamaran itu tanpa pikir panjang.
Mereka bertemu beberapa kali setelah itu. Berstatus sebagai tunangan tidak mengubah apa pun. Rich masih tidak bisa menerima Savila dalam hidupnya, dan berbanding terbalik dengan perempuan itu. Savila yang posesif, manja, dan tidak bisa ditolak, menginginkan Rich untuk dirinya sendiri. Sebuah hubungan yang timpang, dan Rich berniat mengakhirinya.
"Savila, sudah aku katakan itu hanya salah paham!"
Savila menggeleng, melangkah gemulai ke arah Athena dan mendengkus. "Aku sama sekali tidak melihat adanya salah paham di sini. Mata laki-laki ini menunjukkan dendam yang membara."
"Omong kosong!" sergah Rich keras. "Dia baru datang ke rumahku kemarin, dan kalian baru bertemu hari ini. Bagaimana mungkin ada dendam?"
"Nggak tahu. Kenapa kamu nggak tanya dia?"
Athena merasa pembicaraan sepasang kekasih di depannya makin aneh didengar. Ia tidak tahu apakah pasangan yang saling mencintai harus saling mencela seperti itu? Ia mengingat hubungan kedua kakaknya dengan para istri mereka dan tidak ada yang bertindak kasar. Drex yang dingin, memperlakukan Cleora dengan penuh cinta. Begitu pula sebaliknya, Cleora selalu berucap lembut pada suaminya. Dante dan Blossom tidak bisa dibantah lagi. Mereka saling menyayangi, saling mendukung, dan sama sekali tidak pernah berdebat hingga panas. Kalau pun bertengkar, hanya beda pendapat dan selesai dengan cepat. Hubungan kedua kakaknya membuatnya percaya cinta itu ada. Tapi melihat Rich dan Savila, ia merasa kalau menjadi sendiri bukan hal buruk. Tidak selamanya mempunyai kekasih itu menyenangkan.
Rich menghampiri Athena, berdiri tepat di hadapannya. Mata mereka bertemu, bola mata kecoklatan milik Athena, bertemu dengan Rich yang mempunyai bola mata hitam pekat. Mereka saling pandang dengan menilai. Rich menghela napas panjang.
"Drake, apa kamu pernah bertemu Savila sebelumnya?"
"Tidak, Tuan!" Athena menjawab tegas.
"Kalau begitu kenapa kamu ingin membunuhku?" Savila berteriak dramatis.

KAMU SEDANG MEMBACA
Athena : Under Cover Love
عاطفيةKisah terakhir dari Trilogi keluarga Camaro atau Tukar Jodoh. Akan bercerita tentang Athena yang menyamar sebagai pengawal pribadi dari Rich Moreno.