One Call Away

256 8 0
                                        

Pukul tujuh malam, Taehyung sampai di kostannya dengan diantar seluruh anggota keluarga kecilnya. Mereka beralasan ingin jalan - jalan, padahal Taehyung tau ini semua ulah kakaknya. Yoongi bercerita pada sang bunda tentang kondisi Taehyung yang sedang bersedih akan berpisah dari Jungkook. Maka, mereka semua berinisiatif untuk mengantarkan si bungsu ke kostannya.

"Ya ampun, berantakan banget adeeek" bunda merapikan barang - barang Taehyung yang berserakan. Tidak terlalu berantakan juga sebenarnya, namun ini bukan kamar Taehyung sekali. Ia mengenali betul, anaknya ini terlampau rapi dalam menata sesuatu. Lebih baik dari kakaknya, Yoongi yang hanya menyimpan asal. Tak disusun rapi seperti Taehyung

"Ya kan adek lagi galau bun, biasa lah gitu" ejek Yoongi

"Siapa tuh yang galau? Enggak kok! Kakak nih sebar hoax terus tentang aku"

"Gak inget apa yang malem malem diem di balkon sambil ngelamun? Itu kalo kakak jailin pake hantu hantuan juga pasti kaget" Yoongi terkekeh setelahnya

"Gak takut ya. Mana ada aku takut hantu"

"Ih awas loh, nanti mereka marah"

Taehyung langsung pergi, mendekat ke arah bunda. Berlagak membantu bundanya itu beres - beres.

"Dek.. Dek.. Gemes banget"

.

Esok harinya, Taehyung terbangun dengan keadaan kamarnya yang sudah sepi. Orang tua dan kakaknya langsung pulang malam itu juga. Inginnya sih, bundanya tetap menginap disini. Tak apa ayah dan kakaknya pulang. Yang penting ada bunda. Tapi, ayahnya tak mengizinkan. Malam ini bagian ayah, katanya.

Taehyung bergegas menuju dapur. Membuat chamomile dan mengambil satu toples kecil cookies yang bunda buat sebelum mengantar Taehyung. Ia meminum tehnya sambil melihat twitter, memantau keadaan terkini. Tiba - tiba muncul notifikasi pesan dari Jungkook

Kak Jung

Tae, sarapan bareng gue yuk!

Dimana?

Kantin aja. Gue lagi pengen makanan kantin

Okay, kak aku mau minta maaf soal kemarin


Udah ya, dek. Gue nggak mau mempermasalahkan itu. Lo juga nggak salah, gue yang salah nggak bilang dari awal

Hatinya sedikit lega. Jungkook memang se dewasa itu. Menyikapi permasalahan dalam hidupnya dengan kepala dingin. Namun tetap saja, ia akan tetap meminta maaf pada Jungkook atas sikapnya dulu.

.

"Nggak perlu minta maaf, lo nggak salah Tae"

"Tetep aja, kelakuan gue jelek banget kemarin"

"Harusnya gue bilang dari awal, biar semua clear. Nggak ada tuh drama - drama salah paham kayak kemarin"

"Kakak berangkat kapan?"

"3 bulan lagi. Gue harus urus dulu beberapa dokumen. Agak ribet sih, makanya lama"

"Kak, gue bisa nggak ya tanpa lo?"

"Maksudnya?"

"Kak Jung tau sendiri gue anaknya gimana. Kayaknya tiap detik gak sih gue repotin? Minta tolong ini itu?" Taehyung tersenyum kecil ke arah Jungkook.

"Gue seneng lakuin semua itu. Bener - bener ngerasa dibutuhin. Apalagi Kak Yoon juga gak bisa jagain lo kan kalo disini, jadi ya gue sebagai gantinya. Seneng nggak lo punya banyak temen disini?"

BEST GIFTTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang